Mobil Hybrid BYD Gunakan Teknologi Baru, Jarak Tempuh 2.100 KM

Pakai generasi kelima teknologi DM, mobil hybrid BYD bisa menjelajah 2.100 km saat baterai dan tangki bensin terisi

Mobil Hybrid BYD Gunakan Teknologi Baru, Jarak Tempuh 2.100 KM
Serafina Ophelia

KatadataOTO – BYD (Build Your Dreams) resmi meluncurkan generasi kelima dari teknologi hybrid PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) di China. Ini kemudian dipakaikan pada dua model terbaru yakni Seal 06 DM-i dan Qin L DM-i.

Untuk diketahui DM sendiri berarti Dual Mode, nama yang dipakai BYD untuk melabeli kendaraan PHEV. Pada 2008 teknologi tersebut diperkenalkan dengan nama F3DM.

Dilansir dari Carnewschina, Jumat (31/5) tiga poin terbaik berhasil dicapai BYD lewat teknologi ini adalah efisiensi suhu mesin tertinggi di 46,06 persen, konsumsi bahan bakar paling rendah yaitu 2,9 liter/100 km atau 1 : 29 dan jarak komprehensif terjauh 2.100 km.

Artinya dalam satu kali pengisian daya baterai dan kondisi tangki bensin terisi penuh, mobil hybrid BYD yang dibekali DM generasi terbaru dapat menjelajah sampai 2.100 km. Jika hanya mengandalkan baterai jarak tempuhnya 120 km.

Mobil hybrid BYD
Photo : BYD

Dua mobil hybrid BYD terbaru menggunakan Blade Battery berkapasitas 10,08 kWh atau 15,87 kWh tergantung varian serta dilengkapi aki 12V.

Kemudian ada dua pilihan motor elektrik, pertama adalah EHS120 hasilkan tenaga 161 hp dan torsi 210 Nm. Sedangkan opsi kedua EHS160 diklaim dapat menghasilkan tenaga 214 hp serta torsi puncak 260 Nm.

Sebagai perbandingan, sejumlah PHEV lain di pasaran global saat ini umumnya bisa mengakomodir daya jelajah 100 km ke bawah tanpa bantuan bensin. Seperti Chery Tiggo 9 PHEV di 100 km atau Mitsubishi Outlander PHEV sejauh 61 km.

Sistem pengisian daya juga telah dikembangkan. Waktu pengecasan DC (Normal Charging) diklaim lebih cepat 60 persen dibandingkan sebelumnya, sementara DC Fast Charging butuh waktu 21 menit saja buat mengisi dari 30 persen ke 80 persen.

Seal 06 versi Hybrid

Di Indonesia, model Seal ditawarkan pada konsumen namun pakai konfigurasi dapur pacu bertenaga listrik murni alias BEV (Battery Electric Vehicle). Model itu dibekali daya jelajah 580 km sampai 650 km.

Keunggulan ditawarkan dari Seal versi plug-in hybrid adalah efisiensi bahan bakar, memungkinkan Seal 06 DM-i menjelajah sampai 2.100 km dengan bantuan baterai.

Mobil hybrid BYD
Photo : BYD

Sama seperti Seal 06, Qin L DM-i menggunakan platform dan konfigurasi dapur pacu yang hampir sama. Pembeda utamanya adalah desain, Seal tampak lebih modern terkhusus dengan pemakaian Hidden Door Handle. 

Bicara harga baik Seal hybrid maupun kembarannya Qin L DM-i dijual mulai Rp 223,2 jutaan sampai Rp 313,3 jutaan.


Terkini

news
SIM Keliling Bandung

2 Lokasi SIM Keliling Bandung 13 Agustus, Jangan Salah Jadwal

Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini

news
SIM Keliling Jakarta

Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Kamis 13 Agustus 2026

SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu

news
Ganjil Genap Jakarta

Simak Aturan Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 13 Agustus 2026

Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk

news
Astra Financial

ACC dan TAF Raih 5.602 SPK, Target Astra Financial Terlampaui

Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF

mobil
Mobil listrik

iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu

iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia

news
Farizon

EV Farizon SV Masuk ke Sektor Transportasi Antar Kota

Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit

mobil
Toyota Veloz Hybrid

Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen

Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail

mobil
Harga Bahan Baku Baterai Lithium Naik, Banderol EV Bakal Terkerek

Pengamat Ungkap Kebakaran EV di RI Bukan Disebabkan oleh Baterai

Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan