Angsuran Kredit Motor Honda Stabil di Tengah Naiknya BI Rate
09 Juli 2024, 15:00 WIB
Daihatsu mengungkapkan bahwa dampak kenaikan suku bunga BI masih belum bisa dirasakan dalam waktu dekat
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6,25 persen. Besaran ini diperkirakan akan berdampak pada beragam sektor industri yang transaksinya kebanyakan dilakukan secara kredit.
Salah satu yang diyakini akan terpengaruh adalah industri otomotif. Pasalnya lebih dari 70 persen pembelian kendaraan dilakukan secara kredit.
Meski demikian, PT Astra Daihatsu Motor mengklaim bahwa efek kenaikan suku bunga BI tidak bisa dirasakan secara langsung.
“Kenaikan suku bunga Bank Indonesia itu baru saja dilakukan dan tidak langsung terasa mengingat kami punya banyak dukungan dari perusahaan pembiayaan. Tidak semua konsumen memperhatikan sebab yang terpenting bagi mereka adalah DP ringan serta pembayaran bisa menyesuaikan dengan pendapatan,” ungkap Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor.
Hal ini sesuai karakter First Buyer yang menjadi konsumen utama Daihatsu. Sementara suku bunga biasanya merupakan perhatian dari para Second Buyer.
“Kalau yang sensitif terhadap bunga biasanya sudah di level menengah atas. Jadi kalau di Daihatsu mungkin akan terasa untuk pembelliannya di Rocky atau Terios karena konsumennya cukup peduli dengan hal tersebut,” ungkap Tri Mulyono, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Tbk. Daihatsu Sales Operation.
Meski demikian mereka menegaskan terus memonitor perkembangan pasar akibat adanya kenaikan suku bunga BI. Terlebih situasi ini berbarengan dengan pelemahan rupiah kerena tentunya berdampak terhadap biaya produksi sebuah kendaraan.
“Kenaikan suku bunga adalah dalam rangka menyeimbangkan pelemahan rupiah terhadap dolar dan diharapkan semua akan jadi stabil lagi. Harapannya semua kebijakan tidak berdampak negatif terhadap pasar otomotif,” tambah Tri.
Perlu diketahui bahwa Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga menjadi 6,25 persen dari sebelumnya hanya 6,25 persen. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi pelemahan rupiah yang kini di atas Rp 16.000 per dolar AS.
Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia mengungkap bahwa kenaikan suku bunga bertujuan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu diharapkan inflasi masih tetap terkendali di masa depan.
“Hal ini untuk memastikan inflasi tetap sekitar 2,5 persen plus minus 1 persen di 2024 dan 2024” tegasnya (24/04)
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Juli 2024, 15:00 WIB
Terkini
02 Maret 2026, 16:06 WIB
Lamborghini memutuskan untuk hadirkan Lanzador sebagai PHEV, EV murni masih belum berhasil menjaring peminat
02 Maret 2026, 14:00 WIB
Usaha rental mobil ikut terdampak di tengah lesunya ekonomi dan adanya efisiensi atau pemotongan anggaran
02 Maret 2026, 13:00 WIB
Mitsubishi Indonesia menyiapkan setidaknya empat strategi untuk bisa mewujudkan targetnya pada tahun ini
02 Maret 2026, 12:00 WIB
Geely siap mengawal pelanggannya saat mudik Lebaran 2026 dengan membuka 11 diler di sejumlah kota besar
02 Maret 2026, 11:00 WIB
Selama musim mudik 2026, Hino akan membuka sejumlah posko mudik yang siap mengawal perjalanan pelanggan
02 Maret 2026, 10:00 WIB
Yamaha ingin berkolaborasi dengan Agrinas Pangan Nusantara untuk memasok motor baru bagi Koperasi Merah Putih
02 Maret 2026, 08:03 WIB
Pedro Acosta sukses mengamankan 32 poin di Thailand untuk bisa berebut puncak klasemen sementara MotoGP 2026
02 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta pertama di Maret 2026 akan diawasi ketat oleh pihak kepolisian yang terus berjaga