Bappenas Ungkap Strategi Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik
01 November 2026, 10:13 WIB
Kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang baik dari sisi produsen hingga infrastruktur terus dikebut
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus ditingkatkan untuk mengurangi emisi gas buang. Tidak hanya itu, konsumsi listrik di Tanah Air saat ini masih didominasi oleh rumah tangga dan industri.
Adapun konsentrasi penggunaan energi listrik masih terpusat di pulau Jawa dan Bali. Lalu dari sisi pasokan pembangkit listrik juga masih didominasi oleh batu bara, gas bumi serta energi fosil lainnya.
Guna meningkatkan konsumsi listrik khususnya di bidang transportasi, sebagai upaya menurunkan beban keuangan negara. Pemerintah berupaya untuk memanfaatkan energi baru terbarukan.
“Bappenas sedang menyiapkan dan juga sekaligus menerima masukan-masukan dari kepentingan untuk memanfaatkan penyusunan regulasi. Beberapa sektor seperti energi, TIK (teknologi Informasi dan Komunikasi), dan lainnya akan terintegrasi,” ucap Andianto Haryoko, Kasubdit Ekosistem dan Pemanfaatan TIK Bappenas RI dalam acara Webinar Electric Vehicle Forum 2022 oleh ZonaEBT.
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa dengan perkembangan teknologi saat ini, niat Pemerintah tersebut di atas lebih cepat untuk terwujud.
“Saat ini dengan perkembangan teknologi, isu nasional maupun global lebih cepat diperoleh. Ini akan mempercepat akselerasi dengan menagdopsi IoT (Internet of Thing), Big Data menggunakan Cloud,” jelasnya.
Disebutkan bahwa pulau Jawa dan Bali hingga saat ini masih menjadi penyumbang emisi paling besar. 56 persen penduduk di Indonesia tinggal di perkotaan dan hampir 70 persen berada di pulau Jawa dan Bali.
“Di 2022 kita (Indonesia) masih dalam kerangka Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahap ke-4 atau terakhir. Khusus sektor transportasi posisi kita di ASEAN sebagai pasar terbesar untuk kendaraan roda empat dengan 32 persen dari 9 negara,” tuturnya.
Hal tersebut dijelaskan bahwa Indonesia merupakan pasar yang cukup menjanjikan untuk produsen mobil baik kendaraan berbasis bahan bakar fosil. Selain itu juga memiliki potensi bagi produsen kendaraan listrik di masa depan.
Adapun saat ini dikatakan sudah ada pabrikan asal Korea yang sudah melakukan pembangunan pabrik, pendukung kendaraan listrik.
“Satu lagi ada Foxconn yang sudah mendapat izin untuk membuat fabrikasi di Indonesia,” ungkapnya.
Program elektrifikasi yang tengah diupayakan Pemerintah dewasa ini meliputi infrastruktur, teknologi baterai, ketersediaan energi listrik, insentif hingga membangun minat masyarakat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 November 2026, 10:13 WIB
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia
31 Oktober 2026, 22:37 WIB
Absennya Jorge Martin menjadi kesempatan berharga bagi Marquez untuk raih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026
31 Oktober 2026, 18:12 WIB
Deus ex Machina kembali ikut serta dalam acara tahunan yang mengumpulkan berbagai hobi maupun kesenian
31 Oktober 2026, 14:38 WIB
Sprint race MotoGP Malaysia 2026 dimenangkan oleh Pedro Acosta, hadapi persaingan sengit dengan Marc Marquez
31 Oktober 2026, 09:00 WIB
ADM baru saja menggelar Daihatsu Vocational Expo 2026 di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom, Klaten, Jawa Tengah
31 Oktober 2026, 08:05 WIB
Pameran sepeda motor IMOS 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang dan dalam durasi lebih lama yakni 10 hari
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
VinFast ikut perkenalkan lini mobil listrik di GIIAS Makassar 2026, untuk kebutuhan pribadi maupun komersial