BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Elon Musk mengaku masih belum tertarik menanamkan mobil buat investasi mobil listrik Tesla di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Elon Musk kembali menjadi perbincangan publik Indonesia. Hal itu setelah bos mobil listrik Tesla berada di pulau Bali.
Dia datang guna menghadiri peresmian Starlink di Tanah Air. Lalu buat memenuhi undangan World Water Forum 2024.
Di kesempatan tersebut Elon Musk mengatakan kalau perusahaannya tertarik berinvestasi di Indonesia. Namun bukan untuk urusan kendaraan ramah lingkungan.
“Ke depannya, dalam jangka waktu panjang perusahaan saya memungkinkan, sangat memungkinakn berinvestasi di Indonesia,” ujar Elon Musk di Antara, Senin (20/5).
Lebih jauh dia enggan membocorkan mengenai investasi mobil listrik Tesla. Dia hanya menyebut rencana tersebut tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.
Ia mengatakan kalau sekarang dirinya masih fokus pada peluncuran Starlink. Sehingga belum mau membahas yang lain.
“Kami ingin menyimpan kabar tentang itu untuk kesempatan lainnya,” Elon Musk menegaskan.
Tentu kabar ini cukup disayangkan oleh semua pihak. Apalagi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) sempat menemui Elon Musk tahun lalu.
Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas tentang rencana penanaman modal. Namun, angin segar tak kunjung berhembus ke Tanah Air.
Memang sebelumnya pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut mengungkapkan kalau Tesla bakal berinvestasi di Tanah Air.
Akan tetapi bukan pada sektor manufaktur atau pembangunan pabrik. Melainkan bahan baku baterai kendaraan setrum.
Alih-alih menanamkan modal di Tanah Air, Tesla justru membangun jaringan penjualan serta pelayanan di Malaysia. Langkah tersebut sudah dilakukan sejak Juli 2023.
Sejumlah faktor diyakini kenapa perusahaan asal Amerika Serikat ini lebih memiliki negeri jiran. Salah satunya adalah Malaysia menjadi peringkat ketujuh terbesar secara global sebagai produsen E&E (Electrical & Electronics).
Selain itu Tesla merupakan pendaftar pertama program BEV Global Leaders atau Peneraju Global BEV, memungkinkan produsen tidak perlu mencari mitra lokal ketika akan memasarkan produknya di Malaysia.
Beberapa syarat ditetapkan oleh negara kepada Tesla, misalnya 80 persen pekerja di perusahaan harus berasal dari Malaysia, kemudian mendidik SDM di institusi pendidikan melalui program magang.
Di sisi lain Elon Musk juga mulai melirik Thailand buat memasarkan produknya. Bahkan pemerintah di sana mengklaim kalau Tesla bakal berinvestasi.
Tesla disebut tengah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Thailand. Lalu sudah melakukan survei lokasi di negeri gajah putih.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini