Periklindo Akhirnya Sebut Mobil Hybrid Berhak Dapat Insentif
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
PT Hyundai Motors Indonesia meminta subsidi mobil listrik CBU dan CKD dipisah kepada Presiden Joko Widodo
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Masyarakat dapat membeli mobil listrik dengan harga cukup terjangkau. Hal itu berkat subsidi yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.
Orang nomor satu di Indonesia memberlakukan insentif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) kendaraan ramah lingkungan menjadi satu persen.
Bantuan di atas berlaku setiap pembelian mobil listrik berstatus CBU (Completely Built Up) atau diimpor secara utuh serta CKD (Completely Knock Down) yang dirakit di Indonesia.
Berangkat dari hal itu, PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) meminta Jokowi untuk membuat aturan baru mengenai subsidi mobil listrik.
“Kami yang sudah berinvestasi di Indonesia harapannya ada perbedaan skema insentif antara CKD dengan CBU atau impor, karena ini akan mempengaruhi cadangan devisa,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer (CEO) PT Hyundai Motors di Jakarta beberapa waktu lalu.
Kemudian, pria yang kerap disapa Soerjo ingin Presiden memberikan subsidi mobil listrik lebih besar dibandingkan sama kendaraan hybrid.
“Kita juga meminta perbedaan antara mobil sudah zero karbon, seharusnya mendapatkan insentif lebih besar dibandingkan kendaraan-kendaraan hanya mereduksi atau mengurangi ketergantungan dari bahan bakar fosil (hybrid),” tegas dia.
Di sisi lain jenama asal Korea Selatan mengakui bahwa subsidi mobil listrik bagi mereka memberi banyak dampak positif.
Terlihat dari peningkatan total penjualan kendaraan yang mereka peroleh setelah insentif diberikan. Bahkan jumlahnya melesat jauh dari 2022.
“Penjualan mobil listrik Hyundai tahun lalu hanya sekitar 2.000 unit dan di 2023 sudah melebihi 5.000 unit, animo masyarakat semakin tinggi,” Fransiscus menuturkan.
Menurut dia lonjakan tersebut bisa dicapai berkat dukungan pemerintah yang sangat baik. Tak hanya fokus kepada kemudahan produk tetapi memberi dorongan untuk industri pendukung seperti baterai EV.
Perlu diketahui bahwa saat ini pabrikan dari negeri gingseng sudah memproduksi kendaraan ramah lingkungan secara lokal, yakni Hyundai Ioniq 5.
Mobil listrik tersebut bahkan sudah memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 40 persen. Dengan begitu berhak mendapatkan subsidi dari Presiden Jokowi.
Selain itu mereka juga tengah membangun pabrik baterai listrik yang diprediksi bakal rampung pada awal 2024.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Terkini
28 Oktober 2026, 23:44 WIB
Kia Puri resmi dibuka, hasil kerjasama dengan PT Sinar Inti Harapan dan akan terus bertambah di kemudian hari
28 Oktober 2026, 16:13 WIB
Rangkaian seri GIIAS berlanjut, kini GIIAS Makassar 2026 resmi dibuka diramaikan berbagai model elektrifikasi
28 Oktober 2026, 13:00 WIB
Komponen CVT pada motor matik perlu diperiksa secara berkala, ini gejalanya jika terjadi potensi kerusakan
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo menilai mobil hybrid turut berkontribusi dalam pengurangan konsumsi BBM dan emisi CO2 di Indonesia
28 Oktober 2026, 09:00 WIB
Muncul wacana insentif mobil hybrid, realisasinya berpeluang menambah angka penjualan lini kendaraan HEV
28 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kepolisian coba mengantisipasi penumpukan kendaraan di sejumlah titik saat ada Demo Mahasiswa 28 Oktober 2026
27 Oktober 2026, 21:00 WIB
Sejumlah pembalap disebut menolak untuk melakoni MotoGP Qatar 2026 pekan depan karena masalah keamanan
27 Oktober 2026, 18:59 WIB
Marquez memiliki peluang besar untuk menjadi pemenang dan mendulang poin sempurna di MotoGP Malaysia 2026