Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Toyota minta semua teknologi ramah lingkungan didukung meski pemerintah memastikan mobil hybrid tak dapat insentif
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah resmi membatalkan pemberian insentif pada kendaraan hybrid karena segmen tersebut dinilai sudah berkembang tanpa adanya bantuan. Hal ini terlihat dari peningkatan penjualan di semester 1 2024 yang cukup tinggi ketimbang periode serupa tahun lalu.
Keputusan tersebut pun mendapat beragam tanggapan para pelaku industri otomotif termasuk Toyota. Pabrikan mobil asal Jepang itu masih berharap teknologi hybrid mendapat dukungan lebih dari pemerintah.
“Kami berharap pemerintah dapat mendukung semua teknologi yang berkontribusi pada pengurangan emisi untuk mencapai netralitas karbon,” ungkap Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor pada KatadataOTO (07/08).
Ia menambahkan bahwa saat ini komposisi kendaraan elektrifikasi saat ini masih di bawah 10 persen dari total market otomotif. Sehingga masih banyak ruang untuk ditawarkan kepada masyarakat di Indonesia.
“Ketersediaan ragam teknologi elektrifikasi yang tersedia bisa membantu mengakselerasi perkembangan dan adopsinya di Indonesia. Sehingga memungkinkan kontribusi pengurangan emisi lebih besar,” tambahnya kemudian.
Meski demikian sebagai perusahaan otomotif terbesar di Indonesia, Toyota tetap berkomitmen untuk mendukung industri otomotif nasional. Mereka juga menghormati keputusan yang sudah diambil.
“Toyota menghormati keputusan pemerintah dan terus berkomunikasi secara konstruktif dengan pihak berwenang terkait kebijakan maupun regulasi yang ada. Tentu seluruh keputusan bersifat dinamis tergantung situasi dan kondisi terbaru,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah telah memutuskan mobil berteknologi hybrid tak dapat insentif. Hal ini karena tingginya penjualan kendaraan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo terlihat bahwa wholesalesnya mencapai 25.751 unit. Angka tersebut tumbuh dibandingkan periode serupa tahun lalu yang cuma 17.305 unit.
Sedangkan pasar kendaraan listrik juga mengalami kenaikan. Tercatat dalam enam bulan pertama sudah ada 11.940 unit dikirin dari pabrik ke diler.
Angka tersebut naik 104,13 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang hanya 5.849 unit.
“Kebijakan sudah dikeluarkan dan tidak ada perubahan maupun tambahan lain. Penjualan mobil hybrid saat ini sudah dua kali dari Battery Electric Vehicle jadi sebenarnya pasar sudah berjalan dengan mekanisme sekarang,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (06/08).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
16 Juni 2026, 08:02 WIB
06 Juni 2026, 19:00 WIB
03 Juni 2026, 14:03 WIB
25 Mei 2026, 18:54 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi