Jetour T1 Terpesan 800 Unit, Tipe PHEV Kontributor Utama
14 Juli 2026, 21:43 WIB
Sejumlah manufaktur China siap menghadirkan PHEV dan berpotensi membuatnya jadi populer di Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Selain mobil listrik, beberapa manufaktur China mulai menyiapkan alternatif kendaraan ramah lingkungan lain. Jika mayoritas merek Jepang hadirkan hybrid konvensional, Tiongkok punya alternatif menarik.
Teknologi tersebut adalah PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), di mana kinerja mesin konvensional didukung motor elektrik dan baterai. Pertama kali dikembangkan oleh BYD, PHEV sangat laris dan diminati di China.
Hanya saja BYD justru belum memboyong model PHEV-nya ke dalam negeri. Sedangkan produsen lain seperti Chery sudah memberi sinyal kedatangan Tiggo 8 PHEV di pameran otomotif IIMS 2025.
PHEV memang masih langka di Indonesia, belum banyak pilihan. Opsi PHEV seperti Toyota Rav4 PHEV dan Mazda CX-80 harganya terbilang tinggi di atas Rp 1 miliar.
Namun hal tersebut bakal berubah dengan kehadiran pemain asal China. Sebab kabar beredar menyebutkan Tiggo 8 PHEV berpotensi dijual di bawah Rp 1 miliar.
Di samping itu, pengamat menilai bahwa penguasaan teknologi kendaraan ramah lingkungan ada di tangan produsen China.
“(Penguasaan teknologi mobil listrik) dijadikan alat untuk membuat hybrid yang lebih modern sekaligus irit, itulah yang akan menjadi pertimbangan konsumen,” kata Bebin Djuana, pengamat otomotif saat dihubungi KatadataOTO belum lama ini.
Dia tidak memungkiri bahwa teknologi hybrid memang masih jadi andalan pabrikan Jepang saat ini. Yang jadi kendala, banderolnya masih terbilang tinggi.
Tetapi dengan berbagai keunggulan ditawarkan PHEV dari China seperti harga kompetitif, Bebin optimistis ini dapat semakin dipertimbangkan oleh calon pelanggan.
“Justru di situ peluangnya (popularisasi PHEV oleh merek mobil China),” tegas Bebin.
Tiggo 8 PHEV yang mejeng di IIMS 2025 bisa menjadi pilihan baru konsumen jika ingin menggunakan SUV (Sport Utility Vehicle) efisien bahan bakar.
Menariknya Chery ingin menjangkau lebih banyak pelanggan dengan menawarkan PHEV mereka di bawah Rp 1 miliar.
“Nanti kita mau bikin PHEV versi familiar. Intinya kami akan selalu buat gebrakan,” kata Rifkie Setiawan, Head of Brand PT CSI (Chery Sales Indonesia) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Sub merek lain dari Chery seperti Jetour juga berencana memboyong PHEV. Tetapi mengincar pasar berbeda, yakni penggemar SUV offroad dengan tampilan lebih gahar seperti Jetour T1 dan T2.
Belum diungkap waktu pastinya, ada peluang deretan model baru ini hadir di perhelatan otomotif GIIAS 2025 di pertengahan tahun mendatang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Juli 2026, 21:43 WIB
11 Juli 2026, 21:00 WIB
30 Juni 2026, 15:00 WIB
30 Juni 2026, 11:03 WIB
24 Juni 2026, 17:00 WIB
Terkini
19 Juli 2026, 14:00 WIB
Vinfast Indonesia secara resmi menawarkan motor listrik dengan pilihan kepemilikan baterai sewa atau beli putus
19 Juli 2026, 12:00 WIB
Chery Q sudah dipesan lebih dari 3.000 unit meskipun tanpa harga final dan baru akan meluncur di GIIAS 2026
19 Juli 2026, 10:38 WIB
MMKSI menilai kalau Mitsubishi Xforce Hybrid lebih memiliki prospek lebih bagus di pasar otomotif Indonesia
18 Juli 2026, 21:09 WIB
Stasiun pengisian kendaraan listrik Voltron Hub Puri Indah menawarkan opsi ultra fast charging ke konsumen
18 Juli 2026, 21:06 WIB
Pangsa pasar Daihatsu di Juni 2026 berhasil tembus 17,1 persen, naik dari capaian di tahun sebelumnya
17 Juli 2026, 18:00 WIB
Diler perdana Leapmotor dibuka di kawasan PIK, gabung deretan grup brand Stellantis lain seperti Citroen
17 Juli 2026, 16:23 WIB
PUBG Mobile menjalin kerja sama dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP, tawarkan pengalaman baru buat pemain
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana