BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Mobil LIstrik buatan Universitas Gajah Mada (UGM) bernama GaTe akan digunakan untuk bandara seluruh Indonesia
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Terus melakukan inovasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan mobil listrik karya anak bangsa. Kendaraan bernama GATe (Gadjahmada Airport Transporter Electronic) secara resmi diserahkan kepada Kementerian Perhubungan.
Terdapat 6 unit mobil, penyerahaan secara simbolis diberikan pada Direktur Penelitian UGM, Prof. Dr. Mustofa, Apt., M. Kes kepada Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto Raharjo, disaksikan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, Prof. Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M di Grha Sabha Pramana.
Bersama beberapa sponsor, Kementerian Perhubungan akan menggunakan 6 unit GATe sebagai kendaraan di bandara seluruh Indonesia. Langkah ini diambil sebagai uji coba prototipe secara langsung.
Mitra kerja sama berencana mengoperasikan 6 unit GATe, yaitu 2 unit dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI. 4 unit masing-masing dari PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, Grab dan Gojek.
Melalui keterangan resminya, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi memberikan mobil listrik GATe sebagai hasil kerja sama yang dipayungi semangat Indonesia untuk memimpin G20 dan fokus pada lingkungan.
“Oleh karenanya kami bersepakat keenam kendaraan GATe ini akan kita operasionalkan di Soekarno Hatta 3 dan 3 di YIA. Ini ada 6 kendaraan yang akan hilir mudik menjadi kebanggaan kita," kata Budi.
Meski sudah terpesan, mobil ramah lingkungan tersebut rencananya baru akan diproduksi tahun depan. Karena itu, pihak UGM belum bisa membeberkan spesifikasi resmi kendaraan secara lengkap.
Meski demikian, bocorannya, mobil listrik tersebut dibenamkan baterai berkapasitas 150 Hz dan memiliki kemampuan berjalan hingga 70 km. Kecepatan maksimal yang mampi dicapai yakni 21 kilometer per jam.
Wakil Rektor bidang Kerja Sama dan Alumni, Paripurna Sugarda berharap, penggunaan prototipe mobil listrik tersebut mampu menjadi moyivasi bagi UGM untuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia maupun dunia. Tak hanya sebagai konsumen, peran tersebut meliputi sisi desain, prototyping, pengujian sampai manufacturing komponen-komponen kendaraan listrik secara utuh.
“Sehingga Indonesia tidak hanya konsumen tapi turut aktif sebagai produsen. Ini merupakan realisasi kerja sama antara industri dan perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat," paparnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina Lubricants dan Telkomsel berkolaborasi untuk menghadirkan Promo Gokil untuk para ojek online
23 September 2026, 19:00 WIB
Daihatsu buktikan komitmennya menjaga efisiensi energi dan keberlanjutan dalam proses produksi kendaraan
23 September 2026, 17:49 WIB
Sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device di Toyota Veloz Hybrid punya konsumsi BBM tergolong hemat
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz diklaim mendapat sambutan positif usai HMID menerapkan strategi baru di Indonesia