Adu Murah Harga BBM November 2026, Ada Shell dan Pertamina
01 November 2026, 17:37 WIB
Ahli menjelaskan etanol bantu memperbaiki kualitas bahan bakar, mengurangi kandungan sulfur di bensin
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di tengah pro-kontra penerapan bahan bakar minyak (BBM) dengan etanol 10 persen, ada sejumlah dampak positif bisa dirasakan.
Salah satunya adalah berkurangnya angka sulfur pada kandungan bensin yang dijual di dalam negeri.
Perlu diketahui, kandungan sulfur pada bensin di dalam negeri masih terbilang tinggi yaitu di atas 50 parts per million (ppm). Ini tidak sesuai dengan spesifikasi BBM berstandar Euro IV.
Padahal 50 ppm menjadi ambang batas kadar sulfur pada bensin agar dapat membantu mesin bekerja optimal dan tidak menimbulkan kerusakan.
Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan, campuran etanol di bensin pada akhirnya membantu meminimalisir kadar sulfur.
“Bensin itu diproduksi dari minyak bumi, mengandung sulfur sehingga terbawa ke produk,” kata Ronny Purwadi, akademisi Fakultas Teknologi Industri ITB di Jakarta belum lama ini
Hanya saja belum dapat dipastikan seberapa besar dampak kandungan etanol bisa mengurangi persentase sulfur di bensin di 50 ppm.
Tetapi menjadi langkah yang baik untuk membantu meningkatkan kualitas bahan bakar di dalam negeri.
“Etanol biasanya tidak menghasilkan sulfur lebih banyak. Jadi (pada bensin) ada bahan yang dengan sulfur dan yang tidak, kalau dicampur berkurang,” tegas Ronny.
Sebagai informasi, sulfur dioksida atau SO2 dan sulfur trioksida (SO3) berdampak negatif pada kendaraan. Seperti merusak saringan knalpot dan menghasilkan pencemar yakni partikel sulfat.
Tidak hanya pada kendaraan, tingginya sulfur pada bahan bakar juga dapat berimbas buruk pada kesehatan manusia seperti penyakit saluran pernapasan sampai kerusakan organ dalam.
Pemerintah sebelumnya ingin BBM bersubsidi ikut standar emisi Euro IV. Tetapi BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite masing-masing tercatat mengandung sulfur 2.500 ppm dan 500 ppm.
Padahal porsi penggunaannya tergolong tinggi. Biosolar 29,7 persen sedangkan Pertalite 42,1 persen.
Terlepas dari prosedur penerapannya yang masih digodok oleh pemerintah, etanol diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal buat membantu mengurangi sulfur pada bahan bakar.
Harapannya BBM campuran etanol 10 persen alias E10 di masa mendatang dapat meningkatkan RON atau kualitas bensin yang pada akhirnya mengurangi pencemaran udara.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 November 2026, 17:37 WIB
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
Terkini
03 November 2026, 13:00 WIB
BYD sampai Hyundai menjadi salah satu merek mobil yang paling digandrungi oleh generasi Z maupun milenial
03 November 2026, 11:00 WIB
Respons konsumen masih tunjukkan tren positif, AISI bidik penjualan motor baru 6,5 juta unit di akhir 2026
03 November 2026, 09:00 WIB
Bapenda DKI Jakarta menggelar pemutihan pajak kendaraan bermotor sejak Senin (02/11) guna meringankan warga
03 November 2026, 07:00 WIB
MG Motor Indonesia menyatakan penjualan SUV 5-seater ZS Hybrid+ masih sesuai dengan perkiraan di peluncuran
02 November 2026, 21:03 WIB
Chery Group terus mengembangkan pasar robot humanoid dan sejenisnya untuk pasar luar Tiongkok yakni AiMOGA
02 November 2026, 20:23 WIB
IMX 2026 baru selesai di gelar beberapa waktu lalu, pameran otomotif ini diramaikan dengan berbagai kegiatan
02 November 2026, 15:54 WIB
Adopsi motor listrik di Indonesia masih belum semasif mobil listrik, AISI ungkap persentasenya masih kecil
02 November 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez saat ini tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai memenangkan seri Malaysia di Sepang