Nio Firefly Setir Kanan Meluncur, Calon Rival Honda Super One
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Para produsen bahan baku baterai lithium di Cina menaikan harga di awal 2026 karena tingginya permintaan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Konsumen mobil listrik harus bersiap mengeluarkan dana lebih pada 2026. Sebab harga bahan baku baterai lithium bakal naik.
Seperti dilaporkan oleh Carnewschina pada Senin (15/12). Para produsen bahan baku penampung daya baru saja memberikan pengumuman.
“Kenaikan harga karena meningkatnya biaya bahan baku hulu dan lonjakan permintaan yang didorong oleh konvergensi transisi energi global,” tulis media daring itu.
Disebutkan bahwa Hunan Yuneng New Energy, pemasok utama bahan katoda baterai lithium-ion di Tiongkok bakal menaikkan harga pada 1 Januari 2026.
Biaya pemrosesan untuk seluruh rangkaian produk lithium iron phosphate akan terkerek 3.000 yuan atau Rp 7 jutaan per ton belum termasuk pajak.
Di sisi lain, hal senada turut dijalankan oleh Dejia Energy. Mereka mengumumkan bahwa pada 16 Desember 2025 harga baterai juga akan naik 15 persen.
Tentu situasi ini tidak terlepas dari banderol bahan baku yang terus melonjak di Tiongkok. Seperti harga lithium heksafluorofosfat.
Kini diniagakan 120 ribu yuan atau Rp 28,2 jutaan per ton. Melonjak dari sebelumnya 55 ribu yuan setara Rp 12,9 jutaan per ton.
Selanjutnya kobalt oksida sebagai katoda di baterai lithium-ion, diniagakan dari 140 ribu yuan atau Rp 33 jutaan per ton menjadi 350 ribu yuan setara Rp 82,5 juta per ton pada November 2025.
Sementara itu, lithium karbonat telah mengalami kenaikan menjadi 94 ribu yuan setara Rp 22,1 juta per ton pada bulan lalu.
Disusul material lithium iron phosphate katoda, sekitar 2.300 yuan sampai 2.500 yuan atau Rp 5,4 juta hingga Rp 5,8 juta per ton.
Alhasil para produsen harus mengeluarkan dana lebih untuk memproduksi baterai Electric Vehicle (EV). Dengan begitu bakal memberi dampak ke pasar.
Harga mobil listrik seperti BYD, Chery, Wuling dan kawan-kawan diprediksi bakal melambung pada tahun depan.
Menjadi sebuah tantangan baru bagi industri otomotif. Mengingat situasi ekonomi global masih belum stabil.
Para produsen mobil listrik asal Tiongkok harus menyiapkan berbagai strategi baru, demi menekan biaya produksi produk mereka.
Dengan begitu konsumen tetap mau memboyong kendaraan roda empat setrum pada 2026, meski ada kenaikan banderol.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
26 Maret 2026, 13:00 WIB
20 Maret 2026, 13:31 WIB
16 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
29 Maret 2026, 04:07 WIB
Jorge Martin sukses menundukkan Francesco Bagnaia pada lap terakhir sprint race MotoGP Amerika 2026 di COTA
28 Maret 2026, 13:00 WIB
Geely berhasil mencatat angka penjualan yang tinggi di awal 2026 berkat kedua modelnya yaitu EX5 dan EX2
28 Maret 2026, 11:00 WIB
Penjualan mobil di RI menorehkan capaian positif, tetapi masih banyak tantangan perlu dihadapi tahun ini
28 Maret 2026, 07:33 WIB
Pada akhir Maret 2026 beberapa harga motor bebek cukup stabil, hanya TVS yang melakukan penyesuaian banderol
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Nio Firefly akan mengisi kelas yang sama dengan salah satu calon mobil listrik baru di RI, Honda Super One
27 Maret 2026, 17:53 WIB
Marc Marquez memiliki peluang besar dan modal penting dalam menjalani MotoGP Amerika 2026 di akhir pekan
27 Maret 2026, 15:00 WIB
2,3 juta kendaraan diklaim sudah kembali ke Ibu Kota dan jumlahnya akan terus meningkat jelang akhir pekan
27 Maret 2026, 11:00 WIB
One way lokal di tol Trans Jawa mulai dilaksanakan guna kurangi kemacetan lalu lintas yang terjadi sejak pagi