Impresi Pertama Changan Nevo Q05: Praktis buat Mobilitas Urban
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Meski berminat, BYD belum mau meluncurkan mobil listrik murah dalam waktu dekat karena beberapa alasan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pelemahan daya beli masyarakat turut terasa di sektor otomotif. Beberapa manufaktur harus mengatur strategi seperti memperkenalkan produk baru guna mendongkrak penjualan.
Merek tertentu memperkenalkan produk baru di segmen yang potensial seperti SUV (Sport Utility Vehicle) dan MPV (Multi Purpose Vehicle) dengan harga terjangkau.
Hal serupa juga telah dilakukan BYD lewat peluncuran mobil listrik M6 di GIIAS 2024. Banderolnya mulai dari Rp 379 juta sampai Rp 429 jutaan.
Namun jika bicara produk baru yang dijual lebih murah, BYD ternyata belum berminat memboyong mobil listrik murah ke pasar Indonesia dalam waktu dekat.
Di pasar global BYD memiliki sejumlah lini mobil listrik Entry Level. Seperti di Filipina ada Seagull yang dibanderol 898.000 Peso, dalam kurs rupiah setara Rp 244,2 jutaan.
“Kita harus bisa mengakomodasi semua segmen termasuk premium dan Entry Level. Sekarang fokus dengan segmen ini dulu (premium),” kata Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Bekasi beberapa waktu lalu.
Bukan Seagull, BYD di Indonesia justru disinyalir memboyong MPV mewah Denza D9. Model ini pertama kali diperkenalkan di IIMS 2024 (Indonesia International Motor Show) sebagai Display dan saat itu masih berkonfigurasi setir kiri.
Sejumlah pengunjung tampak antusias dan mengantre untuk bisa melihat kabin Denza D9 secara lebih dekat.
Tidak hanya itu tenaga penjual turut membuka keran pemesanan. Mereka mengungkapkan estimasi harganya adalah Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar.
Menurut Luther hal ini merupakan bagian dari kultur banyak konsumen di Indonesia yang tak bisa lepas dari MPV, seperti terlihat dari tingginya angka pemesanan BYD M6.
“Sedangkan SUV itu Raising Market di Indonesia, cukup luas (peluangnya). Middle SUV, low dan Premium, kami juga siapkan produk terbaik lagi,” tegas Luther.
Guna menjangkau lebih banyak konsumen BYD terus melakukan ekspansi diler dengan target 50 outlet sepanjang 2024.
Setiap diler telah dibekali stasiun pengisian daya untuk mobil listrik. Saat ini bisa digunakan semua merek, tidak terbatas BYD.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol