Wholesales Mobil Listrik Agustus 2026 Tumbuh, Hybrid Turun
15 September 2026, 13:00 WIB
Toyota minta semua teknologi ramah lingkungan didukung meski pemerintah memastikan mobil hybrid tak dapat insentif
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah resmi membatalkan pemberian insentif pada kendaraan hybrid karena segmen tersebut dinilai sudah berkembang tanpa adanya bantuan. Hal ini terlihat dari peningkatan penjualan di semester 1 2024 yang cukup tinggi ketimbang periode serupa tahun lalu.
Keputusan tersebut pun mendapat beragam tanggapan para pelaku industri otomotif termasuk Toyota. Pabrikan mobil asal Jepang itu masih berharap teknologi hybrid mendapat dukungan lebih dari pemerintah.
“Kami berharap pemerintah dapat mendukung semua teknologi yang berkontribusi pada pengurangan emisi untuk mencapai netralitas karbon,” ungkap Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor pada KatadataOTO (07/08).
Ia menambahkan bahwa saat ini komposisi kendaraan elektrifikasi saat ini masih di bawah 10 persen dari total market otomotif. Sehingga masih banyak ruang untuk ditawarkan kepada masyarakat di Indonesia.
“Ketersediaan ragam teknologi elektrifikasi yang tersedia bisa membantu mengakselerasi perkembangan dan adopsinya di Indonesia. Sehingga memungkinkan kontribusi pengurangan emisi lebih besar,” tambahnya kemudian.
Meski demikian sebagai perusahaan otomotif terbesar di Indonesia, Toyota tetap berkomitmen untuk mendukung industri otomotif nasional. Mereka juga menghormati keputusan yang sudah diambil.
“Toyota menghormati keputusan pemerintah dan terus berkomunikasi secara konstruktif dengan pihak berwenang terkait kebijakan maupun regulasi yang ada. Tentu seluruh keputusan bersifat dinamis tergantung situasi dan kondisi terbaru,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah telah memutuskan mobil berteknologi hybrid tak dapat insentif. Hal ini karena tingginya penjualan kendaraan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo terlihat bahwa wholesalesnya mencapai 25.751 unit. Angka tersebut tumbuh dibandingkan periode serupa tahun lalu yang cuma 17.305 unit.
Sedangkan pasar kendaraan listrik juga mengalami kenaikan. Tercatat dalam enam bulan pertama sudah ada 11.940 unit dikirin dari pabrik ke diler.
Angka tersebut naik 104,13 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang hanya 5.849 unit.
“Kebijakan sudah dikeluarkan dan tidak ada perubahan maupun tambahan lain. Penjualan mobil hybrid saat ini sudah dua kali dari Battery Electric Vehicle jadi sebenarnya pasar sudah berjalan dengan mekanisme sekarang,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (06/08).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 September 2026, 13:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
19 September 2026, 21:00 WIB
Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan
19 September 2026, 20:47 WIB
Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial
19 September 2026, 20:02 WIB
ACC Carnival Medan tawarkan banyak promo menarik bagi para pengunjung hingga bisa dapat cashback Rp 1 juta
19 September 2026, 09:00 WIB
Wuling Starlight M merupakan versi baru dari Darion, ukuran jauh lebih besar dan dapat ubahan eksterior
19 September 2026, 07:00 WIB
AiMOGA yang merupakan perusahaan di bawah naungan Chery Group kembali menunjukkan komitmennya di Tanah Air
18 September 2026, 22:02 WIB
Automechanika 2026 akan digelar di Jakarta, diharapkan bisa gairahkan pasar komponen kendaraan di Indonesia
18 September 2026, 17:00 WIB
Jorge Martin mengaku siap untuk kembali bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP Austria 2026 di akhir pekan
18 September 2026, 16:50 WIB
Penjualan Honda pulih di Agustus 2026, namun masih ada PR besar untuk kembali ke lima besar merek terlaris