Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Mercedes-Benz EQE terbakar saat diparkir dan tidak dalam kondisi charging, begini penjelasan pengamat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Belum lama ini kembali terjadi insiden mobil listrik terbakar. Satu unit Mercedes-Benz di area parkir apartemen di Korea Selatan, meski sedang tidak dalam kondisi pengisian daya.
Kejadian tersebut menghasilkan kobaran api yang besar dan membuat 21 orang harus dilarikan ke rumah sakit karena luka ringan. Lalu ada 70 kendaraan terkena dampak dan mengalami kerusakan.
Tujuh anak dan satu pemadam kebakaran dibawa ke rumah sakit karena menghirup asap hasil kebakaran itu. Sementara itu sekitar 209 penghuni harus dievakuasi dari lingkungan apartemen.
Berdasarkan penjelasan pihak pemadam kebakaran Incheon, api membara mulai pukul 6:15 waktu setempat di lantai parkir basement pertama.
Alhasil 177 petugas tanggap darurat dikirim ke lokasi kejadian. Butuh waktu sekitar delapan jam buat pemadam kebakaran menjinakkan api pada mobil listrik itu.
Perlu diketahui ini bukan kali pertama mobil listrik Mercedes-Benz EQE terbakar. Pada Juli 2023 unit serupa terbakar saat diparkir di garasi rumah.
Mobil tersebut merupakan pinjaman dari pihak Mercedes-Benz saat mobil konsumen harus masuk bengkel untuk servis. Sama seperti insiden di Korea Selatan, disebutkan bahwa EQE yang terbakar tidak sedang di-charging.
Mercedes-Benz EQE sendiri merupakan salah satu mobil yang dipasarkan di Indonesia. Namun hingga saat ini tidak ditemukan kejadian serupa.
Meski penyebabnya beragam, pengamat mengungkapkan bahwa hal tersebut mulai sering terjadi pada baterai dengan material Lithium-Ion.
“Tesla 3, Tesla Model S, Tesla Model X, BMW i3, BMW i7 hingga Mercedes-Benz EQE yang menggunakan baterai berbasis Lithium-Ion semakin ramai mengalami Thermal Run Out dan terbakar sampai meledak,” ucap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO, Selasa (7/8).
Secara ringkas, ia menjelaskan bahwa kobalt oksida atau nikel mangan kobalt oksida pada jenis baterai tersebut memiliki kepadatan energi lebih tinggi. Sehingga jadi lebih sensitif terhadap benturan dan panas berlebih.
Masih ada opsi material baterai lain yang diklaim lebih aman yakni LFP (Lithium Ferro Phosphate/LiFePO4). Jenis satu ini sudah digunakan oleh sejumlah manufaktur seperti BYD (Build Your Dreams).
“Stabilitas kimianya lebih baik, tahan terhadap Thermal Runaway dan risiko kegagalan lebih rendah dalam berbagai kondisi penggunaan,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan
02 Juli 2026, 06:02 WIB
SIM keliling Bandung bisa jadi opsi bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara dengan mudah
02 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan SIM yang mudah untuk warga Jakarta, simak lokasinya
01 Juli 2026, 21:33 WIB
Rofbell Ardante Sahroni mendapat apresiasi dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) atas prestasinya di ajang Drift
01 Juli 2026, 17:00 WIB
Harga Porsche Cayenne versi rakitan Malaysia semakin kompetitif di Rp 2,99 miliar, spesifikasi tidak berubah
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku secara nasional pada hari ini