Honda Super One Ogah Disebut Brio Listrik, Melantai di GIIAS 2026
13 Juli 2026, 21:00 WIB
Honda yakin pasar tumbuh meski rencana Pertalite berhenti dijual tetap dilaksanakan bersamaan dengan tahun politik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Rencana Pertalite berhenti dijual oleh Pertamina mulai tahun depan sebenarnya merupakan langkah berani. Pasalnya di 2024 juga dikenal sebagai tahun politik sehingga biasanya perekonominan cenderung stagnan.
Kondisi tersebut tentu akan memberatkan sektor otomotif yang selama ini sangat sensitif terhadap isu bahan bakar dan kestabilan ekonomi. Namun, Honda Prospect Motor tetap memiliki pandangan positif.
“Kami percaya pasar otomotif tahun depan mempunyai potensi tetap tumbuh meskipun terdapat beberapa faktor seperti pemilu. Terlebih jika ekonomi Indonesia terus mengalami perbaikan,” ungkap Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM pada TrenOto (31/08).
Ia pun menilai bahwa dihentikannya penjualan Pertalite tidak akan memberi banyak pengaruh terhadap penjualan kendaraan, khususnya Honda. Pelanggan pun tak perlu melakukan perawatan tambahan meski menggunakan BBM bercampur bioetanol.
“Produk Honda yang dipasarkan saat ini sudah kompatibel dengan bahan bakar campuran etanol 7 persen, sehingga aman untuk digunakan bagi konsumen Honda,” tegas Yusak Billy.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pertamina berencana untuk menghentikan penjualan Pertalite mulai tahun depan. Sebagai penggantinya mereka akan menyiapkan Pertamax Green 92 yang diklaim cocok untuk semua jenis kendaraan.
Produk ini merupakan kombinasi antara BBM fosil RON 90 dengan bioetanol sebesar 7 persen atau biasa disebut E7. Menariknya, bahan campuran tersebut berasal dari tetes tebu atau molases yang merupakan produk sampingan produksi gula.
Berkat kebijakan ini selain bisa mengurangi subsidi BBM, harga tebu di pasaran akan lebih stabil dan menguntungkan para petani. Terlebih bahan bakunya akan diambil langsung dari perkebunan di Tanah Air.
Perlu diketahui bahwa sekarang Pertamina juga menjual Pertamax Green 95 dengan campuran bioetanol 5 persen. Namun jumlah SPBU yang menjualnya masih terbatas di Surabaya dan Jakarta seharga Rp13.500 per liter, termurah di kelasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 21:00 WIB
10 Juli 2026, 22:34 WIB
10 Juli 2026, 11:00 WIB
09 Juli 2026, 21:00 WIB
09 Juli 2026, 19:20 WIB
Terkini
14 Juli 2026, 22:23 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara ada banyak cara, seperti memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Saat ini banyak yang mengira biaya perbaikan terbesar pada mobil listrik terletak di baterai yang digunakan
14 Juli 2026, 21:43 WIB
Mayoritas konsumen ternyata memilih Jetour T1 i-DM alias varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
14 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi lengkap dan persyaratannya
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih dipertahankan untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota pada jam-jam sibuk
13 Juli 2026, 21:00 WIB
Honda Super One menjadi mobil listrik baru yang mencoba peruntungan di era elektrifikasi di pasar Indonesia
13 Juli 2026, 20:41 WIB
Persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 memanas usai Ogura tampil kompetitif selama beberapa seri