BYD Resmi Buka Pabrik di Subang, Mampu Produksi 150 Ribu Mobil
03 September 2026, 16:02 WIB
Kehadiran merek mobil China di Indonesia disebut bisa bantu tahan penjualan mobil di 2025 agar tidak anjlok
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Banyak manufaktur mobil China berdatangan ke Indonesia untuk memperkenalkan model kendaraannya dan berinvestasi. Kebanyakan di antaranya langsung menawarkan mobil listrik atau BEV (Battery Electric Vehicle).
Jika melihat data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), MPV listrik BYD M6 bahkan memimpin dengan angka wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) 6.124 unit sepanjang 2024.
Dari 10 model, delapan di antaranya merupakan mobil listrik China dari BYD, Wuling, Chery dan MG. Sisa dua lagi adalah Hyundai Ioniq 5 dan Kona Electric.
Hanya saja jika dilihat secara keseluruhan pasar (bensin hingga listrik), belum ada merek mobil China berhasil masuk ke tangga 10 besar mobil terlaris tahun lalu. Posisi pertama masih dipegang oleh Toyota, sumbangkan wholesales Kijang Innova 63.676 unit.
Terlepas dari sumbangan angkanya yang belum sebanyak merek Jepang, pengamat menilai hal ini tetap dapat berdampak baik dalam membantu menaikkan penjualan kendaraan roda empat di Indonesia.
“Kalau mereka hanya diwakili satu sampai dua merek saja, tentu kondisi penjualan tahun lalu akan lebih parah,” kata Bebin Djuana, pengamat otomotif saat dihubungi KatadataOTO, Rabu (05/03).
Jika bicara masalah persaingan, Bebin menegaskan bahwa layanan, kualitas sampai teknologi terkini menjadi kunci penting agar suatu produk bisa diterima.
Mobil China saat ini juga sudah semakin bersaing karena membawa inovasi terkini buat diterapkan pada kendaraan, dan seringkali dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan model di kelas yang sama.
“Walaupun volumenya (penjualan) belum besar, tentu mengurangi anjloknya angka penjualan,” tegas Bebin.
Sekadar informasi, penjualan ritel (penyaluran dari diler ke konsumen) di 2024 adalah 889.860 unit secara nasional, turun dari perolehan di 2023 dalam periode yang sama yakni 998.059 unit.
Untuk itu telah ditetapkan bahwa target penjualan mobil 2025 adalah di kisaran 850 ribu. Tetap ada peluang koreksi turun drastis sampai ke 750 unit, atau naik maksimal 900 ribu.
Lalu guna memulihkan daya beli masyarakat, pemerintah disarankan untuk terus memberikan insentif. Misal, kebijakan PPnBM nol persen buat lini kendaraan LCGC (low cost green car).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 September 2026, 16:02 WIB
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
Terkini
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang
04 September 2026, 06:00 WIB
Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
04 September 2026, 06:00 WIB
Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana
04 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas
03 September 2026, 16:02 WIB
Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.