Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Terdapat beberapa perbedaan ban mobil listrik dengan kendaraan roda empat bermesin bensin yang harus diketahui
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Ban mobil memiliki tugas penting untuk memastikan perjalanan tetap aman dan juga nyaman. Oleh karena itu dalam menentukan tidak boleh sembarangan.
Teknologi yang dikembangkan untuk ban mobil juga terus mengikuti zaman. Terlebih belakangan tren mobil listrik terus meningkat, terkhusus di Indonesia.
Ban mobil yang dibuat khusus untuk kendaraan setrum dikatakan harus memiliki dua fitur penting. Masing-masing dikembangkan guna memberikan pengalaman berbeda ketika berkendara.
“Ban mobil listrik paling lebih ke optimalisasi Noise dan Rolling Resistance (Hambatan Gulir) lebih baik. Selama keduanya baik bisa dipakai di mana saja,” ungkap Gatot Adrie Triyono, Head of Consumer Sales & Marketing PT Bridgestone Tire Indonesia beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa pada mobil listrik juga dikaitkan dengan Load Index. Sehingga dibutuhkan penyesuaian pada produk ban khusus EV.
Low Rolling Resistance pada ban mobil listrik dibutuhkan untuk memberikan daya berputar lebih baik. Sehingga membantu mengurangi gesekan dan meningkatkan efisiensi energi.
Kemudian jika Load Index mengacu pada kemampuan maksimal ban mengangkut beban. Walhasil membutuhkan pengembangan lebih dibandingkan untuk mobil bensin.
“Kalau Load Index mobil listrik kan pasti lebih besar. Kita juga harus lihat bebannya seperti apa,” tutur Gatot kemudian.
Urusan Noise, ban kendaraan setrum dikatakan harus lebih hening daripada konvensional. Hal ini mengacu pada kenyamanan berkendara.
Diketahui bersama jika EV tidak menimbulkan suara mesin seperti mobil bensin. Sehingga ban kendaraan setrum diwajibkan Low Noise.
Dikutip dari laman Wuling Motors, bahan dasar pembuatan ban mobil listrik berbeda dengan konvensional. Produsen menggunakan bahan-bahan lebih ringan dan berteknologi tinggi.
Sehingga bisa memaksimalkan efisiensi energi pada kendaraan. Tidak hanya minim gesekan, namun juga memperpanjang usia pakai.
Sedangkan bahan dan lapisan pada ban mobil bensin lebih beragam. Hadirnya campuran karet, serat hingga zat penguat lain menyebabkan bobot produk lebih berat dan tidak efisien.
Lebih jauh juga dikatakan ban mobil listrik cenderung lebih rendah emisi. Sehingga selaras dengan kendaraan yang juga ramah lingkungan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 18:48 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini