Chery Tegaskan Bangun Pabrik di Indonesia Tahun Ini
23 Januari 2026, 11:00 WIB
Chery Indonesia akan dirikan pabrik yang diharapkan bisa mulai produksi pada 2025 atau selambat-lambatnya 2026
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Chery Indonesia akan dirikan pabrik dan mulai memproduksi mobil pada 2025 atau selambat-lambatnya 2026. Pembangunan fasilitas produksi merupakan bukti kesungguhan mereka dalam menggarap pasar otomotif Tanah Air.
Nantinya pabrik tersebut tidak hanya akan memproduksi mobil untuk keperluan domestik tetapi juga ekspor ke beberapa negara. Hal ini disampaikan Harry Komara, vice President PT Chery Sales Indonesia.
“Sekarang Chery menyewa pabrik selama tiga tahun karena harus melakukan riset pasar sekaligus memasarkan produk. Bersamaan dengan itu kami juga melihat negara mana saja yang bisa diekspor dan dihitung potensinya baru bisa menentukan besarnya investasi,” ungkapnya.
Ia pun menekankan bahwa Chery tidak ingin salah melakukan investasi pabrik. Pasalnya jika kapasitas pabrik terlalu besar maka dapat merugikan perusahaan.
“Bila membangun pabrik namun hanya memproduksi 50 persen dari total kapasitas bisa berantakan. Selain memproduksi mobil untuk memenuhi pasar Indonesia kami pun membuat bagi kebutuhan ekspor,” tambah Harry.
Selama ini Chery memasarkan model dengan status semi knocked down (SKD). Mereka kemudian melakukan perakitan Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro di PT Handal Indonesia Motor yang terletak di Bekasi.
Jumlah pun diyakini akan meningkat karena Chery Sales Indonesia berkomitmen untuk terus menambah model. Dengan demikian diharapkan masyarakat bisa semakin mudah dalam memilih kendaraan yang diinginkan.
Salah satu model yang segera diluncurkan adalah Omoda 5. Mobil tersebut sudah dikenalkan pada beberapa ajang pameran otomotif dan rencananya akan mulai dijual di 2023.
Sebelumnya diberitakan bahwa Chery International telah menemui pemerintah pada Juli 2022 serta siap menggelontorkan dana hingga USD 1 miliar atau setara Rp14.81 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mobil setir kanan.
Menariknya mobil yang akan mereka produksi tidak hanya bermesin konvensional tetapi juga kendaraan listrik. Komitmen tersebut disebabkan Indonesia memiliki peran besar dalam pengembangan energi terbarukan karena memiliki cadangan nikel tertinggi di dunia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Januari 2026, 11:00 WIB
02 Desember 2025, 13:00 WIB
06 Maret 2025, 23:00 WIB
05 Januari 2024, 17:30 WIB
17 Oktober 2023, 08:00 WIB
Terkini
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
16 September 2026, 06:00 WIB
Pengguna mobil pribadi dengan pelat ganjil hari ini wajib waspada karena ada aturan Ganjil Genap Jakarta
16 September 2026, 06:00 WIB
Berikut adalah daftar lokasi serta jadwal SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, simak syaratanya
16 September 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara hari ini bisa lebih mudah dengan mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik
15 September 2026, 13:00 WIB
Mobil listrik menyumbangkan wholesales tertingginya tahun ini di Agustus, PHEV naik sementara hybrid turun
15 September 2026, 09:00 WIB
Menurut laporan terbaru, kapal-kapal anyar BYD akan mulai dikirim dari galangan mulai 2027 sampai 2029