Mazda Goda Konsumen Mercedes dan BMW Lewat Warna Putih Premium

Mazda goda konsumen Mercedes dan BMW melalui pilihan warna putih premium yang dibuat secara khusus dan istimewa

Mazda Goda Konsumen Mercedes dan BMW Lewat Warna Putih Premium

TRENOTO – Mazda mulai serius garap pasar mobil premium dengan meluncurkan CX-60. Tidak sampai di situ saja, Mazda goda konsumen Mercedes dan BMW melalui warna Putih premium buatannya.

Dilansir dari Carscoops, Mazda menamakan warna barunya Rhodium White Premium. Cat ini merupakan produk ketiga dengan menggunakan proses Mazda Takuminuri.

Sebelumnya mereka membuat warna premium dan menghasilkan Soul Red Metallic dan Machine Gray. Kedua pilihan warna tersebut membuat konsumen harus menebus mobil dengan harga lebih mahal.

Di Tanah Air konsumen yang memilih Mazda berkelir Soul Red Crystal Metallic, Polymetal Grey Metallic dan Machine Grey Metallic harus menambah anggaran sebesar Rp4 juta.

Photo : Carscoops

Mazda Rhodium White Premium baru dihadirkan disebutkan memiliki tiga lapisan berbeda. Pertama putih pada bagian bawah dikatakan pihak pabrikan asal Jepang memberikan kesan halus seperti sutra.

Pihak Mazda menjelaskan lebih lanjut bahwa warna putih pada mobil biasanya lebih tebal daripada pilihan kelir lain. Hal tersebut dilakukan guna mencegah lapisan bawah terlihat.

Meskipun pada Mazda CX-60 misalnya warna putih yang digunakan 30 persen lebih tipis dari sebelumnya. Kelir putih sebelumnya ditawarkan adalah Snowflake White Pearl Mica, namun dikatakan kurang eksotis.

Seperti disebutkan di atas lapisan warna dasar disertai serpihan alumunium super tipis. Tekniknya disebutkan membuat bodi mobil bisa memantulkan cahaya dan tetap menjunjung karakteristik Kodo.

Dalam setiap lapisan cat tersebut dikatakan terdapat pengurangan bahan sekitar 7 persen dari biasanya. Lalu sentuhan terakhir adalah pernis yang membuat mobil tampak mengilap.

Photo : Carscoops

Pihak Mazda menyatakan bahwa pilihan warna premium terbaru dari mereka akan dipesan oleh perusahaan besar. Untuk Mazda CX-60 sendiri baru akan tersedia di benua Eropa pada musim panas tahun ini.

Belum diketahui apakah SUV gambot tersebut akan masuk ke Indonesia atau tidak. Mazda Indonesia sendiri saat ini masih mengalami masalah serius dalam menghadirkan produknya ke dalam negeri.

Penyebabnya tidak lain adalah karena kelangkaan cip yang melanda seluruh dunia. Pasar Mazda di Indonesia sendiri tidak terlalu besar sehingga kerap dianaktirikan oleh prinsipal.


Terkini

mobil
Penjualan Mobil Listrik di China Diprediksi Melambat pada 2026

Penjualan Mobil Listrik di China Diprediksi Melambat pada 2026

Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun

otosport
Aprilia

Aprilia Disebut Siap Kudeta Ducati pada MotoGP 2026

Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi

mobil
Wuling Almaz Darion

Wuling Almaz Darion Makin Dekat ke Indonesia, Desainnya Terdaftar

Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560

mobil
Mobil Listrik

Manufaktur Mobil Listrik Cina Disebut Belum Serap Komponen Lokal

GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen

mobil
Baterai Mobil Listrik

Cina Rancang Aturan Baru soal Keamanan Baterai Mobil Listrik

Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak

news
Bus Damri

Manuver Berbahaya Dua Bus Damri di Jalan Tol, Sopir Diberi Sanksi

Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain

mobil
Mobil Bekas

Tren Mobil Bekas di 2026, MPV dan LCGC Tetap Jadi Favorit

Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan

news
Bantuan yang Diperlukan Buat Dongkrak Penjualan Kendaraan Niaga

Bantuan yang Diperlukan Buat Dongkrak Penjualan Kendaraan Niaga

Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025