Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD siapkan baterai EV yang mengakomodir jarak tempuh sampai 1.000 km lebih untuk model-model terbarunya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Perusahaan otomotif asal Tiongkok, BYD (Build Your Dreams) diketahui menggunakan baterai mobil listrik Blade Battery yang diklaim punya sejumlah keunggulan.
Berjenis LFP (Lithium Iron Phosphate), baterai EV (Electric Vehicle) itu disebut lebih aman dan tidak mudah meledak serta berukuran tipis dibandingkan baterai lain. Sehingga membuat penempatannya di kendaraan jadi efisien.
Untuk Agustus 2024, BYD siapkan baterai EV mengakomodir jarak tempuh sampai 1.000 km (metode pengetesan CLTC) dalam satu kali pengisian daya. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan rasa nyaman lebih bagi pengguna.
Namun baterai yang sedang disiapkan Toyota merupakan Solid-State Battery, diklaim bisa menyuguhkan daya jelajah jauh. Baik LFP maupun Solid-State tidak lagi menggunakan nikel sebagai komponen utama.
Generasi kedua Blade Battery nanti membuat lini mobil listrik BYD di masa mendatang punya daya jelajah di atas 1.000 km, kompetitif dengan model merek lain yang menggunakan Solid-State Battery.
Baterai mobil listrik terbaru dari BYD juga diyakini menjadi baterai LFP dengan performa paling tinggi apabila tingkat densitas energinya bisa mencapai 190 Wh/kg ke atas.
Selain densitas energi lebih baik, Blade Battery generasi kedua juga akan dibekali ukuran, bobot serta konsumsi energi efisien dibandingkan baterai terdahulu.
Ukuran baterai semakin kecil nanti juga akan menambah kelapangan kabin. Ini juga menjadi salah satu upaya BYD menekan harga jual kendaraan listrik di pasar global serta menawarkan EV dengan daya jelajah kompetitif.
Dalam satu kesempatan, Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia mengungkapkan Blade Battery terpasang pada platform mobil karena ukurannya cenderung tipis.
Perlu diketahui ini dinamakan CTB (Cell-to-battery). Buat lini Indonesia, teknologi CTB diterapkan pada sedan BYD Seal.
“Jadi satu kesatuan dan efeknya banyak, lebih lega ruang di kabin,” ucap Bobby beberapa waktu lalu.
Jacob Ma, Head of Training and Assistant President Directur BYD Motor Indonesia mengatakan teknologi CTB dipakaikan pada BYD Seal untuk menambah keamanan sedan sport tersebut.
“Tapi perlu diingat bahwa Seal, Atto 3 dan Dolphin semua pakai Blade Battery. CTB itu untuk meng-advance keamanan dan banyak model BYD akan pakai teknologi terbaru nanti,” ungkap Jacob.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 21:00 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 17:03 WIB
27 April 2026, 19:00 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta