Gempuran Mobil China di RI Bisa Tahan Anjloknya Penjualan Mobil

Kehadiran merek mobil China di Indonesia disebut bisa bantu tahan penjualan mobil di 2025 agar tidak anjlok

Gempuran Mobil China di RI Bisa Tahan Anjloknya Penjualan Mobil
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Banyak manufaktur mobil China berdatangan ke Indonesia untuk memperkenalkan model kendaraannya dan berinvestasi. Kebanyakan di antaranya langsung menawarkan mobil listrik atau BEV (Battery Electric Vehicle).

Jika melihat data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), MPV listrik BYD M6 bahkan memimpin dengan angka wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) 6.124 unit sepanjang 2024.

Dari 10 model, delapan di antaranya merupakan mobil listrik China dari BYD, Wuling, Chery dan MG. Sisa dua lagi adalah Hyundai Ioniq 5 dan Kona Electric.

Hanya saja jika dilihat secara keseluruhan pasar (bensin hingga listrik), belum ada merek mobil China berhasil masuk ke tangga 10 besar mobil terlaris tahun lalu. Posisi pertama masih dipegang oleh Toyota, sumbangkan wholesales Kijang Innova 63.676 unit.

Neta Percaya Diri Hadapi Persaingan Mobil Listrik China di RI
Photo : KatadataOTO

Terlepas dari sumbangan angkanya yang belum sebanyak merek Jepang, pengamat menilai hal ini tetap dapat berdampak baik dalam membantu menaikkan penjualan kendaraan roda empat di Indonesia.

“Kalau mereka hanya diwakili satu sampai dua merek saja, tentu kondisi penjualan tahun lalu akan lebih parah,” kata Bebin Djuana, pengamat otomotif saat dihubungi KatadataOTO, Rabu (05/03).

Jika bicara masalah persaingan, Bebin menegaskan bahwa layanan, kualitas sampai teknologi terkini menjadi kunci penting agar suatu produk bisa diterima.

Mobil China saat ini juga sudah semakin bersaing karena membawa inovasi terkini buat diterapkan pada kendaraan, dan seringkali dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan model di kelas yang sama.

“Walaupun volumenya (penjualan) belum besar, tentu mengurangi anjloknya angka penjualan,” tegas Bebin.

Maraknya Merek Mobil China Bakal Beri Dampak Positif di RI
Photo : Geely Global

Sekadar informasi, penjualan ritel (penyaluran dari diler ke konsumen) di 2024 adalah 889.860 unit secara nasional, turun dari perolehan di 2023 dalam periode yang sama yakni 998.059 unit.

Untuk itu telah ditetapkan bahwa target penjualan mobil 2025 adalah di kisaran 850 ribu. Tetap ada peluang koreksi turun drastis sampai ke 750 unit, atau naik maksimal 900 ribu.

Lalu guna memulihkan daya beli masyarakat, pemerintah disarankan untuk terus memberikan insentif. Misal, kebijakan PPnBM nol persen buat lini kendaraan LCGC (low cost green car).


Terkini

motor
IMHAX 2026

IMHAX 2026 Tawarkan Potongan Harga Menarik Helm Hingga Apparel

Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan

news
IEE Series 2026

IEE Series 2026 Pacu Ekosistem Baterai dan Mobil Listrik

Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia

mobil
AUKSI

AUKSI Beri Pelanggan Benefit Lebih Memanfaatkan Momen Harpelnas

AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi SIM Keliling Jakarta Jelang Akhir Pekan, 4 September 2026

Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku

news
SIM Keliling Bandung

Cek Jadwal SIM Keliling Bandung 4 September 2026, Ini Lokasinya

Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana

news
Ganjil Genap Jakarta

Puluhan Titik Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 4 September 2026

Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi

mobil
Daihatsu Kumpul Sahabat 2026 Batam

Daihatsu Kumpul Sahabat Batam 2026 Tawarkan Pengalaman Interaktif

Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas

mobil
BYD

BYD Resmi Buka Pabrik di Subang, Mampu Produksi 150 Ribu Mobil

Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.