Tampilan Hyundai Boulder, Penantang SUV Boxy Tiongkok
02 September 2026, 09:00 WIB
Kolaborasi dengan BAIC (Beijing Motor Corp), Hyundai siapkan sub-merek mobil listrik untuk bersaing di China
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Persaingan produsen mobil listrik di China terus menguat dengan kehadiran beragam merek baru. Tidak cuma produsen otomotif belakangan perusahaan teknologi bahkan serius menggarap EV (Electric Vehicle).
Misal Xiaomi yang belum lama perkenalkan SU7, sedan bertenaga listrik disertai beragam teknologi canggih disematkan.
Di sisi lain merek ternama asal Korea Selatan yakni Hyundai juga memiliki portfolio mobil listrik yang baik. Namun masih tetap kalah ketika harus bersaing di China.
Bahkan mereka sempat berencana untuk mundur dan tidak lagi berjualan karena market share dan penjualan terus turun.
Setelah turun dalam beberapa tahun di akhir 2023 satu pabrik Hyundai di Chongqing dijual seharga 1.62 juta yuan atau setara Rp3.5 miliar.
Masih punya harapan buat menaklukkan pasar Tiongkok, Hyundai siapkan sub-merek mobil listrik bersama BAIC (Beijing Motor Corp). Nanti lini EV hasil kolaborasi itu bakal dijual spesifik di negara tersebut.
Dilansir dari The Korea Economic Daily, Sabtu (3/2) kerja sama dilakukan setelah proyek Arcfox EV terdahulu gagal karena kondisi finansial.
Saat ini masih pakai kode nama OE RE. Keputusan dilakukan guna menepati komitmen Beijing Hyundai Motor untuk meluncurkan lima model mobil listrik baru di China dalam waktu tiga tahun.
Sekarang China merajai pasar kendaraan elektrifikasi, mencakup BEV (Battery Electric Vehicle) sampai HEV (Hybrid Electric Vehicle).
Bahkan sebanyak 23 persen penjualan mobil ramah lingkungan di China tahun lalu disumbangkan oleh EV, total 6.68 juta unit.
Sementara Hyundai terus alami penurunan penjualan. Pangsa pasar di 2017 mencapai 7 persen sementara total kendaraan terjual 1.6 juta unit harus turun ke 250.000 unit atau market share 1 persen.
Total kerugian operasional per 2022 sudah mencapai US$598 juta. Dalam kurs rupiah setara Rp9.4 triliun.
Sub-merek bisa jadi salah satu cara untuk perkenalkan kembali model baru. Pola serupa sudah digunakan beberapa pabrikan China seperti Chery dan BYD.
Keberadaaan sub-merek bisa menjangkau lebih banyak lagi lapisan konsumen, menjual model tertentu sesuai dengan target pasar.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 September 2026, 09:00 WIB
31 Agustus 2026, 19:00 WIB
31 Agustus 2026, 07:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Terkini
03 September 2026, 09:00 WIB
Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok
03 September 2026, 07:00 WIB
Pemberian insentif motor listrik masih belum menemui kepastian di September 2026, Kementerian ESDM buka suara
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa dimanfaatkan jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara hari ini
03 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan sistem hadir kembali sore 16.00 WIB
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, berikut lokasinya
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini
02 September 2026, 15:00 WIB
Lombardi Auto Indonesia kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui unit Toyota HiAce Premio Ultimate
02 September 2026, 13:23 WIB
Belum lama ini Kaspersky melaporkan bahwa, head unit android yang ada pada mobil berpotensi diserang malware