Wholesales Motor Baru September 2026 Kian Subur, Naik 9,7 Persen
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
Honda yakin pasar tumbuh meski rencana Pertalite berhenti dijual tetap dilaksanakan bersamaan dengan tahun politik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Rencana Pertalite berhenti dijual oleh Pertamina mulai tahun depan sebenarnya merupakan langkah berani. Pasalnya di 2024 juga dikenal sebagai tahun politik sehingga biasanya perekonominan cenderung stagnan.
Kondisi tersebut tentu akan memberatkan sektor otomotif yang selama ini sangat sensitif terhadap isu bahan bakar dan kestabilan ekonomi. Namun, Honda Prospect Motor tetap memiliki pandangan positif.
“Kami percaya pasar otomotif tahun depan mempunyai potensi tetap tumbuh meskipun terdapat beberapa faktor seperti pemilu. Terlebih jika ekonomi Indonesia terus mengalami perbaikan,” ungkap Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM pada TrenOto (31/08).
Ia pun menilai bahwa dihentikannya penjualan Pertalite tidak akan memberi banyak pengaruh terhadap penjualan kendaraan, khususnya Honda. Pelanggan pun tak perlu melakukan perawatan tambahan meski menggunakan BBM bercampur bioetanol.
“Produk Honda yang dipasarkan saat ini sudah kompatibel dengan bahan bakar campuran etanol 7 persen, sehingga aman untuk digunakan bagi konsumen Honda,” tegas Yusak Billy.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pertamina berencana untuk menghentikan penjualan Pertalite mulai tahun depan. Sebagai penggantinya mereka akan menyiapkan Pertamax Green 92 yang diklaim cocok untuk semua jenis kendaraan.
Produk ini merupakan kombinasi antara BBM fosil RON 90 dengan bioetanol sebesar 7 persen atau biasa disebut E7. Menariknya, bahan campuran tersebut berasal dari tetes tebu atau molases yang merupakan produk sampingan produksi gula.
Berkat kebijakan ini selain bisa mengurangi subsidi BBM, harga tebu di pasaran akan lebih stabil dan menguntungkan para petani. Terlebih bahan bakunya akan diambil langsung dari perkebunan di Tanah Air.
Perlu diketahui bahwa sekarang Pertamina juga menjual Pertamax Green 95 dengan campuran bioetanol 5 persen. Namun jumlah SPBU yang menjualnya masih terbatas di Surabaya dan Jakarta seharga Rp13.500 per liter, termurah di kelasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
29 September 2026, 09:00 WIB
24 September 2026, 18:41 WIB
22 September 2026, 13:00 WIB
18 September 2026, 16:50 WIB
Terkini
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Leapmotor B03 incar konsumen urban, mobil listrik berukuran kompak yang incar konsumen area perkotaan
14 Oktober 2026, 09:00 WIB
Federal Oil terus melakukan berbagai pendekatan untuk mengembangkan pasar dengan konsistensi inovasi
14 Oktober 2026, 07:00 WIB
Aion UT Urban mengisi celah kosong tipe Standard dan Premium, jadi sesusai kebutuhan konsumen di Indonesia