Toyota Fortuner Bakal Dapat Penyegaran, Tampil Makin Futuristik
26 Februari 2026, 17:00 WIB
Nawawi menuturkan banyak LHKPN yang ditemukan KPK asal-asalan diisinya serta tidak jujur dalam pembuatan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) tengah menjadi sorotan. Sebab banyak pejabat yang dinilai asal-asalan dalam mengisinya.
Seperti harga mobil dicantumkan oleh mereka disebut tidak benar. Jumlahnya sangat jauh dari banderol asli di pasaran.
“Pengisian LHKPN kadang banyak amburadul, ada Toyota Fortuner dicantumkan seharga Rp 6 juta,” ujar Nawawi Pomolangi, Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sementara di akun YouTube MA (Mahkamah Agung) pada Rabu (11/12).
Nawawi pun langsung menanyakan apakah jumlah tersebut benar. Sebab LHKPN dinilai cukup penting bagi para pejabat negara.
Sehingga harus diisi dengan benar dan serius. Menurut dia LHKPN merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat di Tanah Air.
Apalagi dia menceritakan bahwa KPK sudah sering menemukan kasus seperti ini. Terendus ada ketidak jujuran dalam pengisian.
“Itu LHKPN begitu berbeda apa yang dicantumkan dan kami temukan. Jungkir balik faktanya serta ada ratusan bahkan lebih,” lanjut Nawawi.
Ketua KPK tersebut menuturkan, kalau mereka sering melakukan survei kepada pelapor LHKPN jika ada atau terendus hal mencurigakan.
“Lebih dari seperdua pimpinan Mahkamah Agung yang disinyalir memang pengisiannya itu tidak didasarkan pada fakta yang benar,” tegas dia.
Ia menjelaskan bahwa LHKPN menjadi bentuk instrumen pencegahan korupsi di Indonesia. Sebab belakangan banyak pejabat terjerat kasus tersebut.
Oleh sebab itu dia meminta pemerintah memberi perhatian lebih terhadap kasus ini. Sehingga ke depan bisa diminimalisir lagi.
“Kita ada tiga case yang kami ajukan lahir dari soal LHKPN. Kebetulan mengenai flexing dan lain sebagainya, kami lakukan pemeriksaan pada kasus Rafael Alun juga Eko Darmanto,” pungkas Nawawi.
Sebagai informasi, para pejabat negara wajib melaporkan harta kekayaan setiap tahun. Di dalam terdiri dari sejumlah instrumen.
Seperti rumah dan bangunan, surat berharga, harta bergerak lain, alat transportasi juga mesin sampai ke hutang dimiliki harus dicantumkan.
Memang jika dilihat, terdapat sejumlah oknum yang terindikasi asal-asalan dalam mengisi LHKPN. Bila ditemukan maka tidak jarang malah menjadi sorotan publik.
“Kebenaran isi laporan masih memprihatinkan. Pemeriksaan LHKPN terindikasi penerapaan suap maupun gratifikasi,” Nawawi menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Februari 2026, 17:00 WIB
25 Februari 2026, 13:00 WIB
19 Desember 2025, 13:36 WIB
05 November 2025, 12:00 WIB
09 September 2025, 12:10 WIB
Terkini
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik
30 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak
30 September 2026, 06:00 WIB
Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang
30 September 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya