Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk menggairahkan penjualan mobil baru di 2025 nanti
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Presiden Prabowo Subianto dan para menteri telah memutuskan tetap menjalankan kenaikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 12 persen. Hal tersebut dilakukan pada Januari 2025.
Namun untuk sektor otomotif, aturan satu ini hanya berlaku buat mobil-mobil mewah. Akan tetapi dianggap tetap sedikit memberatkan para pabrikan serta konsumen.
Sebab pemerintah juga bakal menerapkan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) serta BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor). Masing-masing dipatok dengan besaran 66 persen.
Tentu hal ini bakal berdampak pada pasar kendaraan roda empat di Tanah Air. Seperti membuat harga mobil baru bisa melambung cukup tinggi.
Jika begitu maka daya beli masyarakat akan terganggu. Lalu berimbas pada angka penjualan mobil baru di Indonesia tahun depan.
Bisa tidak mencapai target yang telah ditentukan oleh Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), yakni satu juta unit di 2025.
Hal tersebut memancing sejumlah pihak bersuara. Menurut mereka ada beberapa hal dapat dilakukan demi menggairahkan pasar.
“Dari sisi demand tentunya berupaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat dengan cara mengontrol inflasi, melakukan kebijakan moneter dan fiskal,” ungkap Eko Harjanto, Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian di Jakarta beberapa waktu lalu.
Kemudian pemerintah juga harus mampu membawa beberapa investasi ke Tanah Air. Sehingga akan menyerap banyak tenaga kerja.
Lalu memberikan multiplier efek bagi perekonomian di dalam negeri, dengan begitu daya beli masyarakat dapat kembali tumbuh.
Selanjutnya menurut Eko, masih ada yang harus dilakukan Presiden Prabowo bersama para menteri, seperti upaya pemulihan dari sisi produsen atau pabrikan.
“Ini tidak kalah penting, tentunya mendorong diversifikasi produk. Kemudian fasilitasi ekspor dan pengurangan beban pajak produsen,” lanjut Eko.
Terakhir Eko menyarankan mengadakan kampanye penggunaan kendaran-kendaraan yang dibuat di Indonesia. Jadi meningkatkan preferensi konsumen terhadap produk dalam negeri.
“Bisa dengan cara mendorong program Bangga Buatan Indonesia atau belanja di Tanah Air saja,” Eko menegaskan.
Jika semua telah dilakukan, Eko percaya diri penjualan mobil baru bisa segera bangkit meski ada batu sandungan besar di 2025.
Seperti penerapan PPN 12 persen sampai opsen PKB maupun BBNKB untuk pembelian kendaraan roda empat anyar di tahun depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
23 Juli 2026, 23:04 WIB
23 Juli 2026, 09:00 WIB
Terkini
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 i-DM resmi diluncurkan dalam ajang GIIAS 2026, SUV satu ini dipasarkan dengan banderol Rp 699 juta
12 Agustus 2026, 06:16 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi A dan C
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dihadirkan untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mencegah kepadatan terutama pada jam-jam sibuk di Ibu Kota, Aturan Ganjil Genap Jakarta masih andalan
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Kaca film untuk mobil listrik harus yang mampu memberikan perlindungan pada sistem elektronik dari panas