Lamborghini Batal Bikin Mobil Listrik: Hampir Tak Ada Peminat
02 Maret 2026, 16:06 WIB
Kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang baik dari sisi produsen hingga infrastruktur terus dikebut
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus ditingkatkan untuk mengurangi emisi gas buang. Tidak hanya itu, konsumsi listrik di Tanah Air saat ini masih didominasi oleh rumah tangga dan industri.
Adapun konsentrasi penggunaan energi listrik masih terpusat di pulau Jawa dan Bali. Lalu dari sisi pasokan pembangkit listrik juga masih didominasi oleh batu bara, gas bumi serta energi fosil lainnya.
Guna meningkatkan konsumsi listrik khususnya di bidang transportasi, sebagai upaya menurunkan beban keuangan negara. Pemerintah berupaya untuk memanfaatkan energi baru terbarukan.
“Bappenas sedang menyiapkan dan juga sekaligus menerima masukan-masukan dari kepentingan untuk memanfaatkan penyusunan regulasi. Beberapa sektor seperti energi, TIK (teknologi Informasi dan Komunikasi), dan lainnya akan terintegrasi,” ucap Andianto Haryoko, Kasubdit Ekosistem dan Pemanfaatan TIK Bappenas RI dalam acara Webinar Electric Vehicle Forum 2022 oleh ZonaEBT.
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa dengan perkembangan teknologi saat ini, niat Pemerintah tersebut di atas lebih cepat untuk terwujud.
“Saat ini dengan perkembangan teknologi, isu nasional maupun global lebih cepat diperoleh. Ini akan mempercepat akselerasi dengan menagdopsi IoT (Internet of Thing), Big Data menggunakan Cloud,” jelasnya.
Disebutkan bahwa pulau Jawa dan Bali hingga saat ini masih menjadi penyumbang emisi paling besar. 56 persen penduduk di Indonesia tinggal di perkotaan dan hampir 70 persen berada di pulau Jawa dan Bali.
“Di 2022 kita (Indonesia) masih dalam kerangka Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahap ke-4 atau terakhir. Khusus sektor transportasi posisi kita di ASEAN sebagai pasar terbesar untuk kendaraan roda empat dengan 32 persen dari 9 negara,” tuturnya.
Hal tersebut dijelaskan bahwa Indonesia merupakan pasar yang cukup menjanjikan untuk produsen mobil baik kendaraan berbasis bahan bakar fosil. Selain itu juga memiliki potensi bagi produsen kendaraan listrik di masa depan.
Adapun saat ini dikatakan sudah ada pabrikan asal Korea yang sudah melakukan pembangunan pabrik, pendukung kendaraan listrik.
“Satu lagi ada Foxconn yang sudah mendapat izin untuk membuat fabrikasi di Indonesia,” ungkapnya.
Program elektrifikasi yang tengah diupayakan Pemerintah dewasa ini meliputi infrastruktur, teknologi baterai, ketersediaan energi listrik, insentif hingga membangun minat masyarakat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Maret 2026, 16:06 WIB
01 Maret 2026, 14:00 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 16:27 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah
03 Maret 2026, 07:24 WIB
Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit
03 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk mengatasi kemacetan lalu lintas
03 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi terbaik bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara
03 Maret 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta bisa jadi alternatif bagi warga Ibu Kota yang ingin memperpanjang masa berlaku
02 Maret 2026, 16:06 WIB
Lamborghini memutuskan untuk hadirkan Lanzador sebagai PHEV, EV murni masih belum berhasil menjaring peminat
02 Maret 2026, 14:00 WIB
Usaha rental mobil ikut terdampak di tengah lesunya ekonomi dan adanya efisiensi atau pemotongan anggaran