Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
Banyak mobil listrik murah berdatangan di Indonesia, KNKT sebut produsen tetap perlu perhatikan keselamatan
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Indonesia kedatangan banyak mobil listrik murah. Dengan banderol mulai dari Rp100 jutaan masyarakat sudah bisa memiliki kendaraan bertenaga listrik.
Walaupun berukuran kecil dan harganya lebih murah, Ahmad Wildan selaku Investigator Senior KNKT mengatakan bahwa potensi bahaya tetap selalu ada.
Dengan harga lebih mudah dijangkau masyarakat, bisa jadi mengorbankan faktor keselamatan.
Tidak sekadar fitur namun ada hal lain perlu jadi perhatian yaitu BMS (Battery Management System). Menurutnya teknologi tersebut merupakan keamanan utama di dalam baterai.
Untuk diketahui BMS pada mobil listrik adalah sistem elektronik dengan fungsi mengatur dan menjaga baterai dari kondisi-kondisi yang bisa merusak.
Masalah pada penyimpan daya dapat berimbas fatal karena menyebabkan kebakaran dan hampir mustahil dipadamkan. Di Indonesia maupun global bahkan belum ada alat pemadam khusus baterai.
“Terkait BMS ini, ada harga ada rupa. Ada BMS yang hanya bisa mendeteksi kemampuan satu boks, ada juga bisa mendeteksi setiap satu sel (baterai),” ungkap Wildan di Hotel Santika ICE BSD, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.
Teknologi BMS lengkap harusnya bisa menghentikan sistem secara otomatis saat ada masalah pada baterai sehingga kemungkinan malfungsi bisa dihindari.
Sayangnya pada jenis lainnya tidak bisa mendeteksi masalah sejak dini. Sehingga memiliki potensi mengalami kerusakan fatal.
“Dalam satu boks ada ratusan sel baterai. Satu alami malfungsi dia hanya bisa charge sampai 70 persen sementara sel lain sampai 100 persen, akhirnya baterai bisa menjadi panas dan menjalar ke mana-mana sehingga meledak,” jelas Wildan.
Pada akhirnya setiap APM (Agen Pemegang Merek) perlu menyediakan APAR mobil listrik, diatur pada PM (Peraturan Menteri) Nomor 74 Tahun 2021.
Perlu ada edukasi agar seluruh pihak memperhatikan kesesuaian APAR mobil listrik agar bisa digunakan saat terjadi hal-hal tidak diinginkan.
Pihak Kemenhub sendiri sekarang tengah mengkaji lebih lanjut terkait keselamatan penggunaan mobil listrik, mengingat populasinya sudah semakin bertumbuh di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota