Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Konsumen Hyundai anggap charging station paling sempurna adalah di rumah, tidak terlalu mengandalkan SPKLU
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Buat pengguna mobil listrik, charging station ibarat SPBU untuk kendaraan konvensional. Meski sudah mulai digencarkan namun jumlahnya memang belum terlalu banyak.
Persebaran SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang belum merata serta jumlah sedikit, jadi salah satu kekhawatiran buat konsumen apalagi jika berkendara jarak jauh. Namun Hyundai justru melihat ada perubahan perilaku pemilik mobil listrik menghadapi hal itu.
Disampaikan oleh Astrid Wijana, Head of Marketing Department PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) menyebut berdasarkan survey internal kebanyakan konsumen Hyundai melakukan pengisian daya di rumah bukan tempat publik.
“Sebenarnya pemilik Hyundai mereka langsung dapat (alat) charging di rumah. Jadi memang untuk keseharian sebenarnya rumah adalah charging station paling sempurna buat konsumen,” ungkap Astrid kepada media di Senayan Park, Jakarta Selatan, Selasa (5/9).
Menambahkan hal tersebut, Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer PT HMID menegaskan perilaku konsumen sudah berbeda dengan pengguna mobil konvensional atau mesin bensin.
Jika pengisian bahan bakar memakan waktu paling tidak 15 menit termasuk antre, pengisian daya mobil listrik yang cenderung lebih lama dilakukan di rumah saat kendaraan memang sedang tidak dipakai.
“Menggunakan charging station, mungkin mereka bisa memanfaatkan waktu istirahat mereka untuk mengisi daya,” ucap Soerjo dalam kesempatan yang sama.
Menurut Soerjo saat ini pemilik mobil listrik sudah mulai melakukan perhitungan jarak tempuh sebelum berkendara. Sehingga tidak lagi khawatir berlebih ketika menggunakan EV.
“Biasanya konsumen sudah bisa mengira-ngira misal jarak tempuh masih 416 km, berarti tidak perlu (mengisi daya). Nanti sudah 100 km baru mereka mulai menge-charge,” ucap dia.
Mempertegas pernyataan terdahulu Soerjo menyebut bahwa tempat favorit konsumen untuk melakukan pengisian daya adalah di rumah sendiri berbarengan dengan waktu istirahat, sehingga lebih efisien waktu.
SPKLU jadi sebuah hal krusial untuk terus membantu mengurangi range anxiety. Namun Hyundai menegaskan tidak akan menentukan target jumlah SPKLU di Indonesia ke depannya.
“Kami lebih melihat area mana yang mudah terjangkau oleh publik,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
02 April 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku kartu bisa dilakukan lebih praktis di SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM