Polytron Fest 51: Makin Serius di Industri Otomotif Tanah Air
20 September 2026, 21:41 WIB
Di tengah gempuran mobil listrik China, Nissan menilai konsumen RI masih lebih cocok pakai mobil hybrid
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pabrikan Jepang di Indonesia lebih gencar memboyong lini mobil hybrid ketimbang BEV (Battery Electric Vehicle). PT NMDI (Nissan Motor Distributor Indonesia) menyebutkan ada beberapa alasan konsumen RI cocok pakai HEV (Hybrid Electric Vehicle).
Meskipun begitu, pihak Nissan tidak menampik bahwa saat ini mulai banyak kehadiran mobil listrik asal China hadir menambah pilihan bagi konsumen.
“Kita mengumpulkan banyak informasi (dari konsumen dan pasar), perbedaan (mobil hybrid) dari model ICE (Internal Combustion Engine),” kata Asako Hoshino, Executive Vice President Nissan Motor di Jakarta Selatan, Jumat (6/12).
Menurut dia sekarang ekosistem kendaraan listrik di Indonesia masih belum cukup. Hal itu membuat pihak Nissan memutuskan untuk berinvestasi lebih besar di mobil bensin dan hybrid e-Power.
Asako menegaskan teknologi e-Power jadi solusi yang sesuai sebagai jembatan atau transisi sebelum beralih ke mobil listrik murni alias BEV.
“Setelah mencoba EV, pasti tidak akan lupa sama akselerasi dan Quiteness-nya. Tetapi karena infrastruktur dan hal-hal lain, tak mudah untuk memiliki BEV jadi e-Power sediakan sensasi berkendara EV tanpa perlu memikirkan charging,” tegas Asako.
Teknologi hybrid milik Nissan disebut dengan e-Power, di mana mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk motor elektrik yang menggerakan roda. Jadi cukup berbeda dari kebanyakan mobil hybrid lain di tanah air.
Dikutip dari laman resmi Nissan, e-Power terdiir dari mesin silinder 1.200 cc, generator, inverter dan motor elektrik. Mesin ICE dan generator menghasilkan listrik lalu disimpan di baterai Lithium-Ion.
Setelah itu daya pada baterai disalurkan ke motor elektrik untuk memberikan daya, sehingga tidak butuh charging seperti mobil listrik pada umumnya.
Ada beberapa keunggulan ditawarkan lewat penggunaan e-Power. Misalnya suara mesin lebih halus dan baterai dapat diisi dengan mudah karena tersedia sistem regenerasi saat mobil deselerasi atau memperlambat kecepatan.
Kemudian adanya baterai dan motor elektrik menghasilkan tenaga listrik dapat membuat mobil dapat melakukan akselerasi lebih cepat dari kendaraan konvensional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
Terkini
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia
20 September 2026, 20:03 WIB
Pedro Acosta bayar kesalahannya di balapan sprint, mempertahankan posisi pertama di MotoGP Austria 2026
19 September 2026, 21:00 WIB
Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan
19 September 2026, 20:47 WIB
Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial
19 September 2026, 20:02 WIB
ACC Carnival Medan tawarkan banyak promo menarik bagi para pengunjung hingga bisa dapat cashback Rp 1 juta