Interior Berkelas Toyota HiAce Premio Ultimate Racikan Lombardi
02 September 2026, 15:00 WIB
Mitsubishi Fuso dan Hino akan bekerja sama kembangkan kendaraan niaga lewat perusahaan baru mulai April 2026
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Daimler Truck selaku pemegang saham mayoritas Mitsubishi Fuso sepakat untuk bekerja sama dengan Toyota selaku induk perusahaan Hino Motors.
Kolaborasi tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan pasar kendaraan komersial atau niaga di kawasan Asia Pasifik dan sekitarnya.
Perusahaan gabungan keduanya ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di mana Daimler Truck dan Toyota berencana memegang 25 persen sahamnya.
Namun perusahaan induk masing-masing berencana untuk memegang saham secara utuh. Hanya saja belum ada informasi soal nama perusahaan gabungan dan detail kerja sama mereka.
“Melalui perusahaan baru kami mengkombinasikan dua merek, sumber daya, kompetensi dan keahlian kami dalam mendukung kebutuhan transportasi konsumen di masa depan,” kata Karl Depen, CEO Mitsubishi Fuso dikutip dari siaran resmi, Selasa (10/05).
Dalam kesempatan tersebut ia turut mengungkapkan bahwa dirinya bakal menjadi calon CEO perusahaan gabungan tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa integrasi Mitsubishi Fuso bersama Hino bermaksud menghadirkan kendaraan komersial produksi Jepang yang lebih kompetitif untuk pasar Asia.
Seluruh pihak terkait juga menyenggol perihal kebutuhan kendaraan komersial ramah lingkungan buat kebutuhan logistik yang tengah dibutuhkan konsumen global saat ini.
Sederet konsep teknologi yang bakal dikembangkan oleh perusahaan ini disebut sebagai CASE atau Connected, Autonomous, Shared, Electric serta hidrogen.
“Kesepakatan kami hari ini bukanlah sebuah pencapaian, tetapi permulaan. Perusahaan kami punya target menghasilkan (solusi) mobilitas berkelanjutan dan akan terus menciptakan masa depan kendaraan komersial bersama-sama,” kata Koji Sato, CEO Toyota.
Sebagai informasi, kendaraan komersial khususnya untuk keperluan logistik dinilai menjadi salah satu penyumbang polusi.
Penggunaan kendaraan seperti truk listrik dapat membantu mengurangi pencemaran udara secara signifikan.
Namun adopsi ramah lingkungannya masih temui banyak kendala. Di Indonesia, manufaktur EV (Electric Vehicle) di segmen niaga mengklaim sudah melakukan studi terkait hal itu di dalam negeri.
“Riset dengan VKTR, satu hal yang membuat kita mundur selangkah, di Indonesia penggunaan heavy duty truck sering melewati batas ketentuan atau ODOL (Over Dimension and Over Load,” kata Luther T. Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.
Kebiasaan membawa muatan berlebih dapat membahayakan pengguna kendaraan, termasuk pada kendaraan bertenaga listrik berbasis baterai.
Di sisi lain tarif yang rendah juga menjadi permasalahan dari munculnya ODOL. Sehingga penanganan masalah di atas bak benang kusut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan