IIMS 2026 Resmi Ditutup, Tahun Depan Digelar Setelah Lebaran
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Aksi premanisme yang dilakukan ormas guna mengganggu proses pembangunan pabrik BYD jadi sorotan media Cina
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Aksi premanisme oleh ormas (organisasi masyarakat) kepada BYD kembali menjadi perbincangan. Bahkan juga disampaikan salah satu media asal Cina .
Belum lama ini, kabar terganggunya pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat sudah tersiar sampai ke Tiongkok.
“Di Indonesia, impian untuk menjadi pusat electric vehicle (EV) di Asia Tenggara berbenturan dengan musuh bebuyutan, yakni kelompok kejahatan terorganisir preman,” tulis South China Morning Post, Selasa (06/05).
Dalam laporan berjudul "Indonesia's EV Revolution Held Hostage by Preman Gangster Problem", mereka menulis kalau aksi premanisme selalu jadi momok menakutkan bagi para pelaku industri.
Dari awalnya hanya menggangu pedagang kaki lima dan usaha kecil, kini disebut juga mengusik fasilitas produksi milik BYD.
Padahal proyek itu digadang-gadang mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian di Tanah Air.
“Saat ini mereka telah menjadi kekuatan yang mengakar dalam tatanan ekonomi dan politik negara,” lanjut media itu.
Bahkan dalam laporan tersebut juga diungkapkan bahwa aksi premanisme tidak hanya dialami oleh BYD. Namun VinFast produsen mobil listrik asal Vietnam ikut menjadi korban.
Hal tersebut tentu saja cukup mengecewakan banyak pihak. Alasannya dinilai bisa menggangu pertumbuhan industri EV di Indonesia.
Sekadar mengingatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ) mau turun tangan menangani kasus yang dialami oleh jenama asal Cina ini.
Mereka mengaku bakal melakukan komunikasi dengan BYD Indonesia untuk menyelesaikan masalah gangguan ormas, dalam proses pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat.
“Hari ini akan mencoba mengontak kawan-kawan dari BYD bagaimana situasinya,” ucap Nurul Ichwan, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM di Antara.
Nurul mengatakan setelah komunikasi dengan BYD, BKPM akan berkoordinasi dengan Satgas Anti Premanisme.
Kementerian BKPM ingin tindakan premanisme serta berbagai aktivitas meresahkan yang dapat ditangani secara efektif.
Ia juga mengungkapkan bahwa BKPM secara konsisten menyatakan bahwa aksi premanisme serta pungutan pembohong sangat mengganggu.
Bukan hanya dari sisi kenyamanan bagi pengusaha, namun juga akan membuat citra buruk iklim investasi Indonesia di mata dunia.
“Bisa saja dipick-up oleh siapapun tentang Indonesia itu tidak aman, Indonesia itu premanisme,” tegas Nurul.
Lebih jauh dia menyampaikan, dalam kondisi ekonomi global seperti sekarang seharusnya Indonesia meningkatkan daya saing.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 20:24 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
13 Februari 2026, 21:34 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan
14 Februari 2026, 15:00 WIB
Tiga pemenang kompetisi desain VW ID Buzz yang digelar bersama Kementerian Ekraf telah resmi diumumkan