Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Konsumen Hyundai anggap charging station paling sempurna adalah di rumah, tidak terlalu mengandalkan SPKLU
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Buat pengguna mobil listrik, charging station ibarat SPBU untuk kendaraan konvensional. Meski sudah mulai digencarkan namun jumlahnya memang belum terlalu banyak.
Persebaran SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang belum merata serta jumlah sedikit, jadi salah satu kekhawatiran buat konsumen apalagi jika berkendara jarak jauh. Namun Hyundai justru melihat ada perubahan perilaku pemilik mobil listrik menghadapi hal itu.
Disampaikan oleh Astrid Wijana, Head of Marketing Department PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) menyebut berdasarkan survey internal kebanyakan konsumen Hyundai melakukan pengisian daya di rumah bukan tempat publik.
“Sebenarnya pemilik Hyundai mereka langsung dapat (alat) charging di rumah. Jadi memang untuk keseharian sebenarnya rumah adalah charging station paling sempurna buat konsumen,” ungkap Astrid kepada media di Senayan Park, Jakarta Selatan, Selasa (5/9).
Menambahkan hal tersebut, Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer PT HMID menegaskan perilaku konsumen sudah berbeda dengan pengguna mobil konvensional atau mesin bensin.
Jika pengisian bahan bakar memakan waktu paling tidak 15 menit termasuk antre, pengisian daya mobil listrik yang cenderung lebih lama dilakukan di rumah saat kendaraan memang sedang tidak dipakai.
“Menggunakan charging station, mungkin mereka bisa memanfaatkan waktu istirahat mereka untuk mengisi daya,” ucap Soerjo dalam kesempatan yang sama.
Menurut Soerjo saat ini pemilik mobil listrik sudah mulai melakukan perhitungan jarak tempuh sebelum berkendara. Sehingga tidak lagi khawatir berlebih ketika menggunakan EV.
“Biasanya konsumen sudah bisa mengira-ngira misal jarak tempuh masih 416 km, berarti tidak perlu (mengisi daya). Nanti sudah 100 km baru mereka mulai menge-charge,” ucap dia.
Mempertegas pernyataan terdahulu Soerjo menyebut bahwa tempat favorit konsumen untuk melakukan pengisian daya adalah di rumah sendiri berbarengan dengan waktu istirahat, sehingga lebih efisien waktu.
SPKLU jadi sebuah hal krusial untuk terus membantu mengurangi range anxiety. Namun Hyundai menegaskan tidak akan menentukan target jumlah SPKLU di Indonesia ke depannya.
“Kami lebih melihat area mana yang mudah terjangkau oleh publik,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit