GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
Fransiscus Soerjopranoto, COO Hyundai berharap subsidi PPN mobil listrik dari Jokowi bisa terus berlanjut
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menggenjot adopsi mobil listrik. Orang nomor satu Indonesia itu pun meluncurkan program keringanan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 10 persen.
Sehingga konsumen hanya perlu membayar PPN sebesar 1 persen ketika melakukan pembelian mobil listrik. Sisanya ditanggung oleh pemerintah.
Fransiscus Soerjopranoto Chief Operating Officer (CEO) PT Hyundai Motors Indonesia buka suara. Dalam acara EV & Battery Conference 2023, dirinya berharap insentif dari pemerintah terus berlanjut.
Sebab bos Hyundai menilai kalau PPN mobil listrik cukup berdampak positif bagi sektor otomotif Tanah Air. Selain itu mampu menggerakan masyarakat buat beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
“Sekali lagi insentif kan sangat membantu dalam mendorong terutama penjualan kendaraan listrik di Indonesia. Tentu harapan kita ya kalau bisa kebijakannya diperpanjang,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto di Jakarta Pusat, Selasa (21/11).
Sebagai informasi PPN mobil listrik dari Jokowi membuat Ioniq 5 lebih murah sampai Rp80 juta. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan dengan banderol cukup terjangkau.
“Tapi kalau tidak diperpanjang, ya mungkin ini kesempatan terakhir buat konsumen bisa menikmati (membeli mobil listrik dengan harga lebih murah),” tegas Fransiscus.
Patut diketahui, kebijakan PPN mobil listrik dari Jokowi tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2023.
Di dalamnya dijelaskan mengenai Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bus Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023 (PMK PPN DTP Kendaraan Listrik).
Kemudian insentif tersebut diberikan melalui bantuan PPN menjadi satu persen. Sedangkan masa berlakunya untuk tahun anggaran 2023 mulai pajak April sampai masa pajak Desember tahun ini.
Di sisi lain, menurut data dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) penjualan mobil listrik mengalami kenaikan sejak Januari sampai Oktober 2023 dibandingkan tahun lalu.
Berdasarkan angka wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) terjadi peningkatan 99.1 persen dari 5.958 unit menjadi 11.891 kendaraan.
Tak heran jika Fransiscus Soerjopranoto berharap bantuan dari Presiden Jokowi bisa terus berlanjut meski sudah berganti kepemimpinan. Sebab sangat berdampak bagi penjualan mobil listrik subsidi di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Terkini
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit