BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Pemeran Mr Bean merasa ditipu oleh mobil listrik karena menurutnya kendaraan tersebut tidak sepenuhnya ramah lingkungan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Rowan Atkinson, pemeran Mr Bean merasa ditipu oleh mobil listrik dan mendesak agar masyarakat tetap menggunakan kendaraan konvensional. Menurutnya langkah tersebut lebih tepat untuk menyelamatkan planet.
Ia mengatakan bahwa EV mungkin akan memberikan manfaat lingkungan satu hari nanti, namun itu masih jauh dari angan. Walau sudah menggunakan kendaraan hybrid dan listrik sepenuhnya sejak lama, ia melihat bahwa mobil listrik bukanlah obat mujarab bagi lingkungan seperti yang diklaim selama ini.
Aktor bergelar teknik kelistrikan dan elektronik ini mengakui bahwa mobil listrik memilki emisi nol. Tetapi emisi gas yang dihasilkan selama proses produksi justru 70 persen lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional.
Tingginya emisi tersebut disebabkan oleh banyak hal terutama penggunaan baterai lithium-ion. Untuk membuatnya dibutuhkan logam tanah jarang dan energi yang jumlah besar sehingga merusak lingkungan.
“Sebuah pilihan yang salah untuk menjadi andalan industri otomotif melawan krisis iklim,” tegasnya dikutip dari The Telegraph.
Apa yang ia sampaikan memang masuk akal karena selama ini kampanye mobil listrik hanya fokus pada emisi gas buang. Sementara dampak lingkungan akibat aktivitas penambangan, proses produksi baterai serta penanganan limbah cukup jarang disampaikan.
Walau pemeran Mr Bean merasa ditipu oleh mobil listrik, ia tetap memberi beberapa solusi. Menurutnya emisi karbon bisa dikurangi secara signifikan bila pemilik mobil konvensional tetap menggunakannya selama lima tahun, bukan hanya tiga tahun seperti yang umumnya dilakukan.
Dengan demikian energi yang dikeluarkan saat produksi tidak terbuang sia-sia namun mobilitas masyarakat tetap terjaga. Selain itu pabrikan juga bisa mencari bahan bakar alternatif lain seperti hidrogen dan bahan bakar sintetis.
“Teman-teman pecinta lingkungan saya sering menanayakan apakah sebaiknya beralih ke Electric Vehicle. Jawabannya adalah bila mereka saat ini menggunakan mobil diesel tua dan memanfaatkannya untuk berkendara di dalam kota maka perubahan sebaiknya dipertimbangan,” ungkapnya.
Tetapi bila kondisinya sebaliknya, maka ia tetap menyarankan untuk menggunakan kendaraan konvensional alih-alih mobil listrik.
“Kendaraan listrik memang akan memberi keuntungan tapi tidak sekarang,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
23 September 2026, 19:00 WIB
Daihatsu buktikan komitmennya menjaga efisiensi energi dan keberlanjutan dalam proses produksi kendaraan
23 September 2026, 17:49 WIB
Sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device di Toyota Veloz Hybrid punya konsumsi BBM tergolong hemat
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz diklaim mendapat sambutan positif usai HMID menerapkan strategi baru di Indonesia
23 September 2026, 07:00 WIB
Carro resmi rambah bisnis mobil baru, kolaborasi dengan Omoda Jaecoo dan buka diler pertama di Harapan Indah
23 September 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang belum kedaluwarsa
23 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik dalam mengurus dokumen berkendara berbentuk kartu
22 September 2026, 21:27 WIB
Pameran IMHAX berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal penjualan maupun pengunjung yang datang langsung
22 September 2026, 20:01 WIB
Salah satu pameran otomotif, yakni Gaikindo Auto Week (GAW 2026) akan berlangsung pada akhir November