DHL Express Perkuat Armada Logistik dengan 30 Unit Wuling Mitra EV
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
Untuk memodifikasi audio mobil listrik harus menggunakan amplifier khusus yang mempunyai sistem koneksi A2B
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Modifikasi tidak hanya dilakukan para pemilik mobil bermesin bensin. Namun pengguna Electric Vehicle (EV) juga turut menerapkan.
Namun untuk memodifikasi mobil listrik tidak boleh sembarang. Terutama buat bagian atau sistem audio.
“Mobil listrik hanya ada satu solusi, tidak bisa pakai (amplifier) yang model konvensional. Hanya satu produk namanya merek Goldhorn,” ungkap Andreas Tjahjadi, CEO Audio Plus Indonesia di Jakarta Barat , Selasa (01/07).
Andreas menjelaskan kalau amplifier tersebut memiliki koneksi A2B (Automotive Audio Bus). Diklaim mampu mengontrol seluruh audio di kendaraan.
Mulai bunyi sein kiri maupun kanan, sensor mundur sampai mengatur voice command buat mengoperasikan berbagai fitur.
Lalu respons sistem terhadap perintah suara pada kendaraan juga kemudian dialirkan lewat speaker kendaraan.
“Demikian juga ada namanya active noise cancellation. Sehingga ketika mobilnya jalan ada fitur untuk meredam suara roda, jadi silent banget,” lanjut dia.
Oleh sebab itu untuk memodifikasi audio mobil listrik disarankan menggunakan produk atau amplifier Goldghorn AB218.
Dengan begitu semua sistem audio di dalam kendaraan bisa berjalan lancar. Tidak ada kendala sama sekali.
“Kalau speaker bisa pakai model standar. Namun untuk amplifier harus menggunakan yang mempunyai sistem A2B,” tegas Andreas.
Sebagai informasi, sistem A2B sudah biasa ditemukan di mobil-mobil listrik Cina. Mulai dari BYD, Denza, Chery sampai Wuling.
Selain itu turut diandalkan kendaraan-kendaraan roda empat dari pabrikan Hyundai maupun KIA. Kemudian Toyota Alphard juga diklaim telah menggunakan sistem A2B.
Nah untuk biaya memodifikasi audio mobil listrik, Anda harus mengeluarkan dana sekitar Rp 30 jutaan guna membeli amplifier dari Goldhorn tadi.
“(Biaya) buat speaker relatif, karena speaker di mobil listrik jumlahnya lebih banyak dan menggunakan sistem imersif,” tutur Andreas.
Sebagai informasi, sistem audio imersif adalah teknologi yang mampu menghadirkan suara seolah-olah berada di sekitar pendengar atau tiga dimensi, bukan hanya dari depan saja.
“Mobil listrik itu kan membuat kita seolah-olah masuk ke dalam musiknya. Mirip dengan Dolby Atmos di bioskop,” pungkas Andreas.
Jadi pengguna harus menyiapkan dana tambahan lagi bila ingin sekalian mengganti speaker mobil listrik Anda.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
21 Oktober 2026, 07:00 WIB
AiMOGA Robotic dikabarkan telah siap untuk memasarkan robot humanoid pendamping keluarga pertama di dunia
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
DHL Express percayakan Wuling Mitra EV, langkah strategis mempercepat transisi kendaraan listrik komersial
20 Oktober 2026, 19:39 WIB
Kabar mengejutkan datang dari Toprak Razgatlioglu, ia mengalami cedera dan dijadwalkan menjalani operasi
20 Oktober 2026, 13:00 WIB
Freelander, submerek SUV premium dari Chery Group akan hadir sebagai merek independen di Indonesia pada 2027
20 Oktober 2026, 11:00 WIB
Polda Metro Jaya menggelar rekayasa lalu lintas agar perjalanan warga tidak terganggu selama demo hari ini
20 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kiandra Ramadhipa berhasil mengharumkan Indonesia di putaran final FIM Moto3 Junior World Championship 2026,
20 Oktober 2026, 06:06 WIB
Wuling Eksion sebagai SUV 7 seater sudah dibekali fitur-fitur yang bisa menyesuaikan kebiasaan para pengemudi
19 Oktober 2026, 21:00 WIB
Persaingan Marquez dan Martin dalam perebutan gelar juara dunia kembali tersaji di MotoGP Australia 2026