Hyundai Minta Subsidi Mobil Listrik CBU dan CKD Dibedakan

PT Hyundai Motors Indonesia meminta subsidi mobil listrik CBU dan CKD dipisah kepada Presiden Joko Widodo

Hyundai Minta Subsidi Mobil Listrik CBU dan CKD Dibedakan
Satrio Adhy

KatadataOTO – Masyarakat dapat membeli mobil listrik dengan harga cukup terjangkau. Hal itu berkat subsidi yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.

Orang nomor satu di Indonesia memberlakukan insentif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) kendaraan ramah lingkungan menjadi satu persen.

Bantuan di atas berlaku setiap pembelian mobil listrik berstatus CBU (Completely Built Up) atau diimpor secara utuh serta CKD (Completely Knock Down) yang dirakit di Indonesia.

Catat, Hyundai Ioniq 5 Lawas Tak Bisa Disematkan Fitur Bluelink
Photo : TrenOto

Berangkat dari hal itu, PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) meminta Jokowi untuk membuat aturan baru mengenai subsidi mobil listrik.

“Kami yang sudah berinvestasi di Indonesia harapannya ada perbedaan skema insentif antara CKD dengan CBU atau impor, karena ini akan mempengaruhi cadangan devisa,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer (CEO) PT Hyundai Motors di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kemudian, pria yang kerap disapa Soerjo ingin Presiden memberikan subsidi mobil listrik lebih besar dibandingkan sama kendaraan hybrid.

“Kita juga meminta perbedaan antara mobil sudah zero karbon, seharusnya mendapatkan insentif lebih besar dibandingkan kendaraan-kendaraan hanya mereduksi atau mengurangi ketergantungan dari bahan bakar fosil (hybrid),” tegas dia.

Di sisi lain jenama asal Korea Selatan mengakui bahwa subsidi mobil listrik bagi mereka memberi banyak dampak positif.

Terlihat dari peningkatan total penjualan kendaraan yang mereka peroleh setelah insentif diberikan. Bahkan jumlahnya melesat jauh dari 2022.

“Penjualan mobil listrik Hyundai tahun lalu hanya sekitar 2.000 unit dan di 2023 sudah melebihi 5.000 unit, animo masyarakat semakin tinggi,” Fransiscus menuturkan.

Menurut dia lonjakan tersebut bisa dicapai berkat dukungan pemerintah yang sangat baik. Tak hanya fokus kepada kemudahan produk tetapi memberi dorongan untuk industri pendukung seperti baterai EV.

Hyundai Ioniq 5 Batik Tampil Menawan di GIIAS 2023, Dibuat Terbatas
Photo : PT HMID

Perlu diketahui bahwa saat ini pabrikan dari negeri gingseng sudah memproduksi kendaraan ramah lingkungan secara lokal, yakni Hyundai Ioniq 5.

Mobil listrik tersebut bahkan sudah memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 40 persen. Dengan begitu berhak mendapatkan subsidi dari Presiden Jokowi.

Selain itu mereka juga tengah membangun pabrik baterai listrik yang diprediksi bakal rampung pada awal 2024.


Terkini

otosport
Gresini Racing

Alasan Gresini Racing Pakai Jasa Joan Mir dan Daniel Holgado

Gresini Racing mengusung Joan Mir dan Daniel Holgado untuk menghadapi persaingan era baru MotoGP 2027

mobil
Changan S05

Changan Deepal S05 Masuk Indonesia Berstatus CBU, Simak Alasannya

Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris

mobil
Hyundai New Creta

Hyundai New Creta Tawarkan Perjalanan yang Lebih Nyaman

Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan

motor
All New TVS Callisto 110

All New TVS Callisto 110 Resmi Meluncur, Tantang Beat dan Mio M3

All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan

mobil
Mazda 6e

GIIAS 2026, Jadi Panggung Debut Mazda 6e Di Indonesia

Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km

komunitas
Kagama

Kagama 4X4 Adventure Rayakan Hari Jadi di Kaki Gunung Ciremai

Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima

mobil
Daihatsu

Cara Daihatsu Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan, Raih Penghargaan

Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 2 Juli 2026, Ada Dendanya

Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan