BYD Berniat Punya Pabrik Baterai di Subang Demi Tingkatkan TKDN
06 September 2026, 01:22 WIB
Pengamat sorot sejumlah hal yang harus dilakukan produsen Jepang bertahan di tengah gempuran mobil BYD
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kejayaan produsen otomotif Jepang di Indonesia mulai diganggu oleh kehadiran manufaktur asal Cina. Salah satunya adalah BYD.
Merek tersebut menawarkan sejumlah model mobil listrik banderol kompetitif, bahkan kerap menyamai model serupa mobil mesin konvensional.
Di negara asalnya, industri otomotif tengah mengalami persaingan harga yang sengit. Sehingga perluasan pasar ke negara-negara potensial lain seperti Indonesia jadi cara merek Cina bertahan.
Hal ini diungkapkan oleh seorang perwakilan Jepang dari firma konsultan Alix Partners. Ia menyorot penjualan BYD di Asia Tenggara meroket karena mereka mencari pasar baru di tengah panasnya perang harga di Tiongkok.
Hasilnya, kedatangan BYD dan berbagai merek mobil Cina lain perlahan menggoyahkan dominasi pabrik Jepang di Tanah Air melalui mobil ‘murah’.
“Harga kendaraan rendah yang jadi siasat merek Cina sangat cocok (diterapkan) di pasar Asia Tenggara,” kata Tomoyuki Suzuki, Japan Leader Alix Partners dikutip dari Nikkei Asia pada Kamis (03/07).
Dia juga mengatakan bahwa sejumlah negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan Thailand tengah agresif membangun infrastruktur EV (Electric Vehicle) seperti SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Mobil listrik disebut sebagai satu isu penting di negara terkait, terkhusus Indonesia. Beberapa kebijakan dicanangkan oleh pemerintah guna mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan.
“Memperkuat hubungan ke negara seperti Indonesia yang punya material baterai termasuk nikel dan kobalt, konsisten dengan regulasi ekonomi Cina,” kata Tomoyuki.
Di lain sisi, pabrikan Jepang perlahan terlihat mengalihkan fokus ke pasar seperti India dan Oseania dengan investasi minim.
Tidak dapat dipungkiri, merek Jepang perlu mulai waspada. Menurut Tomoyuki, ada beberapa hal bisa dilakukan oleh produsen negeri sakura.
Misal terus memperkuat portofolio penjualan mobil hybrid sebagai kekuatan mereka, ketimbang memaksakan bersaing dengan mobil murah Cina.
Kemudian bersama pemerintah Jepang, perlu ada komitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur EV di Asia Tenggara.
“Pabrikan Jepang juga harus mempertahankan kekuatan brand mereka, yaitu biaya operasional rendah dan harga jual kembali yang tinggi,” tegas Tomoyuki.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Terkini
06 September 2026, 12:15 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi tempat mengekspresikan bakat, wadah berkumpul masyarakat dan komunitas
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan