UFilm Resmi Jadi Kaca Film OEM Mobil Listrik Jaecoo J5
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Guna fokus bangun pabrik mobil listrik baru, Hyundai hentikan sementara operasional pabrik utamanya di Korea
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Hyundai Motor tengah mendorong produksi mobil listrik menanggapi tingginya permintaan konsumen. Baru-baru ini diketahui ada rencana Hyundai hentikan sementara operasional pabrik di Korea Selatan sebagai komitmen transisi elektrifikasi.
Seluruh aktivitas di pabrik Asan, Korea Selatan bakal berhenti sementara dari 31 Desember 2023 sampai 13 Februari 2024 dan kembali beroperasi seperti biasa di hari berikutnya. Sekadar informasi pabrik Asan memproduksi kendaraan konvensional atau bermesin bensin.
Selama periode tersebut Hyundai berfokus membangun pabrik khusus EV (electric vehicle) sehingga bisa rampung lebih cepat dan mendorong produksi.
Dilansir dari Electrek, Selasa (28/11) Jose Munoz selaku Hyundai Global President melihat ada permintaan tinggi terhadap mobil listrik Hyundai.
“Saya masih sangat optimis dengan kendaraan listrik berbasis baterai,” ucap Jose beberapa waktu lalu sebelum LA Auto Show awal November.
Padahal secara global ada prediksi bahwa permintaan terhadap EV di tahun depan bisa turun di bawah ekspektasi.
Menurut dia penjualan mobil listrik Hyundai di Amerika Serikat juga meningkat dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Di AS Tesla masih mendominasi pasar, namun Hyundai Ioniq 5 dan merek saudara Kia EV6 mencatatkan rekor penjualan baru pada Oktober 2023.
Saat ini Hyundai juga tengah fokus menyelesaikan pabrik EV dan baterai pertamanya di Amerika Serikat dan disebut sudah mencapai tahap akhir.
Jika rampung pabrikan berencana untuk memproduksi sampai 300.000 unit mobil listrik. Tambahan lain pabrik EV baru di Ulsan, Korea Selatan tengah dalam proses pembangunan.
Kapasitasnya adalah 200.000 mobil listirk per tahun. Pembangunan pabrik akan selesai dan beroperasi pada 2025.
Di Indonesia Hyundai juga terus menunjukan komitmen transisi elektrifikasi dengan membangun pabrik baterai di Karawang, Jawa Barat. Selesai dibangun April 2024, fasilitas tersebut diharapkan bisa penuhi kebutuhan baterai EV.
Bahkan investasinya sudah mencapai US$1.1 miliar atau setara Rp17.4 triliun jika dikonversi dalam kurs rupiah.
“Kita mau produksi baterai lokal supaya bisa dipakai bersamaan dengan kendaraan listrik Hyundai, bukan hanya domestik maupun ekspor,” ujar Fransiscus Soerjopranoto,Chief Operating Officer (COO) PT HMID beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
13 Februari 2026, 19:22 WIB
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan
14 Februari 2026, 15:00 WIB
Tiga pemenang kompetisi desain VW ID Buzz yang digelar bersama Kementerian Ekraf telah resmi diumumkan