Menilai Efektivitas GJAW 2025 Untuk Dorong Penjualan di Akhir Tahun
09 Desember 2025, 11:01 WIB
ACC berharap kredit mobil baru tidak terlalu banyak berdampak karena kenaikan PPN 12 pada awal tahun depan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Berbagai pihak mulai buka suara mengenai rencana pemerintah menaikan tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) jadi 12 persen. Kebijakan tersebut kabarnya bakal diterapkan pada awal 2025.
Kemudian disebut-sebut akan membawa sejumlah dampak bagi industri otomotif, terutama dalam sektor pembiayaan kendaraan roda empat.
“Mungkin Shock sebentar lah (kondisi pasar),” ujar Than Chian Hok, Chief Marketing and Sales Officer ACC (Astra Credit Companies) di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dia pun berharap kebijakan anyar dari pemerintahan Prabowo Subianto ini tidak membawa dampak besar ke kredit mobil baru.
Mengingat tahun depan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) memasang target penjualan kendaraan roda empat di angka satu juta unit di 2025.
“2025 harusnya oke (Penjualan mobil), kita mesti optimistis akan bisa kejar ke angka satu juta unit,” dia menuturkan.
Kendati demikian pria yang kerap disapa Ahok tersebut memprediksi para APM (Agen Pemegang Merek) di bawah naungan grup Astra bakal melakukan penyesuaian harga.
Hal itu sebagai imbas dari kenaikan PPN 12 persen yang diterapkan oleh pemerintah mulai 1 Januari 2025 nanti.
“Ya pasti kenaikan harga, tetapi kalau mengenai Market mungkin masalahnya mesti di Gaikindo. Namun paling tidak (imbas PPN) menambah Pricing,” kata Ahok.
Sekadar mengingatkan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan menyebut aturan anyar mengenai PPN 12 persen tertuang dalam UU (Undang-Undang) Nomor 7 Tahun 2021 mengenai HPP (Harmonisasi Peraturan Perpajakan).
Lebih jauh dia menjelaskan bahwa kebijakan baru ini sudah melalui pembahasan panjang dengan DPR RI.
Semua indikator telah dipertimbangkan dalam pengambilan Keputusan. Satu di antaranya tentang kesehatan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Sri Mulyani lalu mengingatkan bahwa banyak keringanan atau pembebasan pajak yang telah diberikan oleh pemerintah. Hal itu guna menjaga daya beli masyarakat agar tidak tertekan.
Sebelumnya pengamat menilai masih banyak hal perlu jadi perhatian di tengah rencana kenaikan PPN oleh pemerintahaan Prabowo Subianto di awal tahun depan.
“Middle Income Class Indonesia menjadi pembeli terbesar berbagai produk otomotif Low Cost, akan semakin mengerem pengeluaran tersier mereka yang sangat mahal,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Yannes mengungkapkan PPN ditanggung konsumen tentu bisa jadi beban tambahan. Padahal sekarang pendapatan masyarakat di kelas menengah belum membaik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Desember 2025, 11:01 WIB
08 Desember 2025, 20:00 WIB
08 Desember 2025, 13:00 WIB
05 Desember 2025, 11:00 WIB
05 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
09 Desember 2025, 11:01 WIB
Pameran seperti GJAW 2025 dinilai penting untuk visibilitas, tetapi tidak sebegitu efektif dorong penjualan
09 Desember 2025, 10:00 WIB
Chery menilai stimulus dari pemerintah pada 2026 bisa membantu industri otomotif kembali bangkit lagi
09 Desember 2025, 10:00 WIB
Biaya servis mobil yang terkena air banjir tidaklah sedikit, angkanya bisa menyentuh Rp 30 juta-Rp 50 juta
09 Desember 2025, 09:00 WIB
Marc Marquez dinilai jadi salah satu atlet yang melakukan comeback luar biasa setelah diterpa cedera parah
09 Desember 2025, 08:00 WIB
Operasi Zebra 2025 sudah berakhir dengan beragam catatan menarik termasuk korban meninggal yang jumlahnya lebih sedikit
09 Desember 2025, 07:00 WIB
Syarat pembuatan dan perpanjang SIM belum mengalami perubahan namun masyarakat harus paham agar tidak buang waktu
09 Desember 2025, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengatasi kemacetan lalu lintas yang terjadi di Ibu Kota
09 Desember 2025, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat menjadi alternatif kantor Satpas yang tersebar di area Ibu Kota, simak biayanya