Rapor Penjualan GWM di RI: Yakin Bisa Tumbuh sampai Akhir 2026
17 September 2026, 11:00 WIB
Sejumlah manufaktur China siap menghadirkan PHEV dan berpotensi membuatnya jadi populer di Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Selain mobil listrik, beberapa manufaktur China mulai menyiapkan alternatif kendaraan ramah lingkungan lain. Jika mayoritas merek Jepang hadirkan hybrid konvensional, Tiongkok punya alternatif menarik.
Teknologi tersebut adalah PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), di mana kinerja mesin konvensional didukung motor elektrik dan baterai. Pertama kali dikembangkan oleh BYD, PHEV sangat laris dan diminati di China.
Hanya saja BYD justru belum memboyong model PHEV-nya ke dalam negeri. Sedangkan produsen lain seperti Chery sudah memberi sinyal kedatangan Tiggo 8 PHEV di pameran otomotif IIMS 2025.
PHEV memang masih langka di Indonesia, belum banyak pilihan. Opsi PHEV seperti Toyota Rav4 PHEV dan Mazda CX-80 harganya terbilang tinggi di atas Rp 1 miliar.
Namun hal tersebut bakal berubah dengan kehadiran pemain asal China. Sebab kabar beredar menyebutkan Tiggo 8 PHEV berpotensi dijual di bawah Rp 1 miliar.
Di samping itu, pengamat menilai bahwa penguasaan teknologi kendaraan ramah lingkungan ada di tangan produsen China.
“(Penguasaan teknologi mobil listrik) dijadikan alat untuk membuat hybrid yang lebih modern sekaligus irit, itulah yang akan menjadi pertimbangan konsumen,” kata Bebin Djuana, pengamat otomotif saat dihubungi KatadataOTO belum lama ini.
Dia tidak memungkiri bahwa teknologi hybrid memang masih jadi andalan pabrikan Jepang saat ini. Yang jadi kendala, banderolnya masih terbilang tinggi.
Tetapi dengan berbagai keunggulan ditawarkan PHEV dari China seperti harga kompetitif, Bebin optimistis ini dapat semakin dipertimbangkan oleh calon pelanggan.
“Justru di situ peluangnya (popularisasi PHEV oleh merek mobil China),” tegas Bebin.
Tiggo 8 PHEV yang mejeng di IIMS 2025 bisa menjadi pilihan baru konsumen jika ingin menggunakan SUV (Sport Utility Vehicle) efisien bahan bakar.
Menariknya Chery ingin menjangkau lebih banyak pelanggan dengan menawarkan PHEV mereka di bawah Rp 1 miliar.
“Nanti kita mau bikin PHEV versi familiar. Intinya kami akan selalu buat gebrakan,” kata Rifkie Setiawan, Head of Brand PT CSI (Chery Sales Indonesia) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Sub merek lain dari Chery seperti Jetour juga berencana memboyong PHEV. Tetapi mengincar pasar berbeda, yakni penggemar SUV offroad dengan tampilan lebih gahar seperti Jetour T1 dan T2.
Belum diungkap waktu pastinya, ada peluang deretan model baru ini hadir di perhelatan otomotif GIIAS 2025 di pertengahan tahun mendatang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 September 2026, 11:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
Terkini
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan