Etanol Disebut Bisa Kurangi Kadar Sulfur di Bensin

Ahli menjelaskan etanol bantu memperbaiki kualitas bahan bakar, mengurangi kandungan sulfur di bensin

Etanol Disebut Bisa Kurangi Kadar Sulfur di Bensin

KatadataOTO – Di tengah pro-kontra penerapan bahan bakar minyak (BBM) dengan etanol 10 persen, ada sejumlah dampak positif bisa dirasakan.

Salah satunya adalah berkurangnya angka sulfur pada kandungan bensin yang dijual di dalam negeri.

Perlu diketahui, kandungan sulfur pada bensin di dalam negeri masih terbilang tinggi yaitu di atas 50 parts per million (ppm). Ini tidak sesuai dengan spesifikasi BBM berstandar Euro IV.

Padahal 50 ppm menjadi ambang batas kadar sulfur pada bensin agar dapat membantu mesin bekerja optimal dan tidak menimbulkan kerusakan.

Usaha Pemerintah Agar Kebijakan Etanol 10 Persen Berjalan Mulus
Photo : Pixabay

Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan, campuran etanol di bensin pada akhirnya membantu meminimalisir kadar sulfur.

“Bensin itu diproduksi dari minyak bumi, mengandung sulfur sehingga terbawa ke produk,” kata Ronny Purwadi, akademisi Fakultas Teknologi Industri ITB di Jakarta belum lama ini

Hanya saja belum dapat dipastikan seberapa besar dampak kandungan etanol bisa mengurangi persentase sulfur di bensin di 50 ppm.

Tetapi menjadi langkah yang baik untuk membantu meningkatkan kualitas bahan bakar di dalam negeri.

“Etanol biasanya tidak menghasilkan sulfur lebih banyak. Jadi (pada bensin) ada bahan yang dengan sulfur dan yang tidak, kalau dicampur berkurang,” tegas Ronny.

Sebagai informasi, sulfur dioksida atau SO2 dan sulfur trioksida (SO3) berdampak negatif pada kendaraan. Seperti merusak saringan knalpot dan menghasilkan pencemar yakni partikel sulfat.

Tidak hanya pada kendaraan, tingginya sulfur pada bahan bakar juga dapat berimbas buruk pada kesehatan manusia seperti penyakit saluran pernapasan sampai kerusakan organ dalam.

Pemerintah sebelumnya ingin BBM bersubsidi ikut standar emisi Euro IV. Tetapi BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite masing-masing tercatat mengandung sulfur 2.500 ppm dan 500 ppm.

Tantangan Penerapan BBM E10 di Indonesia, SPBU Perlu Bersiap
Photo : Antara

Padahal porsi penggunaannya tergolong tinggi. Biosolar 29,7 persen sedangkan Pertalite 42,1 persen.

Terlepas dari prosedur penerapannya yang masih digodok oleh pemerintah, etanol diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal buat membantu mengurangi sulfur pada bahan bakar.

Harapannya BBM campuran etanol 10 persen alias E10 di masa mendatang dapat meningkatkan RON atau kualitas bensin yang pada akhirnya mengurangi pencemaran udara.


Terkini

mobil
iCar V23

Chery Bicara Nasib J6 setelah iCar V23 Debut di RI Tahun Ini

Pihak Chery meyakini kehadiran iCar V23 tidak akan menggantikan keberadaan J6 di RI, isi segmen yang berbeda

mobil
Lepas L8

Uji Coba Kemampuan Performa Lepas L8 Bermasalah

Lepas L8 mengalami masalah ketika dilakukan uji coba dengan awak media di Pusdiklantas Serpong, Tangerang

news
Ganjil Genap Puncak Bogor

Jadwal dan Lokasi Ganjil Genap Puncak Bogor Terakhir di Januari

Agar tidak terjadi kemacetan panjang, kepolisian bakal menerapkan ganjil genap puncak Bogor di akhir pekan

mobil
Baterai Mobil Listrik

Eropa Tertinggal 20 Tahun dari Cina Soal Pengembangan Baterai EV

Kesenjangan yang ada membuat para produsen baterai asal Cina menggempur pasar Eropa dalam beberapa waktu

mobil
Suzuki eVitara

Suzuki eVitara Bakal Diluncurkan di IIMS 2026 Masih CBU India

Suzuki eVitara dikabarkan bakal meluncur di Indonesia International Motor Show 2026 dengan status impor CBU

komunitas
Komunitas Jaecoo J5 Evo

Jaecoo Indonesia Resmi Dukung Komunitas J5 Evo

Jaecoo Indonesia resmikan komunitas J5 Evo yang akan jadi wadah para pemilik kendaraan listrik terbaru mereka

mobil
Xpeng P7

Spesifikasi Xpeng P7, Sedan Listrik yang Bakal Debut di IIMS 2026

Xpeng P7 jadi opsi baru sedan bertenaga listrik untuk konsumen Indonesia, berikut rangkuman spesifikasinya

mobil
Pajero Sport

Mitsubishi New Pajero Sport, SUV Tangguh di Segala Medan

Mitsubishi New Pajero Sport banyak dipilih masyarakat untuk menjadi teman sejati di setiap perjalanan