BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
PPN 12 persen membuat Stellantis siapkan strategi untuk Citroen di RI seperti perluasan jaringan diler
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – PPN 12 persen bakal berdampak signifikan ke industri otomotif. Imbas kenaikan itu harga OTR (On The Road) mobil akan terpengaruh.
Menanggapi hal tersebut, Citroen sebagai salah satu manufaktur tidak menampik bahwa kenaikan pajak jadi tantangan baru dalam mencapai target penjualan mobil satu juta unit tahun depan.
Padahal sepanjang 2024 sektor otomotif telah melewati berbagai rintangan. Penurunan daya beli terjadi akibat adanya kegiatan politik, di mana sejumlah konsumen melakukan penundaan pembelian.
“Tadinya kta cukup bersemangat, sekarang jadi lumayan waspada mengenai bagaimana dampaknya,” kata Tan Kim Piauw, CEO Indomobil National Distributor di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Namun pihaknya percaya bahwa pemerintah bakal terus memikirkan langkah dan dukungan buat industri otomotif agar bisa berkembang dan harapannya mencapai angka penjualan sesuai target.
Tidak hanya itu dalam menghadapi kenaikan PPN, Stellantis Group yang menaungi Citroen juga mulai gencar menyiapkan strategi agar dapat bertahan di pasar Indonesia.
Selain menghadirkan kembali merek ternama Jeep, inovasi memperluas jaringan diler Citroen Experience Center akan direalisasikan sepanjang 2025.
Citroen Experience Center sendiri mengusung konsep sama seperti di negara asalnya, menempati area luas dan fasilitas lengkap dibandingkan outlet biasa.
“Semakin banyak orang mengenal produk Citroen, merasakan teknologi dan kenyamanan Citroen maka akan semakin baik,” tegas dia.
Tahun depan, Tan mengungkapkan Stellantis berkomitmen untuk menghadirkan lini kendaraan baru dengan harga kompetitif untuk para konsumen dalam negeri.
“Selain Citroen C3 MT (versi terbaru), nanti kita akan membawa lagi inovasi baru di 2025,” kata dia.
Di samping PPN 12 persen, persaingan dengan manufaktur EV (Electric Vehicle) China yang gencar di tanah air juga jadi perhatian. Meskipun begitu Tan optimistis produk Citroen bisa menawarkan kualitas yang menjadi daya tarik tersendiri buat para konsumen.
“Secara harga kita juga sangat bersaing sama produk China. Perusahaan Eropa biasanya dikenal dengan harga mahal, tetapi ternyata Citroen tidak,” tegas dia.
Sebagai informasi Citroen baru memiliki satu lini mobil listrik yakni Citroen e-C3. Mulai diproduksi lokal, model tersebut bisa dipesan seharga Rp 377 jutaan OTR Jakarta.
Citroen memberi sinyal adanya kehadiran mobil listrik baru rakitan lokal yang bakal hadir tahun depan, namun masih enggan membeberkan lebih rinci terkait model maupun kisaran harganya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina Lubricants dan Telkomsel berkolaborasi untuk menghadirkan Promo Gokil untuk para ojek online
23 September 2026, 19:00 WIB
Daihatsu buktikan komitmennya menjaga efisiensi energi dan keberlanjutan dalam proses produksi kendaraan
23 September 2026, 17:49 WIB
Sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device di Toyota Veloz Hybrid punya konsumsi BBM tergolong hemat
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz diklaim mendapat sambutan positif usai HMID menerapkan strategi baru di Indonesia
23 September 2026, 07:00 WIB
Carro resmi rambah bisnis mobil baru, kolaborasi dengan Omoda Jaecoo dan buka diler pertama di Harapan Indah
23 September 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang belum kedaluwarsa
23 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik dalam mengurus dokumen berkendara berbentuk kartu
22 September 2026, 21:27 WIB
Pameran IMHAX berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal penjualan maupun pengunjung yang datang langsung