Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Perusahaan Prancis, Eramet berminat investasi hilirisasi nikel di RI, dukung ekosistem baterai mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mewakili Indonesia telah melakukan pertemuan bilateral bersama Eramet, perusahaan sektor pertambangan dan industri hilir khususnya nikel.
Perlu diketahui Indonesia merupakan pemilik cadangan nikel terbesar di dunia. Hilirisasi nikel dapat membantu berbagai merek yang merakit lokal kendaraan listrik di dalam negeri agar produknya bisa dijual dengan harga kompetitif.
Sebagai informasi, hilirisasi nikel merupakan proses pengolahan nikel mentah menjadi produk akhir yang bisa diperjualbelikan, sehingga menciptakan nilai ekonomi lebih tinggi.
Pihak Eramet telah berkomitmen kepada pemerintah Indonesia buat mendukung hilirisasi industri lewat investasi pengembangan fasilitas manufaktur hijau untuk memproduksi baterai mobil listrik terkhusus di Weda Bay, Halmahera Tengah.
“Untuk menjamin komitmen industri hijau tersebut, lokasi industri dimaksud nantinya dapat ditempatkan berdekatan dengan sumber energi hidro guna menjamin penggunaan energi ramah lingkungan dan berkelanjutan,” kata Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian RI dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (4/3).
Menindaklanjuti peluang kerja sama itu, Eramet mengungkapkan wacana investasi menggandeng mitra lokal di sektor critical minerals dan peluang investasi hilirisasi dengan BPI Danantara (Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara).
Menko Perekonomian bersama Christel Bories selaku CEO Eramet setuju perlu ada penyusunan roadmap dan kapasitas produksi, sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam mendukung Eramet mengembangkan ekosistem nikel di dalam negeri.
“Kemitraan Indonesia dan Eramet memiliki potensi besar untuk mendorong inovasi, memperkuat industri nikel dan baterai kendaraan listrik serta memberikan manfaat jangka panjang bagi semua kedua pihak,” tegas Menko Airlangga.
Pengamat ekonomi menilai kebijakan hilirisasi nikel perlu dilanjutkan pemerintah, sehingga para pelaku industri pengguna baterai NMC. Jadi manufaktur dapat mengembangkan lini kendaraan listrik memanfaatkan nikel dalam negeri.
Hilirisasi nikel membantu mewujudkan visi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai penyedia baterai di industri EV, serta membantu menekan harga mobil listrik yang pakai baterai NMC.
“Jadi ini bagaimana hilirisasi nikel yang ada di Indonesia harus dilanjutkan cukup dengan kondisi sekarang,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja
11 September 2026, 19:00 WIB
Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru
11 September 2026, 18:03 WIB
Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah
11 September 2026, 16:01 WIB
Mulai pulih signifikan, penjualan mobil periode Agustus 2026 tembus 83 ribu unit atau tertinggi tahun ini
11 September 2026, 12:25 WIB
AHM terus berusaha menggairahkan pasar motor baru, salah satu dengan memberi penyegaran pada Honda CT125
11 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tidak menggendurkan layanan mereka, termasuk dalam menghadir SIM Keliling Bandung hari ini