Chery Q Debut di GIIAS 2026, Sudah Terpesan 3.000 Unit
19 Juli 2026, 12:00 WIB
Untuk memodifikasi audio mobil listrik harus menggunakan amplifier khusus yang mempunyai sistem koneksi A2B
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Modifikasi tidak hanya dilakukan para pemilik mobil bermesin bensin. Namun pengguna Electric Vehicle (EV) juga turut menerapkan.
Namun untuk memodifikasi mobil listrik tidak boleh sembarang. Terutama buat bagian atau sistem audio.
“Mobil listrik hanya ada satu solusi, tidak bisa pakai (amplifier) yang model konvensional. Hanya satu produk namanya merek Goldhorn,” ungkap Andreas Tjahjadi, CEO Audio Plus Indonesia di Jakarta Barat , Selasa (01/07).
Andreas menjelaskan kalau amplifier tersebut memiliki koneksi A2B (Automotive Audio Bus). Diklaim mampu mengontrol seluruh audio di kendaraan.
Mulai bunyi sein kiri maupun kanan, sensor mundur sampai mengatur voice command buat mengoperasikan berbagai fitur.
Lalu respons sistem terhadap perintah suara pada kendaraan juga kemudian dialirkan lewat speaker kendaraan.
“Demikian juga ada namanya active noise cancellation. Sehingga ketika mobilnya jalan ada fitur untuk meredam suara roda, jadi silent banget,” lanjut dia.
Oleh sebab itu untuk memodifikasi audio mobil listrik disarankan menggunakan produk atau amplifier Goldghorn AB218.
Dengan begitu semua sistem audio di dalam kendaraan bisa berjalan lancar. Tidak ada kendala sama sekali.
“Kalau speaker bisa pakai model standar. Namun untuk amplifier harus menggunakan yang mempunyai sistem A2B,” tegas Andreas.
Sebagai informasi, sistem A2B sudah biasa ditemukan di mobil-mobil listrik Cina. Mulai dari BYD, Denza, Chery sampai Wuling.
Selain itu turut diandalkan kendaraan-kendaraan roda empat dari pabrikan Hyundai maupun KIA. Kemudian Toyota Alphard juga diklaim telah menggunakan sistem A2B.
Nah untuk biaya memodifikasi audio mobil listrik, Anda harus mengeluarkan dana sekitar Rp 30 jutaan guna membeli amplifier dari Goldhorn tadi.
“(Biaya) buat speaker relatif, karena speaker di mobil listrik jumlahnya lebih banyak dan menggunakan sistem imersif,” tutur Andreas.
Sebagai informasi, sistem audio imersif adalah teknologi yang mampu menghadirkan suara seolah-olah berada di sekitar pendengar atau tiga dimensi, bukan hanya dari depan saja.
“Mobil listrik itu kan membuat kita seolah-olah masuk ke dalam musiknya. Mirip dengan Dolby Atmos di bioskop,” pungkas Andreas.
Jadi pengguna harus menyiapkan dana tambahan lagi bila ingin sekalian mengganti speaker mobil listrik Anda.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Juli 2026, 12:00 WIB
18 Juli 2026, 21:09 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Terkini
22 Juli 2026, 22:04 WIB
Geely Okavango sudah terdaftar di Indonesia, SUV bermesin bensin yang diyakini masuk setelah Coolray
22 Juli 2026, 19:13 WIB
DFSK E5 Plus resmi dijual dengan harga Rp 500 juta-550 jutaan, terpesan ribuan unit sejak dibuka kerannya
22 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo resmi bergabung ke tim pabrikan Honda mulai MotoGP 2027 dengan kontrak selama dua tahun
22 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak persyaratannya
22 Juli 2026, 06:00 WIB
Pengguna kendaraan roda empat harap memperhatikan aturan ganjil genap Jakarta hari ini yang dimulai sejak pagi
22 Juli 2026, 06:00 WIB
Kepolisian berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
21 Juli 2026, 23:36 WIB
Fitur V2L pada Chery Tiggo 9 CSH bisa berguna saat rumah tengah mengalami pemadaman listrik secara massal
21 Juli 2026, 21:23 WIB
Changan Deepal S05 resmi dipasarkan untuk para konsumen di Indonesia, mobil ini dipasarkan dalam dua varian