iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Saat ini banyak yang mengira biaya perbaikan terbesar pada mobil listrik terletak di baterai yang digunakan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Adopsi mobil listrik di beberapa negara kian masif. Hal ini didorong dengan munculnya beberapa model yang menarik minat masyarakat.
Selain itu harga mobil listrik bekas juga semakin menarik. Membuat konsumen tertarik untuk memboyongnya.
Akan tetapi, calon pembeli Electric Vehicle (EV) seken masih menganggap baterai sebagai komponen paling berisiko rusak dan termahal jika diperbaiki.
Namun mengutip Carscoops pada Selasa (14/07), biaya perbaikan mobil listrik termahal bukan berasal dari baterai.
Warrantywise, perusahaan penyedia garansi kendaraan asal Inggris baru saja mengeluarkan sebuah studi mengenai analisis data klaim garansi.
Di dalam laporan mereka, persoalan yang paling sering dialami mobil listrik justru serupa dengan kendaraan roda empat bermesin pembakaran internal.
Sebut saja seperti gangguan sistem kelistrikan, suspensi hingga baterai 12 volt. Lalu masih ada beberapa kerusakan lain yang kerap terjadi.
Para pemilik mobil listrik kerap melaporkan gangguan pada sistem kelistrikan umum, termasuk sensor elektronik dan sistem central locking.
Rata-rata biaya perbaikannya berkisar 810 poundsterling sampai 900 poundsterling atau sekitar Rp 19,5 juta hingga Rp 21,7 juta.
Sementara dalam beberapa kasus, pemilik harus mengeluarkan dana hingga 3.000 poundsterling setara Rp 72,5 juta.
Bahkan ada yang menembus 4.000 poundsterling atau sekitar Rp 96,7 juta, tergantung tingkat kerusakannya.
Di sisi lain rata-rata biaya perbaikan suspensi mobil listrik, memerlukan sekitar 1.200 poundsterling setara Rp 29 jutaan.
Klaim tertinggi yang pernah diajukan mencapai lebih dari 4.100 poundsterling atau sekitar Rp 99,1 juta.
“Ini mengingatkan bahwa meskipun tanpa mesin atau transmisi, mobil listrik masih memiliki banyak komponen konvensional yang aus seiring waktu,” tulis laporan tersebut.
Kemudian dijelaskan bahwa kendaraan roda empat setrum, memiliki bobot lebih berat ketimbang mobil konvensional.
Sedangkan salah satu komponen khusus EV dengan biaya perbaikan termahal adalah onboard charger, yaitu perangkat pengubah arus listrik AC menjadi DC saat pengisian daya.
Bila dihitung rata-rata biaya perbaikannya mencapai 2.160 poundsterling atau sekitar Rp 52,2 juta.
Perusahaan garansi kendaraan itu juga membocorkan, klaim tertinggi yang pernah tercatat mencapai 10.455 poundsterling setara Rp 252,9 juta.
Meski demikian, kerusakan onboard charger tidak tergolong sering terjadi. Namun ketika mengalami gangguan, biaya perbaikannya memang bisa sangat besar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat