Gaikindo Tanggapi Kesulitan Neta Bertahan di Pasar RI
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Fransiscus Soerjopranoto, COO Hyundai berharap subsidi PPN mobil listrik dari Jokowi bisa terus berlanjut
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menggenjot adopsi mobil listrik. Orang nomor satu Indonesia itu pun meluncurkan program keringanan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 10 persen.
Sehingga konsumen hanya perlu membayar PPN sebesar 1 persen ketika melakukan pembelian mobil listrik. Sisanya ditanggung oleh pemerintah.
Fransiscus Soerjopranoto Chief Operating Officer (CEO) PT Hyundai Motors Indonesia buka suara. Dalam acara EV & Battery Conference 2023, dirinya berharap insentif dari pemerintah terus berlanjut.
Sebab bos Hyundai menilai kalau PPN mobil listrik cukup berdampak positif bagi sektor otomotif Tanah Air. Selain itu mampu menggerakan masyarakat buat beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
“Sekali lagi insentif kan sangat membantu dalam mendorong terutama penjualan kendaraan listrik di Indonesia. Tentu harapan kita ya kalau bisa kebijakannya diperpanjang,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto di Jakarta Pusat, Selasa (21/11).
Sebagai informasi PPN mobil listrik dari Jokowi membuat Ioniq 5 lebih murah sampai Rp80 juta. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan dengan banderol cukup terjangkau.
“Tapi kalau tidak diperpanjang, ya mungkin ini kesempatan terakhir buat konsumen bisa menikmati (membeli mobil listrik dengan harga lebih murah),” tegas Fransiscus.
Patut diketahui, kebijakan PPN mobil listrik dari Jokowi tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2023.
Di dalamnya dijelaskan mengenai Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bus Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023 (PMK PPN DTP Kendaraan Listrik).
Kemudian insentif tersebut diberikan melalui bantuan PPN menjadi satu persen. Sedangkan masa berlakunya untuk tahun anggaran 2023 mulai pajak April sampai masa pajak Desember tahun ini.
Di sisi lain, menurut data dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) penjualan mobil listrik mengalami kenaikan sejak Januari sampai Oktober 2023 dibandingkan tahun lalu.
Berdasarkan angka wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) terjadi peningkatan 99.1 persen dari 5.958 unit menjadi 11.891 kendaraan.
Tak heran jika Fransiscus Soerjopranoto berharap bantuan dari Presiden Jokowi bisa terus berlanjut meski sudah berganti kepemimpinan. Sebab sangat berdampak bagi penjualan mobil listrik subsidi di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Februari 2026, 11:00 WIB
15 Februari 2026, 19:00 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
17 Februari 2026, 09:00 WIB
Gaikindo menilai ekspor mobil dari Indonesia terus berkembang meskipun masih menemui beberapa tantangan
17 Februari 2026, 07:00 WIB
Pemerintah Cina menilai, hadirkan tombol fisik pada mobil listrik bisa meningkatkan keselamatan pengguna
17 Februari 2026, 06:00 WIB
Saat tanggal merah Tahun Baru Imlek 2026, SIM keliling Bandung tetap bisa ditemukan di dua tempat berbeda
16 Februari 2026, 20:29 WIB
Land Rover Defender model year 2026 resmi diluncurkan dengan beragam perubahan baik dari sisi tampilan hingga fitur
16 Februari 2026, 18:01 WIB
Mitsubishi naik ke urutan tiga besar merek mobil terlaris di Indonesia per Januari 2026, berikut daftarnya
16 Februari 2026, 13:52 WIB
Menurut data milik Gaikindo, sepanjang Januari 2026 wholesales mobil LCGC hanya berkisar 10.694 unit saja
16 Februari 2026, 11:00 WIB
DFSK Indonesia siapkan model baru di pertengahan 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibanding sekarang
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Per Januari 2026 wholesales dan retail sales Neta nol unit, tidak ada rencana peluncuran produk baru