Farizon SV Resmi Meluncur, Siap Tantang Hiace
24 Januari 2026, 15:00 WIB
Hyundai menyebut baterai pada mobil listrik mereka sudah aman digunakan karena melewati berbagai pengujian
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Banyak faktor yang dipertimbangkan masyarakat saat ingin membeli mobil listrik. Satu di antaranya adalah mengenai baterai.
Sebab beberapa waktu belakangan kerap terjadi kebakaran yang diakibatkan oleh korsleting pada bagian penampung daya.
Oleh sebab itu Hyundai memastikan baterai pada mobil listrik mereka aman. Pasalnya sudah melalui berbagai pengujian.
“LG Energy Solutions punya Track Record yang sangat barik. Berarti kondisi Thermal Runaway itu sudah diantisipasi dari proses pembuatan sel baterai,” buka Joseph Ananta, Professional of Cell Electrode Production PT HLI Green Power di Semarang beberapa waktu lalu.
Joseph menjelaskan kalau salah satu pengujian baterai mobil listrik Hyundai adalah proses CDC (Charging and Discharging).
Di dalamnya mereka melakukan pengisian daya berulang-ulang 0-100 persen, kemudian Discharging dari 100-0 persen. Hal itu demi membuktikan baterai tidak mengalami panas berlebih ketika digunakan pada kondisi ekstrem.
“Kita sesuaikan dengan kondisi aktual di Indonesia. Polanya sudah kami uji sesuai sama keadaan di lapangan,” lanjut Joseph.
Lalu HLI turut memeriksa apakah terjadi kebocoran atau tidak. Hal itu dilakukan dengan mengecas selama 10 hari lamanya.
Nanti akan terlihat apakah terjadi kebocoran atau Low Voltage pada baterai tersebut. Sehingga aman dipakai oleh konsumen.
“Artinya dari pengujian di HLI itu sudah menunjukkan bahwa baterai kami memiliki grade A. Lalu tidak ada masalah untuk Thermal Runaway,” pungkas Joseph.
Ia menuturkan kalau penampung daya hasil karya HLI Green Power sudah digaransi. Mulai dari pengujian, pengiriman sampai baterai digunakan konsumen.
Sebagai informasi, Thermal Runaway biasa terjadi ketika suhu di dalam salah satu sel baterai meningkat dalam waktu cepat.
Jika hal tersebut sampai terjadi maka risiko terbesar adalah kebakaran. Si jago merah bakal melahap kendaraan Anda.
Kebakaran pada mobil listrik sendiri sangat susah ditangani. Sebab memerlukan ribuan liter air buat proses pemadaman.
Ditambah ada potensi api kembali berkobar jika tidak dilakukan dengan benar. Sehingga tak boleh dipadamkan asal-asalan.
Biasanya kebakaran mobil listrik juga berlangsung cukup lama. Ambil contoh saat Mercedes-Benz EQE dilalap api di Korea Selatan beberapa waktu lalu.
Pemadam kebakaran memerlukan waktu sampai delapan jam untuk menjinakan si jago merah yang melahap kendaraan setrum tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Januari 2026, 15:00 WIB
24 Januari 2026, 13:00 WIB
24 Januari 2026, 09:00 WIB
23 Januari 2026, 10:00 WIB
23 Januari 2026, 08:08 WIB
Terkini
25 Januari 2026, 17:00 WIB
Toyota GR Yaris terbaru dihadirkan sebagai tribut untuk Sebastien Ogier, ada tambahan mode berkendara Seb
25 Januari 2026, 15:00 WIB
Dimensi Mitsubishi Destinator yang kompak membuat para wanita merasa senang mengendarainya buat mobilitas
25 Januari 2026, 13:00 WIB
Ananta Rispo memiliki koleksi kendaraan beragam yang sudah dimodifikasi sesuai dengan selera dan kebutuhannya
25 Januari 2026, 11:00 WIB
Untuk pertama kalinya di Indonesia Chery akan meluncurkan mobil diesel yang rencananya hadir di segmen niaga
25 Januari 2026, 09:00 WIB
Meski akan ada banyak rintangan, AISI menargetkan 6,7 juta unit motor baru bisa terjual sepanjang 2026
25 Januari 2026, 07:00 WIB
Menjelang akhir Januari hampir semua harga LCGC mengalami kenaikan, Honda Brio Satya tipe tertinggi Rp 4 juta
24 Januari 2026, 17:00 WIB
Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal
24 Januari 2026, 15:00 WIB
Farizon SV hadir di Indonesia dan siap menantang Toyota Hiace di bidang transportasi perkotaan Tanah Air