BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Pabrik BYD di Subang Jawa Barat akan mulai beroperasi pada akhir 2025 dan membutuhkan banyak tenaga kerja
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pabrik BYD di Subang Smartpolitan, Jawa Barat akan segera rampung. Fasilitas tersebut dikabarkan siap memproduksi mobil listrik di akhir 2025.
Bersamaan manufaktur asal China satu ini memerlukan belasan ribu karyawan buat di tempatkan di sana.
“Butuh tenaga kerja hampir 18 ribu,” ungkap Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations di akun Instagram pribadinya, Jumat (21/03).
Luther menceritakan bahwa pabrik BYD di Subang akan membuka sejumlah lowongan pekerjaan. Seperti untuk posisi engineer dan elektronik.
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat pun menyambut baik kehadiran fasilitas produk milik BYD. Sebab bisa menyerap banyak tenaga kerja.
Oleh sebab itu orang nomor satu di Bandung, Tasik dan lain-lain berniat menyiapkan masyarakatnya agar dapat bekerja di pabrik tersebut.
“Pada tahun ini pemerintah provinsi Jawa Barat harus menyiapkan 18 ribu untuk calon tenaga kerja di BYD, baik tenaga kerja terampil atau biasa,” ungkap Dedi dalam postingan yang sama.
Guna mewujudkan rencananya itu, Dedi langsung menginstruksikan Bupati Subang, Jawa Barat buat menyediakan belasan ribu calon karyawan di pabrik BYD.
Ia meminta agar para calon pekerja memiliki mental yang kuat, sehingga dapat memberikan kemampuan maksimal untuk produsen EV (Electric Vehicle) tersebut.
“Jangankan kerja di Subang, di Jepang dan Arab saja bagus masa di sini tidak, pokoknya Jawa Barat istimewa,” Dedi menuturkan.
Selain mengenai tenaga kerja, Dedi Mulyadi juga membahas berbagai persoalan untuk kesiapan operasional pabrik BYD.
“Kita baru saja rapat menyelesaikan masalah yang banyak. Seperti listrik, jaringan jalan serta akses pintu tol Senin kita bicara dengan Menteri PU,” tegas Gubernur Jawa Barat.
Sebagai informasi, pabrik BYD di Indonesia dijadwalkan bakal rampung tahun ini dan langsung memulai produksi.
Tak tanggung-tanggung, fasilitas tersebut rencananya akan menghabiskan dana sebesar USD 1 miliar atau setara Rp 16,2 triliun.
Nantinya bakal memiliki kapasitas produksi sampai 150.000 setahun. Besarnya angka tersebut diharapkan bisa dioptimalkan secara bertahap seiring dengan meningkatkan permintaan mobil listrik di Tanah Air.
Di sisi lain BYD akan memberikan beragam pengetahuan tentang industri mobil listrik. Mulai dari proses produksi kendaraan, pengembangan teknologi baterai hingga elektrifikasi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
14 September 2026, 18:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
Terkini
23 September 2026, 19:00 WIB
Daihatsu buktikan komitmennya menjaga efisiensi energi dan keberlanjutan dalam proses produksi kendaraan
23 September 2026, 17:49 WIB
Sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device di Toyota Veloz Hybrid punya konsumsi BBM tergolong hemat
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz diklaim mendapat sambutan positif usai HMID menerapkan strategi baru di Indonesia
23 September 2026, 07:00 WIB
Carro resmi rambah bisnis mobil baru, kolaborasi dengan Omoda Jaecoo dan buka diler pertama di Harapan Indah
23 September 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang belum kedaluwarsa
23 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik dalam mengurus dokumen berkendara berbentuk kartu
22 September 2026, 21:27 WIB
Pameran IMHAX berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal penjualan maupun pengunjung yang datang langsung
22 September 2026, 20:01 WIB
Salah satu pameran otomotif, yakni Gaikindo Auto Week (GAW 2026) akan berlangsung pada akhir November