Jetour Santai Hadapi Persaingan Merek Mobil China di RI

Merek mobil China membanjiri pasar otomotif Indonesia, Jetour percaya diri dengan model yang mereka tawarkan

Jetour Santai Hadapi Persaingan Merek Mobil China di RI
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Merek mobil China semakin membludak di Indonesia, khususnya manufaktur yang menawarkan kendaraan ramah lingkungan buat konsumen.

Sejak kehadiran BYD (Build Your Dreams) di awal 2024, banyak merek mobil China lain kemudian hadir menyusul adanya pemberian insentif dari pemerintah.

Jetour sendiri menjadi salah satu brand China yang ikut mencoba peruntungan di tanah air, mengawali debutnya dengan menghadirkan dua mobil bermesin bensin.

Sepanjang 2025, Jetour berkomitmen untuk mulai menghadirkan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) sehingga dapat memberikan beragam pilihan ke calon konsumen.

Jetour T1 dan T2 PHEV Disinyalir Hadir di GIIAS 2025
Photo : Carnewschina

Hanya saja persaingannya terbilang sangat ketat. Namun pihak PT Jetour Motor Indonesia justru menyambut baik dan sebut pasar Indonesia masih sangat luas.

“Setiap merek memiliki keunggulan berbeda. BYD punya teknologi elektrifikasi kuat dan desain luar biasa, tetapi kita juga memiliki kelebihan seperti saya sebutkan tadi, PHEV,” kata Jacky Yang, Presiden Direktur PT Jetour Motor Indonesia di JIExpo Kemayoran, Selasa (18/2).

Di Indonesia, model-model PHEV masih sangat terbatas. Contohnya ada Toyota RAV4 dan Mazda CX-80 PHEV yang baru saja diluncurkan pada pertengahan Januari 2025, keduanya dilego Rp 1 miliar ke atas.

Tetapi Jetour mengaku percaya diri dapat mempopulerkan teknologi PHEV karena punya berbagai keunggulan. Apalagi di negara asalnya Jacky menyebut mobil hybrid Jetour terbilang laris.

“Jadi jangan khawatir, kita akan memilih model PHEV di Indonesia sesuai kebutuhan para penggunanya,” tegas Jacky.

Lebih lanjut Jacky mengatakan bahwa Jetour akan membawa sekitar tujuh model baru ke pasar Indonesia sepanjang 2025. Seluruhnya akan meramaikan segmen SUV yang diklaim jadi identitas Jetour.

Jetour T1 dan T2 PHEV Disinyalir Hadir di GIIAS 2025
Photo : Carnewschina

“Saya tidak bilang ini pertandingan. Karena pasar Indonesia sudah cukup besar untuk mengakomodir banyak brand baru,” kata Jacky.

Dalam waktu dekat, Jetour disinyalir akan memboyong T1 dan T2 PHEV perdana ke Indonesia di perhelatan GIIAS 2025. Di Indonesia, belum ada saingan serupa yakni kendaraan offroad PHEV.

Jetour T1 berpeluang jadi mobil offroad hybrid pertama di Indonesia. Di segmen mobil listrik sudah ada Chery J6 seharga Rp 500 jutaan sampai Rp 600 jutaan on the road Jakarta.


Terkini

mobil
Denza D9

BYD Punya 6 Opsi Nama Baru Denza untuk Pasar Indonesia

BYD kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, berpotensi ganti nama Denza khusus pasar Indonesia

news
Harga BBM

Harga BBM BP AKR Naik Ikuti Pertamina di April 2026, Vivo Tetap

Pertamina dan BP AKR menaikan harga BBM mereka pada Sabtu (18/04) hingga menyentuh Rp 25 ribu per liter

news
ACC Carnival

ACC Carnival Samarinda Tawarkan Sejumlah Promo Andalan

ACC Carnival kini berkunjung ke kota Samarinda, Kalimatan Timur untuk memberikan kemudahan konsumen di sana

mobil
Wuling Eksion

Peluncuran Wuling Eksion Semakin Dekat, Segini Kisaran Harganya

Harga Wuling Eksion digadang-gadang akan lebih murah dari versi MPV yakni Darion, dan sama-sama ada EV dan PHEV

mobil
Mobil LCGC

5 Mobil LCGC Terlaris di Maret 2026, Calya Ungguli Brio Satya

Toyota Calya mampu menjadi mobil LCGC terlaris pada bulan lalu setelah terdistribusi sebanyak 2.067 unit

mobil
BMW Festival of Joy

Pameran Khusus BMW Digelar di Jakarta, Ada Mini Edisi Spesial

Pameran BMW Festival of Joy dibuka untuk umum 17-19 April 2026 dan bisa dikunjungi tanpa dikenakan biaya

otosport
Perdana, Jakarta Gelar FIA Rallycross World Cup 2026

Perdana, Jakarta Gelar FIA Rallycross World Cup 2026

Ajang reli ini untuk pertama kalinya dihelat di Jakarta, sirkuit Ancol bakal disulap jadi trek Rallycross

mobil
Ford Everest Sport

Ford Dukung Larangan Mobil Cina Mengaspal di Amerika Serikat

Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka