BYD Yakin Bisa Dapatkan Hasil Penjualan Positif Jelang Akhir 2024

Dengan capaian memuaskan di Oktober, BYD yakin angka penjualan mereka masih akan positif sepanjang 2024

BYD Yakin Bisa Dapatkan Hasil Penjualan Positif Jelang Akhir 2024
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Meskipun daya beli masyarakat di sektor otomotif dinilai melemah, BYD percaya diri lini kendaraannya masih akan mencatatkan penjualan positif menjelang tutup tahun.

Menurut pihak BYD ada beberapa faktor yang berperan penting dalam mendorong penjualan, salah satunya adalah menawarkan pilihan model baru kepada calon konsumen di dalam negeri.

“(Target penjualan) akhir tahun kita tidak spesifik ya angkanya. Namun seperti kita lihat berkaca dari bulan lalu kita bisa sampai 2.400 unit sekian,” kata Luther Panjaitan, Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia di sela GJAW 2024 belum lama ini.

Selama perhelatan GJAW 2024 pun, BYD enggan menentukan target spesifik tetapi yakin angkanya bakal memuaskan. Luther menilai saat ini konsumen mulai meminati dan percaya terhadap lini kendaraan ramah lingkungan dari BYD.

BYD Rayakan Tiga Dekade di GJAW 2024, Tebar Promo
Photo : KatadataOTO

Secara keseluruhan ia juga mengungkapkan bahwa pasar kendaraan listrik bertumbuh pesat. Sehingga Luther yakin model-model yang ditawarkan BYD dapat memenuhi kebutuhan berbagai segmen pasar.

“Line-up (BYD) kalau menurut saya cukup lengkap mengisi beberapa segmen yang dibutuhkan konsumen. Ditambah lagi dengan program khusus di akhir tahun,” kata Luther. 

Lebih lanjut ia menegaskan pihak BYD optimistis masih bisa memimpin pasar mobil listrik sepanjang 2024. Karena mereka akan menghadirkan banyak model kendaraan ke calon konsumen dalam negeri.

Seperti MPV (Multi Purpose Vehicle) Denza D9 yang merupakan produk dari sub merek BYD. D9 sebelumnya hadir di pameran otomotif IIMS 2024 (Indonesia International Motor Show).

Belum Meluncur, BYD Klaim Sudah Terima Pemesanan Denza D9
Photo : KatadataOTO

MPV sendiri merupakan segmen yang cukup diminati masyarakat. Produknya semakin banyak tahun ini khususnya dari manufaktur asal Tiongkok namun disambut baik oleh BYD.

“Ini (industri otomotif) jadi salah satu pilar khusus ekonomi di Indonesia. Jadi semakin banyak pemain, semakin banyak pilihan membuat industrinya lebih baik lagi,” tegas Luther.

Sebagai informasi sub merek Denza dipastikan meluncur kuartal pertama 2025. Model pertama mereka disinyalir MPV D9, sudah mulai ditawarkan oleh tenaga penjual dengan estimasi harga  Rp 900 juta sampai Rp 1 miliar.


Terkini

mobil
Penjualan Toyota

Penjualan Toyota Global Februari 2026 Turun Tipis

Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya

mobil
Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel

Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel

Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil

news
GIICOMVEC 2026

GIICOMVEC 2026 Bakal Hadirkan Ragam Inspirasi Bisnis

Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI

news
Pemerintah Tetapkan WFH dan Pembatasan Kendaraan Dinas

Hemat BBM, Pemerintah Tetapkan WFH dan Pembatasan Kendaraan Dinas

WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM

mobil
Pertalite, Pertamina

Pembatasan Pembelian Pertalite Dimulai Hari Ini

Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi

motor
Yamaha AEROX

Yamaha AEROX ALPHA Hadirkan Warna dan Grafis Terbaru

Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing

news
Harga BBM

Harga BBM Pertamina di April 2026, Pertalite dan Pertamax Tetap

Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 1 April 2026, Siapkan Rute Alternatif

Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif