Bridgestone Bawa Dayton Masuk Indonesia, Harga Lebih Terjangkau
24 September 2026, 09:12 WIB
harga ban mobil maupun motor mengalami kenaikkan karena sulitnya mendapatkan bahan baku akibat kekurangan kapal kontainer
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Harga Ban mobil dan motor mengalami kenaikan karena kesulitan mendapatkan bahan baku. Kejadian itu sendiri dipicu oleh adanya kekurangan kapal kontainer.
Pandemi covid-19 yang telah berlangsung hampir selama dua tahun masih menimbulkan masalah pada sektor bisnis, tidak terkecuali otomotif. Meskipun bisa dikatakan saat ini kondisi ekonomi mulai berangsur pulih.
Saat ini dikatakan tingkat permintaan pasar secara global mengalami peningkatan. Namun hal tersebut tidak berbanding lurus dengan sektor logistik.
Kekurangan kapal dan kontainernya itu sendiri menjadi salah satu pemicu kenaikan beberapa produk otomotif. Produsen ban saat ini dikatakan mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku karena kelangkaan sistem logistik.
Hal inilah yang digadang-gadang menjadi pemicu naiknya harga ban mobil maupun motor. Meskipun secara tidak langsung, namun kekurangan logistik cukup menyulitkan proses pengiriman.
“Kalau untuk kesulitan bahan baku sebenarnya memang ada, tapi lebih terkait adanya shortage secara global dari segi keberadaan kapal kontainer dan juga kontainernya. Kenaikan harga jual pasti ada setiap tahunnya tapi lebih ke normal cost increase saja,” ucap Mukiat Sutikno, Managing Director PT Bridgestone Tire Indonesia kepada Trenoto (07/10).
Menurutnya pada 2020 ada penurunan permintaan ban, namun pada 2021 trennya mulai membaik. Meskipun dikatakan kenaikkan pada 2021 belum bisa membuat kondisinya sama seperti 2019.
Di Tanah Air, beberapa produsen ban menaikkan harga jual produk-produknya terkait kesulitan dalam hal logistik. Rata-rata kenaikkannya berkisar 5 – 10 persen yang membuat konsumen harus merogoh kocek lebih dalam.
Kesulitan mendapatkan bahan baku juga dialami seluruh produsen ban secara global. Mitas Tyre selaku produsen ban asal Republik Ceko juga ikut merasakan raw material shortage.
Dikutip dari Rideapart, biaya produksi yang meningkat membuat produsen tersebut menaikkan harga jualnya. Mitas sendiri dikatakan telah menaikkan harga jual ban mereka sebanyak dua kali dalam satu tahun.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 September 2026, 09:12 WIB
25 Juli 2026, 08:00 WIB
22 Februari 2026, 17:00 WIB
19 Januari 2026, 13:00 WIB
26 November 2025, 15:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif