Minat Pelanggan Berubah, Penjualan Suzuki Ertiga Tertekan
04 Februari 2026, 11:00 WIB
Pengamat otomotif menilai pemerintah perlu intervensi melalui kebijakan agar harga mobil bisa tetap kompetitif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Industri otomotif tengah mengalami berbagai tantangan sejak 2024. Perubahan kebijakan seperti naiknya PPN (Pajak Pertambahan Nilai) membuat harga mobil ikut terdampak.
Kenaikan harga imbas PPN ini kemudian ditanggung konsumen. Padahal daya beli masyarakat dinilai melemah dan sejumlah orang memilih beli mobil bekas karena lebih terjangkau.
Pengamat otomotif menilai perlu ada intervensi dari pemerintah demi membantu menstabilkan harga mobil baru sepanjang 2025. Perlu diketahui, saat ini memang sudah ada insentif diberlakukan untuk EV (Electric Vehicle) dan mobil hybrid.
“Kalau sekadar imbauan menurunkan harga, tidak akan efektif. Harus disertai regulasi,” kata Riyanto, pengamat otomotif LPEM UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Memang sebelumnya Menteri Perindustrian telah memberikan masukan pada manufaktur buat menahan harga jual mobil, demi mendongkrak penjualan sepanjang 2025.
Sehingga perlu ada kebijakan dari pemerintah yang dapat menguntungkan baik pihak produsen dan memudahkan konsumen dalam melakukan pembelian kendaraan.
“Regulasi penurunan PPN atau PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah), BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) atau PKB (Pajak Kendaraan Bermotor),” tegas Riyanto.
Guna mempertahankan penjualan, salah satu produsen yakni PT TAM (Toyota Astra Motor) menegaskan bakal mencoba tidak menaikkan harga mobil di 2025.
“Biasanya naik (setiap tahun), di 2025 kenaikannya murni dari faktur pajak,” kata Philardi Sobari, Head of PR TAM di Jakarta beberapa waktu lalu.
Ia tidak memungkiri banderol sejumlah model Toyota harus terkerek. Seperti Agya, Rush dan Avanza yang naik Rp 2 jutaan.
Tetapi di masa mendatang bakal ditahan supaya tetap berada dalam jangkauan daya beli konsumen.
“Kita berharap ini meningkatkan daya beli masyarakat. Setelah tahun pemilu, biasanya naik (penjualan) otomotif,” kata dia.
Di samping itu Toyota juga kembali menghadirkan model baru di segmen entry level dengan tampilan sporti yakni Agya Stylix. Model tersebut pakai basis tipe G ditambah bodykit dari GR Parts.
Agya Stylix di tempatkan di atas Agya tipe G, dengan harga Rp 200,6 jutaan on the road Jakarta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Februari 2026, 11:00 WIB
03 Februari 2026, 21:00 WIB
02 Februari 2026, 12:00 WIB
02 Februari 2026, 11:00 WIB
01 Februari 2026, 13:00 WIB
Terkini
09 Februari 2026, 22:00 WIB
Dua tahun setelah Xpander HEV debut Thailand, Mitsubishi umumkan rencana peluncuran mobil hybrid di RI tahun ini
09 Februari 2026, 21:00 WIB
Sebelumnya direncanakan hadir di IIMS 2026, BAIC umumkan peluncuran Arcfox T1 dilakukan di GIIAS 2026
09 Februari 2026, 20:00 WIB
Jeep merayakan hari jadinya yang ke-85 di IIMS 2026, mereka pun memasarkan unit khusus edisi kali ini
09 Februari 2026, 19:20 WIB
Suzuki e Vitara menyasar konsumen yang mengincar eksklusivitas akan sebuah produk mobil listrik inovatif
09 Februari 2026, 17:29 WIB
Ford mengklaim berhasil meraih hasil positif dalam hal penjualan mobil baru di 2025, disebut alami pertumbuhan
09 Februari 2026, 16:35 WIB
Suzuki XBee menjadi tamu spesial di IIMS 2026 dan berpeluang untuk dipasarkan di pasar otomotif Indonesia
09 Februari 2026, 15:00 WIB
Selama IIMS 2026 ada diskon motor Honda yang bisa dimanfaatkan pengunjung, lalu tersedia bonus tambahan
09 Februari 2026, 14:00 WIB
VinFast MPV 7 sudah bisa dipesan di IIMS 2026 dengan beragam keunggulan menarik termasuk kapasitas baterai yang besar