BYD Berniat Punya Pabrik Baterai di Subang Demi Tingkatkan TKDN
06 September 2026, 01:22 WIB
Guna fokus bangun pabrik mobil listrik baru, Hyundai hentikan sementara operasional pabrik utamanya di Korea
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Hyundai Motor tengah mendorong produksi mobil listrik menanggapi tingginya permintaan konsumen. Baru-baru ini diketahui ada rencana Hyundai hentikan sementara operasional pabrik di Korea Selatan sebagai komitmen transisi elektrifikasi.
Seluruh aktivitas di pabrik Asan, Korea Selatan bakal berhenti sementara dari 31 Desember 2023 sampai 13 Februari 2024 dan kembali beroperasi seperti biasa di hari berikutnya. Sekadar informasi pabrik Asan memproduksi kendaraan konvensional atau bermesin bensin.
Selama periode tersebut Hyundai berfokus membangun pabrik khusus EV (electric vehicle) sehingga bisa rampung lebih cepat dan mendorong produksi.
Dilansir dari Electrek, Selasa (28/11) Jose Munoz selaku Hyundai Global President melihat ada permintaan tinggi terhadap mobil listrik Hyundai.
“Saya masih sangat optimis dengan kendaraan listrik berbasis baterai,” ucap Jose beberapa waktu lalu sebelum LA Auto Show awal November.
Padahal secara global ada prediksi bahwa permintaan terhadap EV di tahun depan bisa turun di bawah ekspektasi.
Menurut dia penjualan mobil listrik Hyundai di Amerika Serikat juga meningkat dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Di AS Tesla masih mendominasi pasar, namun Hyundai Ioniq 5 dan merek saudara Kia EV6 mencatatkan rekor penjualan baru pada Oktober 2023.
Saat ini Hyundai juga tengah fokus menyelesaikan pabrik EV dan baterai pertamanya di Amerika Serikat dan disebut sudah mencapai tahap akhir.
Jika rampung pabrikan berencana untuk memproduksi sampai 300.000 unit mobil listrik. Tambahan lain pabrik EV baru di Ulsan, Korea Selatan tengah dalam proses pembangunan.
Kapasitasnya adalah 200.000 mobil listirk per tahun. Pembangunan pabrik akan selesai dan beroperasi pada 2025.
Di Indonesia Hyundai juga terus menunjukan komitmen transisi elektrifikasi dengan membangun pabrik baterai di Karawang, Jawa Barat. Selesai dibangun April 2024, fasilitas tersebut diharapkan bisa penuhi kebutuhan baterai EV.
Bahkan investasinya sudah mencapai US$1.1 miliar atau setara Rp17.4 triliun jika dikonversi dalam kurs rupiah.
“Kita mau produksi baterai lokal supaya bisa dipakai bersamaan dengan kendaraan listrik Hyundai, bukan hanya domestik maupun ekspor,” ujar Fransiscus Soerjopranoto,Chief Operating Officer (COO) PT HMID beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
06 September 2026, 12:15 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi tempat mengekspresikan bakat, wadah berkumpul masyarakat dan komunitas
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan