BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Honri Boma EV direncanajan melakukan debut di IIMS 2025 dengan harga terkangkau, hanya sekitar Rp 200 jutaan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Selain peluncuran mobil baru, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 juga akan dimanfaatkan sejumlah pabrikan untuk melakukan debut di Indonesia. Salah satunya adalah Honri, mobil listrik asal China yang dibawa oleh Utomo Corp.
Mobil listrik tersebut rencananya akan hadir untuk memberi kemudahan kepada masyarakat yang ingin EV dengan harga terjangkau.
“Kami akan meluncurkan Honri di IIMS 2025,” ungkap Deny Utomo, CEO Utomo Corp pada media (05/02).
Dalam presentasinya, ia mengungkap bahwa mobil yang hendak mereka luncurkan adalah Boma EV. Model tersebut diklaim sudah hadir di beberapa negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia dan Pakistan.
Meski tidak menjelaskan secara detail tetapi Honri Boma EV tampil cukup menarik dengan desain yang menyerupai MPV premium terutama di sisi gril. Bodinya juga dibuat mengkotak sehingga memberi kesan besar.
Padahal ukurannya sebenarnya cukup ringkas karena Honri Boma EV memiliki panjang 3.517 mm, lebar 1.495 mm, tinggi 1.660 mm serta wheelbase 2.495 mm. Agar terlihat lebih menarik maka mobil sudah dipasangkan pelek pelek aluminium alloy 15 inci dan ban berukuran 165/55 R15.
Di negara asalnya model tersebut hadir dalam dua varian dengan perbedaan di kapasitas baterai.
Pilihan pertama dibekali baterai berkapasitas 11,9 kWh guna menggerakkan kendaraan sejauh 130 km dalam satu kali pengisian saya. Sementara opsi kedua dipasangkan penyimpanan daya yang lebih besar yaitu 18,5 kWh sehingga memiliki jarak tempuh hingga 200 km.
Daya itu kemudian disalurkan ke motor listrik yang mampu melepas tenaga sebesar 40 hp dan 84 Nm. Angka tersebut dinilai sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan berkendara masyarakat khususnya di perkotaan.
Untuk pengisian daya, versi standard membutuhkan waktu tujuh jam sementara varian di atasnya mencapai 10 jam. Sayangnya dikabarkan tidak ada fitur fast charging.
Mobil tersebut rencananya akan dikirim langsung dari China terlebih dahulu baru kemudian diproduksi di Indonesia.
“Untuk harganya belum diputuskan tetapi sekitar Rp 200 juta,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina Lubricants dan Telkomsel berkolaborasi untuk menghadirkan Promo Gokil untuk para ojek online
23 September 2026, 19:00 WIB
Daihatsu buktikan komitmennya menjaga efisiensi energi dan keberlanjutan dalam proses produksi kendaraan
23 September 2026, 17:49 WIB
Sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device di Toyota Veloz Hybrid punya konsumsi BBM tergolong hemat
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz diklaim mendapat sambutan positif usai HMID menerapkan strategi baru di Indonesia
23 September 2026, 07:00 WIB
Carro resmi rambah bisnis mobil baru, kolaborasi dengan Omoda Jaecoo dan buka diler pertama di Harapan Indah