10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil LIstrik buatan Universitas Gajah Mada (UGM) bernama GaTe akan digunakan untuk bandara seluruh Indonesia
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Terus melakukan inovasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan mobil listrik karya anak bangsa. Kendaraan bernama GATe (Gadjahmada Airport Transporter Electronic) secara resmi diserahkan kepada Kementerian Perhubungan.
Terdapat 6 unit mobil, penyerahaan secara simbolis diberikan pada Direktur Penelitian UGM, Prof. Dr. Mustofa, Apt., M. Kes kepada Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto Raharjo, disaksikan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, Prof. Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M di Grha Sabha Pramana.
Bersama beberapa sponsor, Kementerian Perhubungan akan menggunakan 6 unit GATe sebagai kendaraan di bandara seluruh Indonesia. Langkah ini diambil sebagai uji coba prototipe secara langsung.
Mitra kerja sama berencana mengoperasikan 6 unit GATe, yaitu 2 unit dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI. 4 unit masing-masing dari PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, Grab dan Gojek.
Melalui keterangan resminya, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi memberikan mobil listrik GATe sebagai hasil kerja sama yang dipayungi semangat Indonesia untuk memimpin G20 dan fokus pada lingkungan.
“Oleh karenanya kami bersepakat keenam kendaraan GATe ini akan kita operasionalkan di Soekarno Hatta 3 dan 3 di YIA. Ini ada 6 kendaraan yang akan hilir mudik menjadi kebanggaan kita," kata Budi.
Meski sudah terpesan, mobil ramah lingkungan tersebut rencananya baru akan diproduksi tahun depan. Karena itu, pihak UGM belum bisa membeberkan spesifikasi resmi kendaraan secara lengkap.
Meski demikian, bocorannya, mobil listrik tersebut dibenamkan baterai berkapasitas 150 Hz dan memiliki kemampuan berjalan hingga 70 km. Kecepatan maksimal yang mampi dicapai yakni 21 kilometer per jam.
Wakil Rektor bidang Kerja Sama dan Alumni, Paripurna Sugarda berharap, penggunaan prototipe mobil listrik tersebut mampu menjadi moyivasi bagi UGM untuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia maupun dunia. Tak hanya sebagai konsumen, peran tersebut meliputi sisi desain, prototyping, pengujian sampai manufacturing komponen-komponen kendaraan listrik secara utuh.
“Sehingga Indonesia tidak hanya konsumen tapi turut aktif sebagai produsen. Ini merupakan realisasi kerja sama antara industri dan perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat," paparnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Terkini
17 Agustus 2026, 07:42 WIB
Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia