Langkah Toyota Hadapi Serbuan Teknologi Mobil China

Toyota gandeng perusahaan teknologi Nvidia untuk mengembangkan fitur self-driving pada produk mereka

Langkah Toyota Hadapi Serbuan Teknologi Mobil China
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Manufaktur Jepang, Toyota akan menggandeng Nvidia untuk mengembangkan teknologi mobil otonom pada mobil-mobil keluaran Toyota di masa mendatang. 

Perlu diketahui saat ini sudah banyak kendaraan terkhusus mobil China yang menggunakan teknologi dari Nvidia guna mengembangkan fitur serta keselamatan berkendara.

Keputusan Toyota menggandeng Nvidia dalam pengembangan mobil bisa menambah daya saing mereka dengan mobil China yang banyak dikenal akan teknologi dan fitur berlimpah.

Nvidia sendiri merupakan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat juga kerap berkontribusi mengembangkan fitur-fitur pada kendaraan.

Tampilan Calon Mobil Listrik Baru Toyota, Pakai Basis MPV Lawas
Photo : Electrek

Diumumkan pada perhelatan CES 2025 (Consumer Electronic Show) di AS, nantinya lini kendaraan Toyota akan dibekali fitur self driving terkini dan teknologi keamanan berkendara dari Drive AGX dan DriveOS.

“Kami sudah berkolaborasi dengan Toyota di sistem cloud dan kami sangat senang memperluas kerja sama kami dalam bidang mobil,” kata Ali Kani, Vice President of Automotive di Nvidia seperti dikutip dari TechCrunch, Rabu (8/1).

Lebih rinci dijelaskan DriveOS sendiri merupakan sistem kendaraan otonom dari Nvidia yang menawarkan keamanan dan bantuan AI secara real-time terintegrasi fitur-fitur pada mobil.

Sedangkan teknologi Drive AGX disematkan pada kendaraan untuk mendukung fitur self-driving yang lebih aman.

Teknologi Modern Mobil China Jadi Standar

Di sisi lain, pihak Nvidia mengakui bahwa banyak manufaktur asal Tiongkok seperti BYD, Nio, Xiaomi dan Xpeng jadi standar fungsi-fungsi kendaraan otonom.

“Dampak terbesarnya yakni teknologi luar biasa yang datang dari China,” kata Jensen Huang, CEO Nvidia.

Zeekr 7X Setir Kanan Masuk Pasar ASEAN di 2025, Tantang Ioniq 5
Photo : Zeekr

Di CES 2025 pula, salah satu merek ternama asal China, Zeekr memamerkan teknologi otonom baru yaitu controller yang dirakit dengan Drive AGX Thor dari Nvidia.

Sistem baru itu akan disematkan pada model-model terbaru Zeekr di 2025. Nantinya kendaraan bisa menangani berbagai skenario smart driving guna mempermudah pengemudi saat bermanuver seperti parkir.

Produk teranyar mereka, Zeekr RT akan mengadopsi teknologi tersebut dan tengah dites sebelum nantinya diproduksi secara massal.


Terkini

mobil
Penjualan Toyota

Penjualan Toyota Global Februari 2026 Turun Tipis

Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya

mobil
Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel

Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel

Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil

news
GIICOMVEC 2026

GIICOMVEC 2026 Bakal Hadirkan Ragam Inspirasi Bisnis

Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI

news
Pemerintah Tetapkan WFH dan Pembatasan Kendaraan Dinas

Hemat BBM, Pemerintah Tetapkan WFH dan Pembatasan Kendaraan Dinas

WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM

mobil
Pertalite, Pertamina

Pembatasan Pembelian Pertalite Dimulai Hari Ini

Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi

motor
Yamaha AEROX

Yamaha AEROX ALPHA Hadirkan Warna dan Grafis Terbaru

Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing

news
Harga BBM

Harga BBM Pertamina di April 2026, Pertalite dan Pertamax Tetap

Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 1 April 2026, Siapkan Rute Alternatif

Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif