BYD Formula S GT Terdaftar di RI, Bakal Debut Pakai Nama Danza
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
Aksi premanisme yang dilakukan ormas guna mengganggu proses pembangunan pabrik BYD jadi sorotan media Cina
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Aksi premanisme oleh ormas (organisasi masyarakat) kepada BYD kembali menjadi perbincangan. Bahkan juga disampaikan salah satu media asal Cina .
Belum lama ini, kabar terganggunya pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat sudah tersiar sampai ke Tiongkok.
“Di Indonesia, impian untuk menjadi pusat electric vehicle (EV) di Asia Tenggara berbenturan dengan musuh bebuyutan, yakni kelompok kejahatan terorganisir preman,” tulis South China Morning Post, Selasa (06/05).
Dalam laporan berjudul "Indonesia's EV Revolution Held Hostage by Preman Gangster Problem", mereka menulis kalau aksi premanisme selalu jadi momok menakutkan bagi para pelaku industri.
Dari awalnya hanya menggangu pedagang kaki lima dan usaha kecil, kini disebut juga mengusik fasilitas produksi milik BYD.
Padahal proyek itu digadang-gadang mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian di Tanah Air.
“Saat ini mereka telah menjadi kekuatan yang mengakar dalam tatanan ekonomi dan politik negara,” lanjut media itu.
Bahkan dalam laporan tersebut juga diungkapkan bahwa aksi premanisme tidak hanya dialami oleh BYD. Namun VinFast produsen mobil listrik asal Vietnam ikut menjadi korban.
Hal tersebut tentu saja cukup mengecewakan banyak pihak. Alasannya dinilai bisa menggangu pertumbuhan industri EV di Indonesia.
Sekadar mengingatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ) mau turun tangan menangani kasus yang dialami oleh jenama asal Cina ini.
Mereka mengaku bakal melakukan komunikasi dengan BYD Indonesia untuk menyelesaikan masalah gangguan ormas, dalam proses pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat.
“Hari ini akan mencoba mengontak kawan-kawan dari BYD bagaimana situasinya,” ucap Nurul Ichwan, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM di Antara.
Nurul mengatakan setelah komunikasi dengan BYD, BKPM akan berkoordinasi dengan Satgas Anti Premanisme.
Kementerian BKPM ingin tindakan premanisme serta berbagai aktivitas meresahkan yang dapat ditangani secara efektif.
Ia juga mengungkapkan bahwa BKPM secara konsisten menyatakan bahwa aksi premanisme serta pungutan pembohong sangat mengganggu.
Bukan hanya dari sisi kenyamanan bagi pengusaha, namun juga akan membuat citra buruk iklim investasi Indonesia di mata dunia.
“Bisa saja dipick-up oleh siapapun tentang Indonesia itu tidak aman, Indonesia itu premanisme,” tegas Nurul.
Lebih jauh dia menyampaikan, dalam kondisi ekonomi global seperti sekarang seharusnya Indonesia meningkatkan daya saing.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
Terkini
10 Oktober 2026, 14:59 WIB
Marc Marquez keluar sebagai pemenang pada sesi sprint race MotoGP Mandalika 2026 setelah tundukkan Martin
09 Oktober 2026, 14:54 WIB
Teknologi keselamatan berkendara dan GPS dari Geotab membantu keamanan operasional armada transportasi
09 Oktober 2026, 12:21 WIB
Pameran modifikasi IMX 2026 jadi wadah kreativitas dan hiburan, digelar lebih luas di tiga hall ICE BSD
09 Oktober 2026, 07:00 WIB
Fermin Aldeguer turut merayakan kemenangan Timnas Indonesia dalam meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade diberlakukan, kebijakan Ganjil Genap Jakarta menjadi sorotan banyak pihak akan efektivitasnya
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, masyarakat masih bisa memanfaatka keberadaan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda
09 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, fasilitas SIM keliling Jakarta masih melayani perpanjangan masa berlaku kartu
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
Station wagon segmen premium dari Fang Cheng Bao, Formula S GT telah didaftarkan di Indonesia oleh BYD