Peluncuran Jetour T2 PHEV Tak Akan Terganggu Insiden di Jagorawi
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Ada peluang besar Honda hadirkan Stepwgn di Indonesia tahun ini, MPV hybrid pertama PT HPM di dalam negeri
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Honda Indonesia bersiap membawa model elektrifikasi baru buat konsumen tahun ini. Di samping mobil listrik e:N1, ada produk hybrid mereka yakni Stepwgn e:HEV.
Perlu diketahui, Stepwgn sempat dihadirkan ke perhelatan GIIAS 2024 bersama e:N1. Saat itu pihak PT HPM (Honda Prospect Motor) melakukan survei soal minat konsumen terhadap MPV (Multi Purpose Vehicle) hybrid tersebut.
Mendapatkan respons positif, Honda tengah mempelajari kehadiran Stepwgn di Indonesia. Belum diketahui pasti waktunya, tetapi nampaknya ada kemungkinan besar produk itu meluncur tahun ini.
“Untuk Honda Stepwgn, kami sangat mempertimbangkan peluncurannya dalam waktu dekat,” kata Yusak Billy, Sales & Aftersales Director PT HPM saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Pemerintah juga mulai memberi kemudahan buat manufaktur yang menjual mobil hybrid. Apabila telah memenuhi sejumlah persyaratan maka nantinya dapat menikmati insentif sebesar tiga persen.
Hanya saja hingga sekarang pabrikan masih menunggu aturan lebih lanjut sebelum mendaftarkan model-model penerima insentif.
Bantuan dari pemerintah itu diharapkan bisa mendorong merek otomotif tanah air menghadirkan mobil hybrid baru dan merakitnya secara lokal serta mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Dalam kesempatan berbeda pihak PT HPM mengungkapkan kemungkinan besar Honda Stepwgn masuk dengan skema CBU (Completely Built Up) sehingga belum dapat menikmati insentif mobil hybrid.
Stepwgn sendiri menjadi produk MPV pertama Honda dengan teknologi hybrid, masih dalam tahap introduction alias pengenalan kepada calon konsumen. Jadi belum ada rencana terkait perakitan lokal Stepwgn.
“Sementara kami masih mempelajari lebih lanjut detail skema pajak model hybrid terbaru untuk penerapannya,” tegas Billy.
Di Indonesia, MPV hybrid segmen medium yang telah dipasarkan ke konsumen adalah Nissan Serena e-Power. Stepwgn berpeluang jadi opsi lain Serena, dijual dengan banderol Rp 600 jutaan ke atas.
Harga Honda Stepwgn di Hong Kong adalah 489.880 HKD atau sekitar Rp 808,3 jutaan jika dikonversi ke dalam kurs rupiah. Banderolnya di Indonesia mungkin juga tidak beda jauh, mengingat CR-V e:HEV yang diimpor dari Thailand sekarang dilego Rp 800 jutaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Februari 2026, 07:00 WIB
14 Februari 2026, 18:02 WIB
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
12 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
17 Februari 2026, 15:00 WIB
Dedi Mulyadi memamerkan moge milik pribadinya saat melakukan kunjungan ke daerah-daerah pelosok Jabar
17 Februari 2026, 13:00 WIB
IIMS 2027 masih digelar di JIExpo Kemayoran, tetapi rencananya memanfaatkan lahan tambahan seluas 20.000 m2
17 Februari 2026, 12:00 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono mengaku tertarik dengan Denza B5 karena mobil tersebut memiliki desain yang tangguh
17 Februari 2026, 12:00 WIB
MPV bertenaga listrik Denza D9 hadir di Fortune Indonesia Summit 2026, incar konsumen pelaku bisnis di RI
17 Februari 2026, 11:00 WIB
Kegiatan ekspor mobil CBU Daihatsu sepanjang 2025 dikatakan mengalami peningkatan sebesar belasan persen
17 Februari 2026, 09:00 WIB
Gaikindo menilai ekspor mobil dari Indonesia terus berkembang meskipun masih menemui beberapa tantangan
17 Februari 2026, 07:00 WIB
Pemerintah Cina menilai, hadirkan tombol fisik pada mobil listrik bisa meningkatkan keselamatan pengguna
17 Februari 2026, 06:00 WIB
Saat tanggal merah Tahun Baru Imlek 2026, SIM keliling Bandung tetap bisa ditemukan di dua tempat berbeda