Biaya Pertamax Full Tank buat MPV, Innova Zenix Rp 800 Ribuan
12 Juni 2026, 15:00 WIB
Mitsubishi Fuso dan Hino akan bekerja sama kembangkan kendaraan niaga lewat perusahaan baru mulai April 2026
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Daimler Truck selaku pemegang saham mayoritas Mitsubishi Fuso sepakat untuk bekerja sama dengan Toyota selaku induk perusahaan Hino Motors.
Kolaborasi tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan pasar kendaraan komersial atau niaga di kawasan Asia Pasifik dan sekitarnya.
Perusahaan gabungan keduanya ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di mana Daimler Truck dan Toyota berencana memegang 25 persen sahamnya.
Namun perusahaan induk masing-masing berencana untuk memegang saham secara utuh. Hanya saja belum ada informasi soal nama perusahaan gabungan dan detail kerja sama mereka.
“Melalui perusahaan baru kami mengkombinasikan dua merek, sumber daya, kompetensi dan keahlian kami dalam mendukung kebutuhan transportasi konsumen di masa depan,” kata Karl Depen, CEO Mitsubishi Fuso dikutip dari siaran resmi, Selasa (10/05).
Dalam kesempatan tersebut ia turut mengungkapkan bahwa dirinya bakal menjadi calon CEO perusahaan gabungan tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa integrasi Mitsubishi Fuso bersama Hino bermaksud menghadirkan kendaraan komersial produksi Jepang yang lebih kompetitif untuk pasar Asia.
Seluruh pihak terkait juga menyenggol perihal kebutuhan kendaraan komersial ramah lingkungan buat kebutuhan logistik yang tengah dibutuhkan konsumen global saat ini.
Sederet konsep teknologi yang bakal dikembangkan oleh perusahaan ini disebut sebagai CASE atau Connected, Autonomous, Shared, Electric serta hidrogen.
“Kesepakatan kami hari ini bukanlah sebuah pencapaian, tetapi permulaan. Perusahaan kami punya target menghasilkan (solusi) mobilitas berkelanjutan dan akan terus menciptakan masa depan kendaraan komersial bersama-sama,” kata Koji Sato, CEO Toyota.
Sebagai informasi, kendaraan komersial khususnya untuk keperluan logistik dinilai menjadi salah satu penyumbang polusi.
Penggunaan kendaraan seperti truk listrik dapat membantu mengurangi pencemaran udara secara signifikan.
Namun adopsi ramah lingkungannya masih temui banyak kendala. Di Indonesia, manufaktur EV (Electric Vehicle) di segmen niaga mengklaim sudah melakukan studi terkait hal itu di dalam negeri.
“Riset dengan VKTR, satu hal yang membuat kita mundur selangkah, di Indonesia penggunaan heavy duty truck sering melewati batas ketentuan atau ODOL (Over Dimension and Over Load,” kata Luther T. Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.
Kebiasaan membawa muatan berlebih dapat membahayakan pengguna kendaraan, termasuk pada kendaraan bertenaga listrik berbasis baterai.
Di sisi lain tarif yang rendah juga menjadi permasalahan dari munculnya ODOL. Sehingga penanganan masalah di atas bak benang kusut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
05 Juni 2026, 09:00 WIB
04 Juni 2026, 19:34 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi