Pengiriman Jaecoo J5 EV Tembus 20.000 Unit, Terlaris di Mei 2026
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Laporan langsung TrenOto Japan Mobility Show 2023, Meneguhkan visi mobil listrik Toyota yang akan hadir di masa depan
Oleh Maryadie
TRENOTO – Toyota Motor Corporation (TMC) telah lama mencurahkan riset dan produknya untuk mereduksi karbon. Strateginya multi pathway. Dimulai tahun 1997 dengan meluncurkan Toyota Prius Hybrid di Jepang. Kini Toyota menawarkan beragam mobil listrik.
Mulai dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plugin Hybrid Electric Vehicle (PHEV) hingga Batery Electric Vehicle (BEV). Selain itu ada juga Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), Hidrogen (H2) dan Cetane Number (CN). Tujuannya sama mengurangi emisi karbon. Kini visi mobil listrik Toyota pun diteguhkan kembali di ajang Japan Mobility Show (JMS) yang digelar mulai 25 Oktober 2023, selama 10 hari, di Tokyo Big Sigh, Tokyo, Jepang.
Visi itu terlihat dari peluncuran 4 mobil konsep di booth Toyota. Keempat mobil konsep itu adalah FT-3e, FT-Sr, Kayoibako dan imv0. Koji Sato, President and CEO, Member of the Board of Directors Toyota Motor Corporation (TMC) saat paparan mengatakan, semua mobil yang diluncurkan adalah BEV atau mobil listrik.
“Mobil tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga fun dan memberi pengalaman yang berbeda,” katanya.
Ke depan era industri otomotif adalah era mobil listrik dan kecerdasan. Toyota akan menciptakan masa depan itu.
“Masa depan adalah sesuatu yang kita ciptakan, kami ingin masa depan lebih baik dan akan menemukan masa depan di mobil-mobil Toyota,” ujar Koji.
Satu hari sebelum peluncuran 4 mobil listrik itu, dalam diskusi media di Keoi Plaza, Tokyo, CEO Toyota Asia, Masahiko Maeda mengatakan, ke depan Toyota akan lebih mengembangkan industrinya ke arah elektrifikasi dan kecerdasan.
Tentunya semuanya bertujuan untuk menuju carbon neutrality dengan meningkatkan kualitas secara global
Maeda mengatakan, Toyota melihat masa depan industri otomotif bahkan tidak hanya ke listrik tapi juga ke arah mobilitas. Tak heran, jika JMS 2023 mengambil tema ke arah mobilitas. "From cars to mobility dan from Tokyo to Japan.
"Ini kesempatan Jepang untuk melakukan transformasi ke arah mobility," ungkapnya.
Maeda menyebut, Toyota akan terus terlibat dalam menuju carbon neutrality sembari memperbesar nilai dari mobilitas yang tidak hanya sekedar di produk mobil. Toyota tidak hanya bergerak mengurangi karbon dari produknya tapi juga dari pabrik yang selalu menggunakan energi ramah lingkungan.
"Di India 100 persen pabrik kami menggunakan energi ramah lingkungan," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa di Thailand Toyota memulai mimpi bagaimana mobil komersial juga harus ramah lingkungan.
"Mimpi Thailand kami implementasikan lewat proyek jangka panjang dan bekerjasama dengan Isuzu serta Hino. Tujuannya untuk mensinergikan semua hal mulai dari infrastruktur, mobil listrik, data dan IT. Semua terintegrasi untuk mengurangi emisi karbon," katanya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
19 Juni 2026, 19:00 WIB
Terkini
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Penjualan Jaecoo J5 EV terus bergulir hingga sekarang sehingga menjadi sejarah bagi brand asal Cina tersebut
29 Juni 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
29 Juni 2026, 06:04 WIB
Layanan SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di awal pekan ini, simak informasi lokasi dan syaratanya
29 Juni 2026, 06:00 WIB
Selain pantauan petugas di lapangan, aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap berlaku dan didukung ETLE
28 Juni 2026, 21:00 WIB
Xpeng X9 Facelift dan varian baru G6 AWD kini resmi dipasarkan ke konsumen, ada pembaruan eksterior dan fitur
28 Juni 2026, 20:09 WIB
Dalam balapan yang penuh drama, Ai Ogura memantapkan dirinya menjadi pemenang dalam MotoGP Belanda 2026
28 Juni 2026, 11:00 WIB
Honda Beat hadir untuk memenuhi kebutuhan anak muda yang enerjik dan aktif serta dinamis dalam kesehariannya
28 Juni 2026, 09:00 WIB
Kondisi ekonomi dan fluktuasi kurs saat ini belum memberikan dampak negatif pada penjualan BMW di Indonesia