GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
Meski berminat, BYD belum mau meluncurkan mobil listrik murah dalam waktu dekat karena beberapa alasan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pelemahan daya beli masyarakat turut terasa di sektor otomotif. Beberapa manufaktur harus mengatur strategi seperti memperkenalkan produk baru guna mendongkrak penjualan.
Merek tertentu memperkenalkan produk baru di segmen yang potensial seperti SUV (Sport Utility Vehicle) dan MPV (Multi Purpose Vehicle) dengan harga terjangkau.
Hal serupa juga telah dilakukan BYD lewat peluncuran mobil listrik M6 di GIIAS 2024. Banderolnya mulai dari Rp 379 juta sampai Rp 429 jutaan.
Namun jika bicara produk baru yang dijual lebih murah, BYD ternyata belum berminat memboyong mobil listrik murah ke pasar Indonesia dalam waktu dekat.
Di pasar global BYD memiliki sejumlah lini mobil listrik Entry Level. Seperti di Filipina ada Seagull yang dibanderol 898.000 Peso, dalam kurs rupiah setara Rp 244,2 jutaan.
“Kita harus bisa mengakomodasi semua segmen termasuk premium dan Entry Level. Sekarang fokus dengan segmen ini dulu (premium),” kata Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Bekasi beberapa waktu lalu.
Bukan Seagull, BYD di Indonesia justru disinyalir memboyong MPV mewah Denza D9. Model ini pertama kali diperkenalkan di IIMS 2024 (Indonesia International Motor Show) sebagai Display dan saat itu masih berkonfigurasi setir kiri.
Sejumlah pengunjung tampak antusias dan mengantre untuk bisa melihat kabin Denza D9 secara lebih dekat.
Tidak hanya itu tenaga penjual turut membuka keran pemesanan. Mereka mengungkapkan estimasi harganya adalah Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar.
Menurut Luther hal ini merupakan bagian dari kultur banyak konsumen di Indonesia yang tak bisa lepas dari MPV, seperti terlihat dari tingginya angka pemesanan BYD M6.
“Sedangkan SUV itu Raising Market di Indonesia, cukup luas (peluangnya). Middle SUV, low dan Premium, kami juga siapkan produk terbaik lagi,” tegas Luther.
Guna menjangkau lebih banyak konsumen BYD terus melakukan ekspansi diler dengan target 50 outlet sepanjang 2024.
Setiap diler telah dibekali stasiun pengisian daya untuk mobil listrik. Saat ini bisa digunakan semua merek, tidak terbatas BYD.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026