Wuling Almaz Bekas Lansiran 2019, Harganya Makin Terjangkau
31 Maret 2024, 13:00 WIB
Harga Wuling Almaz 2021 bekas menarik perhatian calon konsumen karena memiliki beragam fitur dan teknologi canggih
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Hadir di Indonesia dengan beragam keunggulan, harga Wuling Almaz 2021 bekas menjadi perhatian calon konsumen di awal Oktober 2022. Masih sangat layak digunakan mobil di segmen SUV (sport utility vehicle) ini cocok bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan dengan kapasitas cukup besar.
Selain mampu menampung 7 orang penumpang, mobil ini juga memiliki bagasi luas sehingga nyaman digunakan untuk perjalanan jarak jauh bersama keluarga.
Berdasarkan pantauan TrenOto di beberapa E-Commerce, mobil pabrikan asal China ini sudah turun harga dibandingkan unit barunya saat ini.
Mengacu pada iklan di salah satu situs jual beli, Wuling Almaz RS Pro dijual dengan harga Rp308 juta apabila menggunakan sistem kredit dengan leasing tertentu. Harga tersebut anjlok Rp91 jutaan bila dibanding harga barunya yang kini dibanderol Rp399.2 juta.
Sedangkan untuk pembelian secara tunai, konsumen perlu menyiapkan dana Rp365 juta.
"Harga Khusus promo redit Niaga Finance, on the road Rp348 juta ada potongan Rp40 juta, OTR menjadi Rp308 juta," tulis keterangan mobil.
Diler yang menawarkan juga menegaskan bila mobil berwarna putih ini telah lulus inspeksi oleh tim profesional. Baru setahun digunakan, mobil ini baru berjalan 8 ribu kilometer.
Untuk memudahkan pelanggan, diler juga memberikan beberapa program pembelian menarik untuk para pelanggan. Salah satunya adalah DP atau down payment ringan Rp53 juta dan angsuran Rp8.036 juta selama 59 bulan apabila menggunakan Niaga Finance.
Menjadi varian teratas, Wuling Almaz RS Pro mendapat teknologi Wuling Interconnected Smart Ecosystem (WISE). Terknologi tersebut terdiri dari Advanced Driving Assistant System (ADAS) dan Internet of Vehicle (IoV).
ADAS sendiri terdiri dari beberapa fitur keselamatan aktif yang menjadi unggulan. Di antaranya adalah Adaptive Cruise Control (ACC), Bend Cruise Control (BCC), Lane Keeping Assist (LKA), Lane Departure Warning (LDW), Traffic Jam Assistance (TJA), sampai dengan Intelligent Cruise Assistance (ICA).
Teknologi ADAS melengkapi fitur keselamatan lain yang sudah ada sebelumnya. Sebut saja 360o Camera, Electric Parking Brake (EPB) dan Auto Vehicle Holding (AVH), Traction Control System (TCS), Hill Hold Control (HHC) Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake force Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Electronic Stability Control (ESC), Tire Pressure Monitoring System (TPMS), Front & Side Airbag hingga Emergency Stop Signal (ESS).
Sementara untuk teknologi IoV mampu membuat mobil terhubung melalui smartphone pelanggan. Dengan ini maka pemilik dapat terhubung melalui Vehicle Remote Control, Bluetooth Key, Vehicle Positioning serta Geo-fencing Security.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Maret 2024, 13:00 WIB
11 Februari 2024, 17:36 WIB
08 Juni 2022, 21:25 WIB
13 Mei 2022, 06:19 WIB
01 Februari 2022, 10:00 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025
29 Desember 2025, 10:00 WIB
Harga kompetitif dan desain eksterior boxy bakal jadi faktor penting buat konsumen mobil listrik di 2026