Mobil Listrik Chery J6T CSH, SUV Boxy Beridentitas Adventure
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Saat ini banyak yang mengira biaya perbaikan terbesar pada mobil listrik terletak di baterai yang digunakan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Adopsi mobil listrik di beberapa negara kian masif. Hal ini didorong dengan munculnya beberapa model yang menarik minat masyarakat.
Selain itu harga mobil listrik bekas juga semakin menarik. Membuat konsumen tertarik untuk memboyongnya.
Akan tetapi, calon pembeli Electric Vehicle (EV) seken masih menganggap baterai sebagai komponen paling berisiko rusak dan termahal jika diperbaiki.
Namun mengutip Carscoops pada Selasa (14/07), biaya perbaikan mobil listrik termahal bukan berasal dari baterai.
Warrantywise, perusahaan penyedia garansi kendaraan asal Inggris baru saja mengeluarkan sebuah studi mengenai analisis data klaim garansi.
Di dalam laporan mereka, persoalan yang paling sering dialami mobil listrik justru serupa dengan kendaraan roda empat bermesin pembakaran internal.
Sebut saja seperti gangguan sistem kelistrikan, suspensi hingga baterai 12 volt. Lalu masih ada beberapa kerusakan lain yang kerap terjadi.
Para pemilik mobil listrik kerap melaporkan gangguan pada sistem kelistrikan umum, termasuk sensor elektronik dan sistem central locking.
Rata-rata biaya perbaikannya berkisar 810 poundsterling sampai 900 poundsterling atau sekitar Rp 19,5 juta hingga Rp 21,7 juta.
Sementara dalam beberapa kasus, pemilik harus mengeluarkan dana hingga 3.000 poundsterling setara Rp 72,5 juta.
Bahkan ada yang menembus 4.000 poundsterling atau sekitar Rp 96,7 juta, tergantung tingkat kerusakannya.
Di sisi lain rata-rata biaya perbaikan suspensi mobil listrik, memerlukan sekitar 1.200 poundsterling setara Rp 29 jutaan.
Klaim tertinggi yang pernah diajukan mencapai lebih dari 4.100 poundsterling atau sekitar Rp 99,1 juta.
“Ini mengingatkan bahwa meskipun tanpa mesin atau transmisi, mobil listrik masih memiliki banyak komponen konvensional yang aus seiring waktu,” tulis laporan tersebut.
Kemudian dijelaskan bahwa kendaraan roda empat setrum, memiliki bobot lebih berat ketimbang mobil konvensional.
Sedangkan salah satu komponen khusus EV dengan biaya perbaikan termahal adalah onboard charger, yaitu perangkat pengubah arus listrik AC menjadi DC saat pengisian daya.
Bila dihitung rata-rata biaya perbaikannya mencapai 2.160 poundsterling atau sekitar Rp 52,2 juta.
Perusahaan garansi kendaraan itu juga membocorkan, klaim tertinggi yang pernah tercatat mencapai 10.455 poundsterling setara Rp 252,9 juta.
Meski demikian, kerusakan onboard charger tidak tergolong sering terjadi. Namun ketika mengalami gangguan, biaya perbaikannya memang bisa sangat besar.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna