BYD Gerah Desain Mobil Mereka Selalu Ditiru Kompetitor
02 Januari 2026, 16:00 WIB
PT Hyundai Motors Indonesia meminta subsidi mobil listrik CBU dan CKD dipisah kepada Presiden Joko Widodo
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Masyarakat dapat membeli mobil listrik dengan harga cukup terjangkau. Hal itu berkat subsidi yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.
Orang nomor satu di Indonesia memberlakukan insentif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) kendaraan ramah lingkungan menjadi satu persen.
Bantuan di atas berlaku setiap pembelian mobil listrik berstatus CBU (Completely Built Up) atau diimpor secara utuh serta CKD (Completely Knock Down) yang dirakit di Indonesia.
Berangkat dari hal itu, PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) meminta Jokowi untuk membuat aturan baru mengenai subsidi mobil listrik.
“Kami yang sudah berinvestasi di Indonesia harapannya ada perbedaan skema insentif antara CKD dengan CBU atau impor, karena ini akan mempengaruhi cadangan devisa,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer (CEO) PT Hyundai Motors di Jakarta beberapa waktu lalu.
Kemudian, pria yang kerap disapa Soerjo ingin Presiden memberikan subsidi mobil listrik lebih besar dibandingkan sama kendaraan hybrid.
“Kita juga meminta perbedaan antara mobil sudah zero karbon, seharusnya mendapatkan insentif lebih besar dibandingkan kendaraan-kendaraan hanya mereduksi atau mengurangi ketergantungan dari bahan bakar fosil (hybrid),” tegas dia.
Di sisi lain jenama asal Korea Selatan mengakui bahwa subsidi mobil listrik bagi mereka memberi banyak dampak positif.
Terlihat dari peningkatan total penjualan kendaraan yang mereka peroleh setelah insentif diberikan. Bahkan jumlahnya melesat jauh dari 2022.
“Penjualan mobil listrik Hyundai tahun lalu hanya sekitar 2.000 unit dan di 2023 sudah melebihi 5.000 unit, animo masyarakat semakin tinggi,” Fransiscus menuturkan.
Menurut dia lonjakan tersebut bisa dicapai berkat dukungan pemerintah yang sangat baik. Tak hanya fokus kepada kemudahan produk tetapi memberi dorongan untuk industri pendukung seperti baterai EV.
Perlu diketahui bahwa saat ini pabrikan dari negeri gingseng sudah memproduksi kendaraan ramah lingkungan secara lokal, yakni Hyundai Ioniq 5.
Mobil listrik tersebut bahkan sudah memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 40 persen. Dengan begitu berhak mendapatkan subsidi dari Presiden Jokowi.
Selain itu mereka juga tengah membangun pabrik baterai listrik yang diprediksi bakal rampung pada awal 2024.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 16:00 WIB
02 Januari 2026, 15:00 WIB
02 Januari 2026, 12:00 WIB
01 Januari 2026, 17:00 WIB
01 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 20:22 WIB
Persaingan baru, rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu siap meramaikan ajang balap MotoGP 2026
02 Januari 2026, 19:00 WIB
Julian Johan sudah melakukan berbagai persiapan guna berlaga di Rally Dakar 2026, seperti latihan di Maroko
02 Januari 2026, 18:46 WIB
Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026