Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Perusahaan Prancis, Eramet berminat investasi hilirisasi nikel di RI, dukung ekosistem baterai mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mewakili Indonesia telah melakukan pertemuan bilateral bersama Eramet, perusahaan sektor pertambangan dan industri hilir khususnya nikel.
Perlu diketahui Indonesia merupakan pemilik cadangan nikel terbesar di dunia. Hilirisasi nikel dapat membantu berbagai merek yang merakit lokal kendaraan listrik di dalam negeri agar produknya bisa dijual dengan harga kompetitif.
Sebagai informasi, hilirisasi nikel merupakan proses pengolahan nikel mentah menjadi produk akhir yang bisa diperjualbelikan, sehingga menciptakan nilai ekonomi lebih tinggi.
Pihak Eramet telah berkomitmen kepada pemerintah Indonesia buat mendukung hilirisasi industri lewat investasi pengembangan fasilitas manufaktur hijau untuk memproduksi baterai mobil listrik terkhusus di Weda Bay, Halmahera Tengah.
“Untuk menjamin komitmen industri hijau tersebut, lokasi industri dimaksud nantinya dapat ditempatkan berdekatan dengan sumber energi hidro guna menjamin penggunaan energi ramah lingkungan dan berkelanjutan,” kata Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian RI dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (4/3).
Menindaklanjuti peluang kerja sama itu, Eramet mengungkapkan wacana investasi menggandeng mitra lokal di sektor critical minerals dan peluang investasi hilirisasi dengan BPI Danantara (Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara).
Menko Perekonomian bersama Christel Bories selaku CEO Eramet setuju perlu ada penyusunan roadmap dan kapasitas produksi, sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam mendukung Eramet mengembangkan ekosistem nikel di dalam negeri.
“Kemitraan Indonesia dan Eramet memiliki potensi besar untuk mendorong inovasi, memperkuat industri nikel dan baterai kendaraan listrik serta memberikan manfaat jangka panjang bagi semua kedua pihak,” tegas Menko Airlangga.
Pengamat ekonomi menilai kebijakan hilirisasi nikel perlu dilanjutkan pemerintah, sehingga para pelaku industri pengguna baterai NMC. Jadi manufaktur dapat mengembangkan lini kendaraan listrik memanfaatkan nikel dalam negeri.
Hilirisasi nikel membantu mewujudkan visi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai penyedia baterai di industri EV, serta membantu menekan harga mobil listrik yang pakai baterai NMC.
“Jadi ini bagaimana hilirisasi nikel yang ada di Indonesia harus dilanjutkan cukup dengan kondisi sekarang,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 21:33 WIB
Rofbell Ardante Sahroni mendapat apresiasi dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) atas prestasinya di ajang Drift
01 Juli 2026, 17:00 WIB
Harga Porsche Cayenne versi rakitan Malaysia semakin kompetitif di Rp 2,99 miliar, spesifikasi tidak berubah
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku secara nasional pada hari ini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM