Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Di tengah gempuran mobil listrik China, Nissan menilai konsumen RI masih lebih cocok pakai mobil hybrid
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pabrikan Jepang di Indonesia lebih gencar memboyong lini mobil hybrid ketimbang BEV (Battery Electric Vehicle). PT NMDI (Nissan Motor Distributor Indonesia) menyebutkan ada beberapa alasan konsumen RI cocok pakai HEV (Hybrid Electric Vehicle).
Meskipun begitu, pihak Nissan tidak menampik bahwa saat ini mulai banyak kehadiran mobil listrik asal China hadir menambah pilihan bagi konsumen.
“Kita mengumpulkan banyak informasi (dari konsumen dan pasar), perbedaan (mobil hybrid) dari model ICE (Internal Combustion Engine),” kata Asako Hoshino, Executive Vice President Nissan Motor di Jakarta Selatan, Jumat (6/12).
Menurut dia sekarang ekosistem kendaraan listrik di Indonesia masih belum cukup. Hal itu membuat pihak Nissan memutuskan untuk berinvestasi lebih besar di mobil bensin dan hybrid e-Power.
Asako menegaskan teknologi e-Power jadi solusi yang sesuai sebagai jembatan atau transisi sebelum beralih ke mobil listrik murni alias BEV.
“Setelah mencoba EV, pasti tidak akan lupa sama akselerasi dan Quiteness-nya. Tetapi karena infrastruktur dan hal-hal lain, tak mudah untuk memiliki BEV jadi e-Power sediakan sensasi berkendara EV tanpa perlu memikirkan charging,” tegas Asako.
Teknologi hybrid milik Nissan disebut dengan e-Power, di mana mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk motor elektrik yang menggerakan roda. Jadi cukup berbeda dari kebanyakan mobil hybrid lain di tanah air.
Dikutip dari laman resmi Nissan, e-Power terdiir dari mesin silinder 1.200 cc, generator, inverter dan motor elektrik. Mesin ICE dan generator menghasilkan listrik lalu disimpan di baterai Lithium-Ion.
Setelah itu daya pada baterai disalurkan ke motor elektrik untuk memberikan daya, sehingga tidak butuh charging seperti mobil listrik pada umumnya.
Ada beberapa keunggulan ditawarkan lewat penggunaan e-Power. Misalnya suara mesin lebih halus dan baterai dapat diisi dengan mudah karena tersedia sistem regenerasi saat mobil deselerasi atau memperlambat kecepatan.
Kemudian adanya baterai dan motor elektrik menghasilkan tenaga listrik dapat membuat mobil dapat melakukan akselerasi lebih cepat dari kendaraan konvensional.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta