VinFast Daftarkan Paten Desain SUV Baru di Indonesia
02 April 2026, 13:00 WIB
Fransiscus Soerjopranoto, COO Hyundai berharap subsidi PPN mobil listrik dari Jokowi bisa terus berlanjut
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menggenjot adopsi mobil listrik. Orang nomor satu Indonesia itu pun meluncurkan program keringanan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 10 persen.
Sehingga konsumen hanya perlu membayar PPN sebesar 1 persen ketika melakukan pembelian mobil listrik. Sisanya ditanggung oleh pemerintah.
Fransiscus Soerjopranoto Chief Operating Officer (CEO) PT Hyundai Motors Indonesia buka suara. Dalam acara EV & Battery Conference 2023, dirinya berharap insentif dari pemerintah terus berlanjut.
Sebab bos Hyundai menilai kalau PPN mobil listrik cukup berdampak positif bagi sektor otomotif Tanah Air. Selain itu mampu menggerakan masyarakat buat beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
“Sekali lagi insentif kan sangat membantu dalam mendorong terutama penjualan kendaraan listrik di Indonesia. Tentu harapan kita ya kalau bisa kebijakannya diperpanjang,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto di Jakarta Pusat, Selasa (21/11).
Sebagai informasi PPN mobil listrik dari Jokowi membuat Ioniq 5 lebih murah sampai Rp80 juta. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan dengan banderol cukup terjangkau.
“Tapi kalau tidak diperpanjang, ya mungkin ini kesempatan terakhir buat konsumen bisa menikmati (membeli mobil listrik dengan harga lebih murah),” tegas Fransiscus.
Patut diketahui, kebijakan PPN mobil listrik dari Jokowi tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2023.
Di dalamnya dijelaskan mengenai Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bus Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023 (PMK PPN DTP Kendaraan Listrik).
Kemudian insentif tersebut diberikan melalui bantuan PPN menjadi satu persen. Sedangkan masa berlakunya untuk tahun anggaran 2023 mulai pajak April sampai masa pajak Desember tahun ini.
Di sisi lain, menurut data dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) penjualan mobil listrik mengalami kenaikan sejak Januari sampai Oktober 2023 dibandingkan tahun lalu.
Berdasarkan angka wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) terjadi peningkatan 99.1 persen dari 5.958 unit menjadi 11.891 kendaraan.
Tak heran jika Fransiscus Soerjopranoto berharap bantuan dari Presiden Jokowi bisa terus berlanjut meski sudah berganti kepemimpinan. Sebab sangat berdampak bagi penjualan mobil listrik subsidi di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 April 2026, 13:00 WIB
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Terkini
03 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dibuka di lima tempat berbeda tersebar di sekitar Ibu Kota
03 April 2026, 06:00 WIB
Meski menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap dihadiri demi memudahkan pengendara di Kota Kembang
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia