Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Mercedes-Benz EQE terbakar saat diparkir dan tidak dalam kondisi charging, begini penjelasan pengamat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Belum lama ini kembali terjadi insiden mobil listrik terbakar. Satu unit Mercedes-Benz di area parkir apartemen di Korea Selatan, meski sedang tidak dalam kondisi pengisian daya.
Kejadian tersebut menghasilkan kobaran api yang besar dan membuat 21 orang harus dilarikan ke rumah sakit karena luka ringan. Lalu ada 70 kendaraan terkena dampak dan mengalami kerusakan.
Tujuh anak dan satu pemadam kebakaran dibawa ke rumah sakit karena menghirup asap hasil kebakaran itu. Sementara itu sekitar 209 penghuni harus dievakuasi dari lingkungan apartemen.
Berdasarkan penjelasan pihak pemadam kebakaran Incheon, api membara mulai pukul 6:15 waktu setempat di lantai parkir basement pertama.
Alhasil 177 petugas tanggap darurat dikirim ke lokasi kejadian. Butuh waktu sekitar delapan jam buat pemadam kebakaran menjinakkan api pada mobil listrik itu.
Perlu diketahui ini bukan kali pertama mobil listrik Mercedes-Benz EQE terbakar. Pada Juli 2023 unit serupa terbakar saat diparkir di garasi rumah.
Mobil tersebut merupakan pinjaman dari pihak Mercedes-Benz saat mobil konsumen harus masuk bengkel untuk servis. Sama seperti insiden di Korea Selatan, disebutkan bahwa EQE yang terbakar tidak sedang di-charging.
Mercedes-Benz EQE sendiri merupakan salah satu mobil yang dipasarkan di Indonesia. Namun hingga saat ini tidak ditemukan kejadian serupa.
Meski penyebabnya beragam, pengamat mengungkapkan bahwa hal tersebut mulai sering terjadi pada baterai dengan material Lithium-Ion.
“Tesla 3, Tesla Model S, Tesla Model X, BMW i3, BMW i7 hingga Mercedes-Benz EQE yang menggunakan baterai berbasis Lithium-Ion semakin ramai mengalami Thermal Run Out dan terbakar sampai meledak,” ucap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO, Selasa (7/8).
Secara ringkas, ia menjelaskan bahwa kobalt oksida atau nikel mangan kobalt oksida pada jenis baterai tersebut memiliki kepadatan energi lebih tinggi. Sehingga jadi lebih sensitif terhadap benturan dan panas berlebih.
Masih ada opsi material baterai lain yang diklaim lebih aman yakni LFP (Lithium Ferro Phosphate/LiFePO4). Jenis satu ini sudah digunakan oleh sejumlah manufaktur seperti BYD (Build Your Dreams).
“Stabilitas kimianya lebih baik, tahan terhadap Thermal Runaway dan risiko kegagalan lebih rendah dalam berbagai kondisi penggunaan,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan
09 September 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima lokasi berbeda, SIM keliling Jakarta hanya melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil