Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Mitsubishi Fuso dan Hino akan bekerja sama kembangkan kendaraan niaga lewat perusahaan baru mulai April 2026
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Daimler Truck selaku pemegang saham mayoritas Mitsubishi Fuso sepakat untuk bekerja sama dengan Toyota selaku induk perusahaan Hino Motors.
Kolaborasi tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan pasar kendaraan komersial atau niaga di kawasan Asia Pasifik dan sekitarnya.
Perusahaan gabungan keduanya ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di mana Daimler Truck dan Toyota berencana memegang 25 persen sahamnya.
Namun perusahaan induk masing-masing berencana untuk memegang saham secara utuh. Hanya saja belum ada informasi soal nama perusahaan gabungan dan detail kerja sama mereka.
“Melalui perusahaan baru kami mengkombinasikan dua merek, sumber daya, kompetensi dan keahlian kami dalam mendukung kebutuhan transportasi konsumen di masa depan,” kata Karl Depen, CEO Mitsubishi Fuso dikutip dari siaran resmi, Selasa (10/05).
Dalam kesempatan tersebut ia turut mengungkapkan bahwa dirinya bakal menjadi calon CEO perusahaan gabungan tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa integrasi Mitsubishi Fuso bersama Hino bermaksud menghadirkan kendaraan komersial produksi Jepang yang lebih kompetitif untuk pasar Asia.
Seluruh pihak terkait juga menyenggol perihal kebutuhan kendaraan komersial ramah lingkungan buat kebutuhan logistik yang tengah dibutuhkan konsumen global saat ini.
Sederet konsep teknologi yang bakal dikembangkan oleh perusahaan ini disebut sebagai CASE atau Connected, Autonomous, Shared, Electric serta hidrogen.
“Kesepakatan kami hari ini bukanlah sebuah pencapaian, tetapi permulaan. Perusahaan kami punya target menghasilkan (solusi) mobilitas berkelanjutan dan akan terus menciptakan masa depan kendaraan komersial bersama-sama,” kata Koji Sato, CEO Toyota.
Sebagai informasi, kendaraan komersial khususnya untuk keperluan logistik dinilai menjadi salah satu penyumbang polusi.
Penggunaan kendaraan seperti truk listrik dapat membantu mengurangi pencemaran udara secara signifikan.
Namun adopsi ramah lingkungannya masih temui banyak kendala. Di Indonesia, manufaktur EV (Electric Vehicle) di segmen niaga mengklaim sudah melakukan studi terkait hal itu di dalam negeri.
“Riset dengan VKTR, satu hal yang membuat kita mundur selangkah, di Indonesia penggunaan heavy duty truck sering melewati batas ketentuan atau ODOL (Over Dimension and Over Load,” kata Luther T. Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.
Kebiasaan membawa muatan berlebih dapat membahayakan pengguna kendaraan, termasuk pada kendaraan bertenaga listrik berbasis baterai.
Di sisi lain tarif yang rendah juga menjadi permasalahan dari munculnya ODOL. Sehingga penanganan masalah di atas bak benang kusut.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
08 Agustus 2026, 16:14 WIB
08 Agustus 2026, 11:00 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika