Bocoran Waktu Peluncuran Lepas E4 EV, Bakal Manfaatkan GIIAS 2026
28 April 2026, 11:00 WIB
Dalam pertemuan dengan Kemenperin, terungkap total investasi BYD di Indonesia sebesar Rp 11,7 triliun
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD (Build Your Dreams) dikonfirmasi telah merencanakan investasi dalam bentuk pabrik dengan nilai sekitar Rp 11,7 triliun. Hal ini diungkapkan oleh pihak kegiatan Business Matching.
Ajang itu bertajuk Peningkatan Penggunaan Komponen Otomotif Produksi dalam Industri KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai), hasil kolaborasi Kemenkomarves dan Kemenperin.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa Indonesia telah dijadikan negara tujuan utama buat basis produksi EV (Electric Vehicle) oleh sejumlah perusahaan asal China, salah satunya BYD.
Dengan komitmen pembangunan pabrik berkapasitas 150 ribu unit per tahun, nilai investasinya dikatakan sebesar Rp 11,7 triliun.
“Investasi ini tidak hanya merupakan bukti kepercayaan BYD terhadap potensi pasar Indonesia, tetapi menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan listrik di kawasan regional dan global,” kata Putu Juli Ardika, Plt. Direktur Jenderal ILMATE dalam siaran resmi Kemenperin, dikutip Jumat (18/10).
Ia berharap di masa mendatang investasi besar BYD di Tanah Air bisa menjadi stimulan buat industri komponen di Indonesia serta kesempatan transfer teknologi dari manufaktur asal Tiongkok itu.
Kemudian perlu ada kerja sama dari seluruh pihak mulai dari pemerintah, sektor industri serta pemangku kepentingan lain guna mendukung perkembangan industri otomotif terkhusus di bidang kendaraan listrik.
“Transfer teknologi ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan industri komponen nasional sehingga dapat naik kelas dan berdaya saing di Global Value Chain,” ucap Putu.
Sementara itu, Andy Lin, Direktur Departemen Administrasi BYD mengatakan bahwa investasi di Indonesia adalah bagian dari strategi global mereka. Indonesia bakal dijadikan kantor pusat regional di Asia Pasifik.
Tidak hanya itu BYD turut membangun fasilitas sendiri untuk penelitian dan pengembangan, produksi, penjualan, purna jual sampai pelatihan.
Terakhir mereka berkomitmen menghadirkan lebih banyak model kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air, tidak terbatas pada mobil listrik murni tetapi juga PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).
“Kami berharap agar capaian produksi 15 juta BYD dapat dilakukan di Indonesia,” kata Andy Lin dalam kesempatan sama.
Kiprah BYD akan menggabungkan kemampuan manufaktur dari China dengan teknologi energi baru yang unggul, guna mendukung transformasi serta peningkatan rantai industri otomotif di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 April 2026, 11:00 WIB
28 April 2026, 09:00 WIB
27 April 2026, 19:00 WIB
26 April 2026, 13:00 WIB
26 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
28 April 2026, 11:00 WIB
Setelah unjuk gigi di Beijing Auto Show 2026, kemungkinan Lepas akan mulai memasarkan E4 atau L4 di GIIAS
28 April 2026, 09:00 WIB
Putri Indonesia 2026 yang diselenggarakan pekan lalu didukung oleh MPMRent dan mengandalkan mobil listrik
28 April 2026, 07:00 WIB
Melantai di ajang Beijing Auto Show 2026, Chery Tiggo X tawarkan varian PHEV yang sanggup berjalan 1.500 km
28 April 2026, 06:00 WIB
ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan utama pemerintah DKI Jakarta dalam mengurai kemacetan Ibu Kota
28 April 2026, 06:00 WIB
Pengendara dapat memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung hari ini yang tersebar di dua lokasi berbeda
28 April 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia melayani masyarakat di kawasan Ibu Kota hari ini, simak informasinya
27 April 2026, 19:00 WIB
BYD Sealion 8 berpeluang jadi penantang baru Hyundai Palisade Hybrid di Indonesia, NJKB-nya terdaftar
27 April 2026, 17:24 WIB
Changan Group mengumumkan strategi dan visi perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan citra