GAW 2026 Digelar Serentak di 10 Kota Demi Dongkrak Penjualan
22 September 2026, 20:01 WIB
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk menggairahkan penjualan mobil baru di 2025 nanti
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Presiden Prabowo Subianto dan para menteri telah memutuskan tetap menjalankan kenaikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 12 persen. Hal tersebut dilakukan pada Januari 2025.
Namun untuk sektor otomotif, aturan satu ini hanya berlaku buat mobil-mobil mewah. Akan tetapi dianggap tetap sedikit memberatkan para pabrikan serta konsumen.
Sebab pemerintah juga bakal menerapkan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) serta BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor). Masing-masing dipatok dengan besaran 66 persen.
Tentu hal ini bakal berdampak pada pasar kendaraan roda empat di Tanah Air. Seperti membuat harga mobil baru bisa melambung cukup tinggi.
Jika begitu maka daya beli masyarakat akan terganggu. Lalu berimbas pada angka penjualan mobil baru di Indonesia tahun depan.
Bisa tidak mencapai target yang telah ditentukan oleh Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), yakni satu juta unit di 2025.
Hal tersebut memancing sejumlah pihak bersuara. Menurut mereka ada beberapa hal dapat dilakukan demi menggairahkan pasar.
“Dari sisi demand tentunya berupaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat dengan cara mengontrol inflasi, melakukan kebijakan moneter dan fiskal,” ungkap Eko Harjanto, Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian di Jakarta beberapa waktu lalu.
Kemudian pemerintah juga harus mampu membawa beberapa investasi ke Tanah Air. Sehingga akan menyerap banyak tenaga kerja.
Lalu memberikan multiplier efek bagi perekonomian di dalam negeri, dengan begitu daya beli masyarakat dapat kembali tumbuh.
Selanjutnya menurut Eko, masih ada yang harus dilakukan Presiden Prabowo bersama para menteri, seperti upaya pemulihan dari sisi produsen atau pabrikan.
“Ini tidak kalah penting, tentunya mendorong diversifikasi produk. Kemudian fasilitasi ekspor dan pengurangan beban pajak produsen,” lanjut Eko.
Terakhir Eko menyarankan mengadakan kampanye penggunaan kendaran-kendaraan yang dibuat di Indonesia. Jadi meningkatkan preferensi konsumen terhadap produk dalam negeri.
“Bisa dengan cara mendorong program Bangga Buatan Indonesia atau belanja di Tanah Air saja,” Eko menegaskan.
Jika semua telah dilakukan, Eko percaya diri penjualan mobil baru bisa segera bangkit meski ada batu sandungan besar di 2025.
Seperti penerapan PPN 12 persen sampai opsen PKB maupun BBNKB untuk pembelian kendaraan roda empat anyar di tahun depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 20:01 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
08 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
Terkini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya