Dominasi Mobil Cina Bikin Merek Jepang Kewalahan
28 April 2026, 15:00 WIB
Pemberlakuan tarif impor EV oleh Uni Eropa membuat BYD lakukan ekspansi lewat pembangunan pabrik di luar China
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di Indonesia berbagai manufaktur China mendapatkan kemudahan berinvestasi dan menjual lini kendaraannya. Beda halnya dengan di Eropa.
Uni Eropa justru mau memberlakukan tarif impor EV (Electric Vehicle) sampai 45 persen untuk setiap kendaraan dari China. Tentu membuat harga jual mobil semakin tinggi dan tidak kompetitif.
Perlu diketahui merek ini mendapatkan tarif impor tambahan sebesar 17 persen dari beban awal 10 persen yang berlaku untuk semua impor mobil listrik produksi China.
Hal itu menuai respon dari berbagai pihak. Seperti Menteri Perdagangan Inggris yang tidak ingin ikut menerapkan tarif impor mobil listrik China karena dianggap tidak mengganggu.
Meski begitu BYD (Build Your Dreams) menyiapkan rencana sendiri guna menanggapi naiknya tarif impor EV di Uni Eropa. Salah satunya adalah dengan melakukan ekspansi besar-besaran dan mendirikan pabrik di berbagai tempat di luar China.
Manufaktur mobil listrik itu mengumumkan bahwa mayoritas pabrik mereka bakal dibangun di Eropa agar lini kendaraannya bisa tetap dijual di pasar global.
Pihak BYD menegaskan komponen akan diproduksi secara lokal di Eropa sementara Battery Pack dirakit di fasilitas Hungaria dan Turki. Namun tetap akan melakukan impor sel baterai dari China.
Bicara soal tarif impor yang akan diberlakukan, BYD masih menimbang apakah mereka bakal menanggungnya atau membebankan itu ke konsumen.
“Kami sangat tidak setuju dengan perhitungan itu (tarif impor), tidak adil. Politisi harusnya tidak ikut mengurus tarif (karena) menambah biaya manufaktur dan membingungkan industri otomotif,” kata Stella Li, Executive President BYD dan CEO BYD Amerika dilansir dari Carscoops, Rabu (16/10).
Sementara di Indonesia, BYD justru sedang menikmati berbagai keringanan dari pihak pemerintah. Pasalnya mereka mendapatkan insentif impor mobil listrik karena telah memenuhi syarat seperti komitmen membangun fasilitas di RI per 2026.
“Kalau mengikuti timeline pemerintah, kita sudah harus bangun (pabrik) di akhir 2025,” tegas Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Bekasi beberapa waktu lalu.
Belum dijelaskan rinci model yang akan dirakit lokal, tetapi pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak pemerintah untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana.
Sebagai informasi, lokasi pabrik BYD nanti adalah Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Kapasitas produksinya adalah 150 ribu unit per tahun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 April 2026, 15:00 WIB
28 April 2026, 11:00 WIB
28 April 2026, 09:00 WIB
27 April 2026, 19:00 WIB
26 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
01 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian di Kota Kembang tetap menghadirkan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda pada Jumat (01/05)
30 April 2026, 19:00 WIB
Pameran modifikasi The Elite Showcase 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang pada 9-10 Mei mendatang
30 April 2026, 17:00 WIB
Chery OMODA C5 hadir dengan menawarkan kenyamanan lebih dan diharapkan bisa menggantikan E5 di masa mendatang
30 April 2026, 15:00 WIB
Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'
30 April 2026, 13:35 WIB
Lepas memperkenalkan sejumlah produk andalan di Auto China 2026, salah satunya adalah mobil listrik L4
30 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung melayani para pemilik motor dan mobil yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
30 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan jalanan Ibu Kota, simak 62 titiknya
30 April 2026, 06:00 WIB
Menjelang Hari Buruh, SIM keliling Jakarta masih bisa melayani perpanjangan masa berlaku SIM di lima lokasi