Empat Model Mazda Bakal Disuntik Mati, Begini Nasibnya di RI

Empat model Mazda dikabarkan berhenti dijual tahun ini, seluruhnya merupakan model yang dijual di RI

Empat Model Mazda Bakal Disuntik Mati, Begini Nasibnya di RI

KatadataOTO – Mazda tengah menyiapkan sejumlah produk baru untuk pasar global, khususnya di era elektrifikasi. Bersamaan dengan itu, kabar beredar menyebutkan mereka bakal menyuntik mati empat model tahun ini.

Keempat produk itu adalah Mazda 2, CX-3, Mazda 6 dan MX-30 EV (electric vehicle). Seluruhnya juga dijual di Indonesia saat ini.

Untuk diketahui, MX-30 merupakan model mobil listrik pertama yang diproduksi oleh Mazda. Namun berdasarkan laporan dari media lokal Jepang, Creative Trend, produksinya dijadwalkan berhenti Maret 2025.

Model yang sudah berumur lima tahun itu juga belum mengalami penyegaran ataupun pembaruan signifikan. 

Spesifikasi Mazda MX-30
Photo : KatadataOTO

Harga terlalu tinggi dengan jarak tempuh kurang kompetitif dinilai menjadi salah satu alasan Mazda berencana menghentikan penjualan MX-30 EV.

Padahal MX-30 EV baru saja diluncurkan di Indonesia pada awal 2025. MX-30 jadi mobil listrik pertama yang ditawarkan Mazda untuk konsumen tanah air seharga Rp 860 jutaan.

Di pasar global, MX-30 masih tersedia dalam opsi range extender dan nampaknya masih akan terus dijual.

Kemudian ada Mazda 2. Hatchback ini dijual di dalam negeri dan dibanderol Rp 371,1 jutaan on the road Jakarta.

Meskipun jadi salah satu model dengan banderol terjangkau, Mazda 2 belum mendapatkan pembaruan mayor sejak debutnya di 2014.

Di Jepang pihak Mazda diduga sudah menyiapkan pengganti, melihat terdaftarnya paten Mazda2e yang diduga merupakan varian EV dari hatchback tersebut.

Lalu ada sedan Mazda 6. Memang rumor dihentikannya penjualan Mazda 6 sudah lama beredar, bahkan telah hadir mobil listrik EZ-6 yang digadang sebagai penggantinya.

Pemesanan Mazda 234 Unit di GJAW 2024, Unit, CX-5 Mendominasi
Photo : Mazda

Terakhir adalah SUV (sport utility vehicle) CX-3. Sama seperti Mazda 2, model ini belum mendapatkan ubahan signifikan sejak 2014, hanya penyegaran atau tambahan minor di 2018.

Menanggapi hal tersebut, PT EMI (Eurokars Motor Indonesia) menegaskan bahwa penjualan keempat model itu masih berjalan seperti biasa. Konsumen tetap dapat melakukan pemesanan di diler-diler resmi.

"Kami terus mengikuti arahan dari Mazda Motor Corporation Japan terkait strategi produk ke depan. Jika ada perubahan atau informasi lebih lanjut, kami akan menyampaikannya secara resmi, khususnya kepada konsumen," kata Pramita Sari, Marketing and Communications General Manager PT EMI kepada KatadataOTO, Kamis (27/03).


Terkini

otosport
Jorge Martin

Harapan Besar Aprilia Terhadap Jorge Martin di MotoGP 2026

Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026

mobil
Mobil Listrik

Perang Harga Mobil Listrik Cina Bikin Situasi di 2026 Kian Berat

Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang

mobil
BYD

BYD Mulai Tes SUV 7-Seater Baru, Atto 3 Naik Kelas

SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini

mobil
Wholesales Model Mobil Baru 2025

Rapor Wholesales Model Mobil Baru di RI 2025, BYD Atto 1 Terlaris

BYD Atto 1 baru debut jelang akhir 2025 namun catatkan wholesales mobil baru tertinggi yakni 17 ribu unit

news
Malam tahun baru

Ada Perayaan Tahun Baru 2026, Jakarta Steril dari Mobil Pribadi

Pemprov DKI Jakarta akan menempatkan beberapa panggung dalam menyambut perayaan malam tahun baru 2026

motor
Motor listrik

Kata Aismoli Soal Pasar Motor Listrik yang Lesu pada 2025

Aismoli menuturkan kalau pasar motor listrik tetap menunjukan pertumbuhan secara bertahap dan moderat

motor
Motor Baru

Wholesales Motor Baru di 2025 Berpeluang Lampaui 6,4 Juta Unit

Kinerja pasar motor baru di Indonesia pada 2025 terbilang cukup stabil meski banyak rintangan menghadang

mobil
Aturan TKDN EV

GIAMM Berharap Aturan TKDN EV Diperketat, Serap Komponen Lokal

Pemerintah dinilai perlu lebih mempertegas aturan soal TKDN EV penerima insentif mobil listrik impor