Daihatsu Ungkap Alasan First Buyer Belum Lirik Mobil Listrik

Daihatsu ungkap alasan First Buyer belum lirik mobil listrik sebagai pilihan utama dibandingkan model lain

Daihatsu Ungkap Alasan First Buyer Belum Lirik Mobil Listrik
Adi Hidayat

KatadataOTO – Daihatsu nilai edukasi mobil listrik di Indonesia masih kurang banyak sehingga potensi pasar tidak tergarap maksimal. Terlebih untuk para First Buyer yang masih belum menjadikan kendaraan elektrifikasi sebagai pilihan utama.

Situasi tersebut disayangkan karena sudah banyak perusahaan otomotif masuk ke Tanah Air membawa mobil listrik dengan harga kompetitif. Tak hanya itu, pemerintah telah memberi beragam insentif agar perkembangan ekosistem kendaraan listrik bisa melesat.

“Mungkin bukan karena harga tetapi masyarakat masih perlu mendapat edukasi lebih tentang kendaraan elektrifikasi,” ungkap Sri Agung Handayani, Marketing Director & Corporate Planning PT Astra Daihatsu Motor.

Ia pun mengungkap bahwa meski kendaraan listrik sudah semakin terjangkau tetapi untuk mendapatkan kepercayaan pasar khususnya First Buyer tentu hal berbeda. Pasalnya di segmen tersebut harga serta kemudahan pembelian menjadi sangat penting.

Penjualan Mobil Listrik Global Diproyeksi 17 Juta Unit di 2024
Photo : Unsplash

“First Car Buyer itu yang penting adalah harganya terjangkau, kemudahan cara beli dan efisiensi bahan bakar maupun perawatan jadi perhatian,” tambahnya.

Ia pun mengungkap bahwa saat ini kendaraan elektrifikasi (termasuk Hybrid dan PHEV) baru menguasai 12,5 persen dari total penjualan mobil di Indonesia. Jumlah itu masih terbilang rendah bila dibandingkan dengan ICE.

“Itu pun masih dikuasai hybrid seperti Toyota Kijang Innova Zenix dan Suzuki XL7. Jadi kalau lihat pabrikan mobil listrik dengan harga terjangkau, bisa lihat sendiri penjualannya bagaimana,” tambah Sri Agung kemudian.

Sementara berdasarkan data Gaikindo, wholesales BEV di Indonesia pada kuartal I 2024 berhasil mencapai 5.904 unit. Jumlah ini meningkat 228,05 persen dibanding periode sebelumnya yang cuma 1.793 unit.

Dari jumlah itu Wuling berhasil menjadi pabrikan terbesar karena mencatatkan angka sebanyak 3.807 unit. BinguoEV menyumbang 3.121 unit dan Air ev 686 unit.

Sementara Chery yang hanya mengandalkan Omoda E5 berhasil mencatatkan angka baik. Pabrikan tersebut telah melepas 881 unit ke diler mereka.

Daftar Harga Mobil Listrik Maret 2024
Photo : Chery

Kemudian MG mencatatkan angka wholesales sebesar 500 unit. Jumlah itu didapat dari MG 4EV sebesar 361 unit dan MG ZS EV sebanyak 139 unit.

Hyundai berada di posisi keempat setelah melepas 407 unit mobil ke diler. Jumlah itu terdiri dari Ioniq 5 sebesar 395 unit dan Ioniq 6 sebanyak 11 unit.


Terkini

mobil
Hyundai

Hyundai Ajak Empat Orang Nonton Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April

mobil
Sung Kang, Maxdecal

Maxdecal Gandeng Sung Kang Bawa Indonesia ke Panggung Global

Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial

motor
Omoway

Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan

Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia

mobil
BYD Atto 1

BYD Atto 1 Versi Baru Meluncur, Ada Tambahan LiDAR

Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru

mobil
Chery QQ

Belum Rilis, Chery QQ 3 EV Bisa Dipesan Dengan Modal Rp 5 Juta

Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta

mobil
Changan REEV

Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah

Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta

komunitas
Suzuki

Burgman Fun Rally 2026 Jadi Wadah Kumpul Komunitas Motor Suzuki

Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka

komunitas
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026

Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 Jelajah Pintu Gerbang Sumatera

Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung