Buntut Kasus Sales Surabaya, Wuling Resmi Serahkan Unit Darion
09 September 2026, 20:14 WIB
Terdapat beberapa perbedaan ban mobil listrik dengan kendaraan roda empat bermesin bensin yang harus diketahui
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Ban mobil memiliki tugas penting untuk memastikan perjalanan tetap aman dan juga nyaman. Oleh karena itu dalam menentukan tidak boleh sembarangan.
Teknologi yang dikembangkan untuk ban mobil juga terus mengikuti zaman. Terlebih belakangan tren mobil listrik terus meningkat, terkhusus di Indonesia.
Ban mobil yang dibuat khusus untuk kendaraan setrum dikatakan harus memiliki dua fitur penting. Masing-masing dikembangkan guna memberikan pengalaman berbeda ketika berkendara.
“Ban mobil listrik paling lebih ke optimalisasi Noise dan Rolling Resistance (Hambatan Gulir) lebih baik. Selama keduanya baik bisa dipakai di mana saja,” ungkap Gatot Adrie Triyono, Head of Consumer Sales & Marketing PT Bridgestone Tire Indonesia beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa pada mobil listrik juga dikaitkan dengan Load Index. Sehingga dibutuhkan penyesuaian pada produk ban khusus EV.
Low Rolling Resistance pada ban mobil listrik dibutuhkan untuk memberikan daya berputar lebih baik. Sehingga membantu mengurangi gesekan dan meningkatkan efisiensi energi.
Kemudian jika Load Index mengacu pada kemampuan maksimal ban mengangkut beban. Walhasil membutuhkan pengembangan lebih dibandingkan untuk mobil bensin.
“Kalau Load Index mobil listrik kan pasti lebih besar. Kita juga harus lihat bebannya seperti apa,” tutur Gatot kemudian.
Urusan Noise, ban kendaraan setrum dikatakan harus lebih hening daripada konvensional. Hal ini mengacu pada kenyamanan berkendara.
Diketahui bersama jika EV tidak menimbulkan suara mesin seperti mobil bensin. Sehingga ban kendaraan setrum diwajibkan Low Noise.
Dikutip dari laman Wuling Motors, bahan dasar pembuatan ban mobil listrik berbeda dengan konvensional. Produsen menggunakan bahan-bahan lebih ringan dan berteknologi tinggi.
Sehingga bisa memaksimalkan efisiensi energi pada kendaraan. Tidak hanya minim gesekan, namun juga memperpanjang usia pakai.
Sedangkan bahan dan lapisan pada ban mobil bensin lebih beragam. Hadirnya campuran karet, serat hingga zat penguat lain menyebabkan bobot produk lebih berat dan tidak efisien.
Lebih jauh juga dikatakan ban mobil listrik cenderung lebih rendah emisi. Sehingga selaras dengan kendaraan yang juga ramah lingkungan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 September 2026, 20:14 WIB
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan