BYD Klaim Biaya Mudik Pakai Mobil Listrik Lebih Hemat 40 Persen
16 Maret 2026, 11:00 WIB
Pemberlakuan tarif impor EV oleh Uni Eropa membuat BYD lakukan ekspansi lewat pembangunan pabrik di luar China
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di Indonesia berbagai manufaktur China mendapatkan kemudahan berinvestasi dan menjual lini kendaraannya. Beda halnya dengan di Eropa.
Uni Eropa justru mau memberlakukan tarif impor EV (Electric Vehicle) sampai 45 persen untuk setiap kendaraan dari China. Tentu membuat harga jual mobil semakin tinggi dan tidak kompetitif.
Perlu diketahui merek ini mendapatkan tarif impor tambahan sebesar 17 persen dari beban awal 10 persen yang berlaku untuk semua impor mobil listrik produksi China.
Hal itu menuai respon dari berbagai pihak. Seperti Menteri Perdagangan Inggris yang tidak ingin ikut menerapkan tarif impor mobil listrik China karena dianggap tidak mengganggu.
Meski begitu BYD (Build Your Dreams) menyiapkan rencana sendiri guna menanggapi naiknya tarif impor EV di Uni Eropa. Salah satunya adalah dengan melakukan ekspansi besar-besaran dan mendirikan pabrik di berbagai tempat di luar China.
Manufaktur mobil listrik itu mengumumkan bahwa mayoritas pabrik mereka bakal dibangun di Eropa agar lini kendaraannya bisa tetap dijual di pasar global.
Pihak BYD menegaskan komponen akan diproduksi secara lokal di Eropa sementara Battery Pack dirakit di fasilitas Hungaria dan Turki. Namun tetap akan melakukan impor sel baterai dari China.
Bicara soal tarif impor yang akan diberlakukan, BYD masih menimbang apakah mereka bakal menanggungnya atau membebankan itu ke konsumen.
“Kami sangat tidak setuju dengan perhitungan itu (tarif impor), tidak adil. Politisi harusnya tidak ikut mengurus tarif (karena) menambah biaya manufaktur dan membingungkan industri otomotif,” kata Stella Li, Executive President BYD dan CEO BYD Amerika dilansir dari Carscoops, Rabu (16/10).
Sementara di Indonesia, BYD justru sedang menikmati berbagai keringanan dari pihak pemerintah. Pasalnya mereka mendapatkan insentif impor mobil listrik karena telah memenuhi syarat seperti komitmen membangun fasilitas di RI per 2026.
“Kalau mengikuti timeline pemerintah, kita sudah harus bangun (pabrik) di akhir 2025,” tegas Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Bekasi beberapa waktu lalu.
Belum dijelaskan rinci model yang akan dirakit lokal, tetapi pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak pemerintah untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana.
Sebagai informasi, lokasi pabrik BYD nanti adalah Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Kapasitas produksinya adalah 150 ribu unit per tahun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Maret 2026, 11:00 WIB
16 Maret 2026, 09:00 WIB
14 Maret 2026, 21:00 WIB
13 Maret 2026, 22:42 WIB
13 Maret 2026, 19:00 WIB
Terkini
17 Maret 2026, 19:00 WIB
Pasar mobil LCGC alami peningkatan sampai 6,7 persen pada Februari 2026 jika dibandingkan dengan awal tahun
17 Maret 2026, 17:00 WIB
Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu keberangkatan mudik Lebaran 2026 agar tidak terjebak macet panjang
17 Maret 2026, 15:50 WIB
Piaggio berikan penyegaran pada lima model Vespa andalan, mesin jadi 180 cc ditambah ubahan desain dan warna
17 Maret 2026, 13:00 WIB
Jelang Lebaran 28 persen kendaraan di Jakarta diklaim mulai bergerak meninggalkan Ibu Kota buat mudik
17 Maret 2026, 11:00 WIB
Terdapat beberapa kelebihan pada Mitsubishi Destinator yang memberikan kenyamanan bagi seluruh keluarga
17 Maret 2026, 09:00 WIB
Ada etika berkendara yang patut jadi perhatian seluruh pengguna mobil, termasuk di area parkir sekalipun
17 Maret 2026, 07:00 WIB
Deretan mobil mewah di Indonesia mencatatkan hasil penjualan retail yang positif sepanjang Februari 2026
17 Maret 2026, 06:00 WIB
Sebelum mudik Lebaran 2026, Anda bisa mengunjungi SIM keliling Bandung untuk mengurus dokumen berkendara