Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Ahli menjelaskan etanol bantu memperbaiki kualitas bahan bakar, mengurangi kandungan sulfur di bensin
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di tengah pro-kontra penerapan bahan bakar minyak (BBM) dengan etanol 10 persen, ada sejumlah dampak positif bisa dirasakan.
Salah satunya adalah berkurangnya angka sulfur pada kandungan bensin yang dijual di dalam negeri.
Perlu diketahui, kandungan sulfur pada bensin di dalam negeri masih terbilang tinggi yaitu di atas 50 parts per million (ppm). Ini tidak sesuai dengan spesifikasi BBM berstandar Euro IV.
Padahal 50 ppm menjadi ambang batas kadar sulfur pada bensin agar dapat membantu mesin bekerja optimal dan tidak menimbulkan kerusakan.
Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan, campuran etanol di bensin pada akhirnya membantu meminimalisir kadar sulfur.
“Bensin itu diproduksi dari minyak bumi, mengandung sulfur sehingga terbawa ke produk,” kata Ronny Purwadi, akademisi Fakultas Teknologi Industri ITB di Jakarta belum lama ini
Hanya saja belum dapat dipastikan seberapa besar dampak kandungan etanol bisa mengurangi persentase sulfur di bensin di 50 ppm.
Tetapi menjadi langkah yang baik untuk membantu meningkatkan kualitas bahan bakar di dalam negeri.
“Etanol biasanya tidak menghasilkan sulfur lebih banyak. Jadi (pada bensin) ada bahan yang dengan sulfur dan yang tidak, kalau dicampur berkurang,” tegas Ronny.
Sebagai informasi, sulfur dioksida atau SO2 dan sulfur trioksida (SO3) berdampak negatif pada kendaraan. Seperti merusak saringan knalpot dan menghasilkan pencemar yakni partikel sulfat.
Tidak hanya pada kendaraan, tingginya sulfur pada bahan bakar juga dapat berimbas buruk pada kesehatan manusia seperti penyakit saluran pernapasan sampai kerusakan organ dalam.
Pemerintah sebelumnya ingin BBM bersubsidi ikut standar emisi Euro IV. Tetapi BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite masing-masing tercatat mengandung sulfur 2.500 ppm dan 500 ppm.
Padahal porsi penggunaannya tergolong tinggi. Biosolar 29,7 persen sedangkan Pertalite 42,1 persen.
Terlepas dari prosedur penerapannya yang masih digodok oleh pemerintah, etanol diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal buat membantu mengurangi sulfur pada bahan bakar.
Harapannya BBM campuran etanol 10 persen alias E10 di masa mendatang dapat meningkatkan RON atau kualitas bensin yang pada akhirnya mengurangi pencemaran udara.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Mobil hybrid menjadi salah satu opsi transisi elektrifikasi yang menuai respons positif dari masyarakat
31 Agustus 2026, 07:00 WIB
Setidaknya ada 100 model mobil baru dihadirkan Hyundai sampai 2030, termasuk kendaraan energi terbarukan
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Kepolisian terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir Agustus, layanan SIM keliling Jakarta kembali beroperasi di lima lokasi strategis hari ini
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurai kemacetan parah terutama di sejumlah jalan protokol, Ganjil Genap Jakarta masih andalan
30 Agustus 2026, 20:14 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai jawara di MotoGP Aragon 2026 dan menambah catatan apik di Motorland
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
BAIC T1 menawarkan rasa berkendara yang nyaman serta lincah ketik diajak untuk perjalanan ke luar kota
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
Marc Marquez kembali unjuk performa di Sprint Race MotoGP Aragon 2026, naik podium bersama Alex Marquez