Honda Super One Ogah Disebut Brio Listrik, Melantai di GIIAS 2026
13 Juli 2026, 21:00 WIB
Saat ini banyak yang mengira biaya perbaikan terbesar pada mobil listrik terletak di baterai yang digunakan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Adopsi mobil listrik di beberapa negara kian masif. Hal ini didorong dengan munculnya beberapa model yang menarik minat masyarakat.
Selain itu harga mobil listrik bekas juga semakin menarik. Membuat konsumen tertarik untuk memboyongnya.
Akan tetapi, calon pembeli Electric Vehicle (EV) seken masih menganggap baterai sebagai komponen paling berisiko rusak dan termahal jika diperbaiki.
Namun mengutip Carscoops pada Selasa (14/07), biaya perbaikan mobil listrik termahal bukan berasal dari baterai.
Warrantywise, perusahaan penyedia garansi kendaraan asal Inggris baru saja mengeluarkan sebuah studi mengenai analisis data klaim garansi.
Di dalam laporan mereka, persoalan yang paling sering dialami mobil listrik justru serupa dengan kendaraan roda empat bermesin pembakaran internal.
Sebut saja seperti gangguan sistem kelistrikan, suspensi hingga baterai 12 volt. Lalu masih ada beberapa kerusakan lain yang kerap terjadi.
Para pemilik mobil listrik kerap melaporkan gangguan pada sistem kelistrikan umum, termasuk sensor elektronik dan sistem central locking.
Rata-rata biaya perbaikannya berkisar 810 poundsterling sampai 900 poundsterling atau sekitar Rp 19,5 juta hingga Rp 21,7 juta.
Sementara dalam beberapa kasus, pemilik harus mengeluarkan dana hingga 3.000 poundsterling setara Rp 72,5 juta.
Bahkan ada yang menembus 4.000 poundsterling atau sekitar Rp 96,7 juta, tergantung tingkat kerusakannya.
Di sisi lain rata-rata biaya perbaikan suspensi mobil listrik, memerlukan sekitar 1.200 poundsterling setara Rp 29 jutaan.
Klaim tertinggi yang pernah diajukan mencapai lebih dari 4.100 poundsterling atau sekitar Rp 99,1 juta.
“Ini mengingatkan bahwa meskipun tanpa mesin atau transmisi, mobil listrik masih memiliki banyak komponen konvensional yang aus seiring waktu,” tulis laporan tersebut.
Kemudian dijelaskan bahwa kendaraan roda empat setrum, memiliki bobot lebih berat ketimbang mobil konvensional.
Sedangkan salah satu komponen khusus EV dengan biaya perbaikan termahal adalah onboard charger, yaitu perangkat pengubah arus listrik AC menjadi DC saat pengisian daya.
Bila dihitung rata-rata biaya perbaikannya mencapai 2.160 poundsterling atau sekitar Rp 52,2 juta.
Perusahaan garansi kendaraan itu juga membocorkan, klaim tertinggi yang pernah tercatat mencapai 10.455 poundsterling setara Rp 252,9 juta.
Meski demikian, kerusakan onboard charger tidak tergolong sering terjadi. Namun ketika mengalami gangguan, biaya perbaikannya memang bisa sangat besar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 21:00 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
13 Juli 2026, 07:00 WIB
11 Juli 2026, 09:00 WIB
09 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
14 Juli 2026, 21:43 WIB
Mayoritas konsumen ternyata memilih Jetour T1 i-DM alias varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
14 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi lengkap dan persyaratannya
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih dipertahankan untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota pada jam-jam sibuk
13 Juli 2026, 21:00 WIB
Honda Super One menjadi mobil listrik baru yang mencoba peruntungan di era elektrifikasi di pasar Indonesia
13 Juli 2026, 20:41 WIB
Persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 memanas usai Ogura tampil kompetitif selama beberapa seri
13 Juli 2026, 18:43 WIB
Pameran otomotif terbesar di Indonesia, GIIAS 2026 dibuka untuk publik mulai 30 Juli sampai 9 Agustus 2026
13 Juli 2026, 13:00 WIB
Wuling Aira ev menjadi lini elektrifikasi pelengkap Air ev, incar konsumen dengan mobilitas di area perkotaan